Ditresnarkoba Polda PBD Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Ancaman Narkoba Lewat Dialog Publik RRI Sorong

oleh -29 Dilihat
oleh
Ditresnarkoba Polda PBD Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Ancaman Narkoba Lewat Dialog Publik RRI Sorong

Sorong PBD – Komitmen Polda Papua Barat Daya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui langkah edukatif dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi Direktorat Reserse Narkoba dalam program dialog interaktif yang digelar bersama Radio Republik Indonesia di Studio Pro1 RRI Sorong, Senin (18/05/2026).

Dalam program bertajuk “Dialog Sorong Bisa” dengan tema “Narkoba Mengancam Masa Depan”, Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat Daya menghadirkan Kasubdit 1 Ditresnarkoba AKBP Hasoloan Situmorang, S.H., S.I.K., M.H., sebagai narasumber mewakili Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol. Rizal Marito, S.H., S.I.K., M.Si. Dialog tersebut menjadi wadah terbuka untuk menyampaikan edukasi sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah Papua Barat Daya.

Dalam pemaparannya, AKBP Hasoloan Situmorang menegaskan bahwa bahaya narkoba bukan hanya mengancam individu pengguna, tetapi juga berpotensi merusak masa depan generasi muda, menghancurkan keharmonisan keluarga, hingga mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, menurutnya, perang terhadap narkoba membutuhkan keterlibatan bersama dari seluruh unsur masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan aktif masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, hingga para orang tua. Pencegahan sejak dini disebut menjadi langkah paling efektif untuk membentengi generasi muda dari pengaruh buruk narkotika yang semakin kompleks.

Selain penindakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap narkoba, Ditresnarkoba Polda Papua Barat Daya juga terus mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan penyuluhan di sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat, serta wilayah yang dianggap rawan terhadap penyalahgunaan narkotika. Edukasi berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat mengenai dampak sosial, kesehatan, dan hukum akibat penyalahgunaan narkoba.

Dialog interaktif tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mengikuti siaran secara langsung maupun melalui sambungan telepon interaktif. Sejumlah warga menyampaikan harapan agar kegiatan sosialisasi terkait bahaya narkoba dapat lebih diperluas oleh seluruh jajaran Polres di bawah Polda Papua Barat Daya, khususnya kepada kalangan pelajar dan para orang tua yang dinilai memiliki peran penting dalam pengawasan anak-anak di lingkungan keluarga.

Masyarakat juga mendorong agar para pelaku tindak pidana narkotika diberikan hukuman maksimal sehingga mampu memberikan efek jera sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkoba di Papua Barat Daya. Selain penegakan hukum, warga turut mengusulkan perlunya pembangunan pusat rehabilitasi narkoba di wilayah Papua Barat Daya guna membantu proses pemulihan para pengguna agar dapat kembali diterima dan menjalani kehidupan sosial secara normal.

Dalam sesi dialog, muncul pula perhatian masyarakat terkait perlindungan terhadap identitas pelapor maupun informan yang memberikan informasi tentang aktivitas peredaran narkoba, termasuk apabila terdapat oknum aparat yang terlibat. Menanggapi hal tersebut, pihak Ditresnarkoba menegaskan bahwa kerahasiaan identitas pelapor merupakan bagian penting dalam proses pengungkapan jaringan narkotika dan kepolisian menjamin keamanan seluruh informasi yang diberikan masyarakat.

Melalui kegiatan dialog publik ini, Polda Papua Barat Daya berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat serta terbangun sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah Papua Barat Daya. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan lancar.

(Tim/Red)