KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat mahasiswa Universitas Pertamina yang tersesat di kawasan Gunung Tanjung, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat malam, 2 Oktober 2026. Keempatnya, yakni Gymnastiar, Pyriel, Farid, dan Cristine, ditemukan dalam keadaan selamat setelah sebelumnya mengalami kendala navigasi ketika melakukan pendakian di kawasan pegunungan tersebut.
Keempat mahasiswa itu berada di Gunung Tanjung untuk melaksanakan kegiatan penelitian. Dalam perjalanan, mereka menghadapi situasi yang menyebabkan rombongan kehilangan arah dan kesulitan menentukan jalur untuk kembali. Kondisi medan yang berbukit, jalur yang tidak mudah dikenali, serta keterbatasan navigasi membuat proses pencarian dan evakuasi perlu dilakukan secara terkoordinasi.
Setelah menerima informasi mengenai keberadaan mereka, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir rombongan. Petugas melakukan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi medan dan waktu, hingga akhirnya keempat mahasiswa tersebut berhasil ditemukan. Mereka kemudian dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menjalani pemeriksaan awal dan memastikan kondisi fisik setelah berada di kawasan gunung.
Keberhasilan evakuasi ini mengakhiri pencarian terhadap para mahasiswa yang sebelumnya dilaporkan tersesat. Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar baik bagi keluarga, pihak Universitas Pertamina, dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya persiapan pendakian, penggunaan perlengkapan navigasi, serta komunikasi yang terjaga ketika melakukan kegiatan penelitian atau perjalanan di wilayah pegunungan.
Perjalanan empat mahasiswa Universitas Pertamina di Gunung Tanjung berlangsung hingga mereka menemukan persoalan pada peta navigasi yang digunakan. Di tengah perjalanan, rombongan menyadari bahwa informasi pada peta tersebut tidak sesuai dengan kondisi jalur yang mereka hadapi. Kesalahan itu kemudian memengaruhi arah perjalanan dan membuat keempat mahasiswa tidak lagi berada pada rute yang semestinya.
Setelah menyadari adanya kekeliruan tersebut, rombongan tersesat di punggung gunung. Mereka berada dalam kondisi membutuhkan bantuan untuk menemukan jalur kembali. Informasi mengenai posisi dan keadaan mereka selanjutnya disampaikan kepada pihak berwenang melalui salah satu korban, Gymnastiar.
Koordinator Pos Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan bahwa laporan mengenai kejadian itu diterima pada pukul 18.34 WIB. Laporan tersebut disampaikan oleh Gymnastiar, salah satu dari empat mahasiswa yang tersesat. Keterangan awal itu menjadi dasar bagi Basarnas untuk memulai penanganan terhadap rombongan.
Setelah laporan diterima, proses penanganan diarahkan untuk mencari dan mengevakuasi keempat mahasiswa dari punggung Gunung Tanjung. Informasi tentang kesalahan peta navigasi, lokasi rombongan yang tersesat, serta identitas pelapor menjadi bagian penting dalam menentukan langkah awal pencarian. Dengan laporan tersebut, petugas dapat segera menindaklanjuti keadaan yang dialami para mahasiswa sesuai prosedur penanganan di medan gunung.
Setelah menerima laporan mengenai empat mahasiswa Universitas Pertamina yang tersesat di Gunung Tanjung, Pos SAR Sukabumi segera menyiapkan langkah evakuasi. Informasi awal mengenai kondisi dan posisi para mahasiswa menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan pola pencarian, perlengkapan yang dibutuhkan, serta jalur pendekatan menuju lokasi. Respons cepat dilakukan karena medan gunung dapat menjadi lebih sulit dilalui ketika malam tiba.
Pos SAR Sukabumi mengerahkan tujuh personel penyelamat untuk menjalankan operasi tersebut. Dalam pelaksanaannya, tim juga memperoleh dukungan dari dua anggota Babinsa setempat. Kehadiran unsur tambahan ini membantu petugas memahami karakter medan dan jalur yang biasa digunakan masyarakat di sekitar Gunung Tanjung. Koordinasi personel SAR dan aparat setempat dilakukan sejak persiapan agar pencarian berlangsung terarah.
Tim rescue mulai bergerak menuju lokasi pada pukul 19.17 WIB. Suryo menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang cerah menjadi salah satu faktor yang mendukung pergerakan petugas. Cuaca tersebut memberikan jarak pandang yang lebih baik, sehingga tim dapat menelusuri jalur menuju titik yang telah diinformasikan tanpa menghadapi hambatan cuaca yang berarti. Meski demikian, petugas tetap memperhitungkan kondisi medan dan situasi malam selama perjalanan.
Setelah menempuh perjalanan, tim tiba di lokasi pada pukul 19.50 WIB. Setibanya di titik tersebut, para personel melakukan pengarahan singkat untuk menyamakan informasi dan membagi tugas sebelum pencarian dilanjutkan. Pengarahan diperlukan agar setiap anggota mengetahui rute yang akan ditempuh, posisi yang dituju, serta langkah yang harus dilakukan setelah korban ditemukan.
Kejelasan titik koordinat yang diberikan turut mempercepat proses pencarian. Dengan mengacu pada koordinat tersebut, petugas dapat memusatkan pergerakan pada area yang paling mungkin menjadi lokasi para mahasiswa. Sekitar 30 menit setelah pencarian dilanjutkan, tim SAR berhasil menemukan keempat mahasiswa dalam keadaan selamat. Penentuan lokasi yang akurat dan koordinasi lapangan yang baik menjadi faktor penting dalam menjangkau mereka pada malam hari.
Tahap akhir pencarian berlangsung setelah petugas memastikan posisi empat mahasiswa Universitas Pertamina yang sebelumnya tersesat di kawasan Gunung Tanjung. Berdasarkan keterangan petugas, seluruh korban berhasil ditemukan pada pukul 20.25 WIB di lokasi terakhir mereka berada. Keempat mahasiswa tersebut ditemukan dalam keadaan selamat, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Setelah ditemukan, para mahasiswa yang sempat mengalami kepanikan segera ditenangkan oleh tim di lapangan. Petugas memberikan pendampingan agar kondisi mental mereka lebih stabil sebelum proses penurunan dimulai. Selain itu, kondisi fisik setiap korban diperiksa dan dipastikan terlebih dahulu. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat keluhan atau keadaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut selama perjalanan keluar dari kawasan pegunungan.
Dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh korban, tim kemudian mengevakuasi mereka turun dari kawasan Gunung Tanjung. Para mahasiswa diarahkan menuju Kantor Koramil Cisolok sebagai lokasi tujuan evakuasi. Proses penurunan dilakukan setelah posisi mereka berhasil dipastikan dan kondisi mereka dinilai cukup untuk mengikuti perjalanan bersama petugas. Pendampingan tetap diberikan agar evakuasi berlangsung tertib dan seluruh korban dapat keluar dari kawasan tersebut dengan aman.
Sesampainya di lokasi tujuan, proses evakuasi dinyatakan selesai. Keberhasilan ini menandai berakhirnya upaya pencarian dan penyelamatan terhadap empat mahasiswa yang sempat tersesat. Setelah seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat, ditenangkan, diperiksa, dan diturunkan menuju Kantor Koramil Cisolok, tim SAR resmi menyatakan operasi SAR berakhir.

