Laysa Latifah Kantongi Gelar WGM, Percasi DKI Jakarta Siapkan Bonus Pembinaan

oleh -703 Dilihat
oleh
Laysa Latifah Kantongi Gelar WGM, Percasi DKI Jakarta Siapkan Bonus Pembinaan

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Laysa Latifah mencatatkan pencapaian penting bagi dunia catur Indonesia setelah berhasil meraih gelar Woman Grandmaster (WGM) dalam Olimpiade Catur 2026 yang berlangsung di Uzbekistan. Gelar tersebut menempatkannya sebagai salah satu pecatur muda Indonesia yang mampu mencapai tingkat prestasi internasional sekaligus membawa nama DKI Jakarta ke panggung global.

Keberhasilan ini memiliki arti khusus karena gelar WGM merupakan salah satu pengakuan bergengsi dalam olahraga catur. Pencapaian Laysa menunjukkan bahwa atlet muda Indonesia memiliki potensi untuk berkembang dan bersaing dalam kompetisi tingkat dunia. Prestasi tersebut juga menambah catatan penting bagi pembinaan catur nasional, terutama dalam mendorong lahirnya generasi pecatur putri yang berprestasi.

Sebagai atlet yang berasal dari DKI Jakarta, keberhasilan Laysa mendapat perhatian dari Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta. Organisasi tersebut menilai pencapaian gelar WGM sebagai hasil yang patut diapresiasi. Penghargaan terhadap prestasi ini menjadi bentuk dukungan bagi Laysa sekaligus pengakuan atas kontribusinya dalam mengharumkan nama daerah dan Indonesia.

Percasi DKI Jakarta juga menyiapkan bonus pembinaan sebagai bagian dari apresiasi atas pencapaian Laysa. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan untuk merayakan keberhasilan yang telah diraih, tetapi juga diharapkan dapat membantu keberlanjutan pengembangan karier sang pecatur. Bonus pembinaan menjadi simbol perhatian terhadap atlet berprestasi sekaligus dorongan agar Laysa dapat terus mempertahankan dan meningkatkan performanya pada masa mendatang.

Prestasi di Olimpiade Catur 2026 memperkuat posisi Laysa sebagai salah satu talenta muda yang layak mendapat dukungan berkelanjutan. Apresiasi dari Percasi DKI Jakarta memperlihatkan pentingnya sinergi atlet dan organisasi pembina dalam membangun prestasi olahraga. Dengan dukungan tersebut, capaian Laysa diharapkan dapat menginspirasi pecatur muda lainnya untuk menekuni olahraga catur dan mengejar prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi Laysa Latifah yang berhasil mengantongi gelar Woman Grandmaster (WGM) mendapat apresiasi dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta. Sebagai bentuk penghargaan sekaligus dukungan terhadap perjalanan kariernya, Percasi DKI Jakarta menyiapkan bonus pembinaan senilai Rp50 juta untuk pecatur muda tersebut.

Bonus itu diserahkan langsung oleh Ketua Percasi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, dalam pembukaan Kejuaraan Daerah Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Acara tersebut berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Penyerahan penghargaan dilakukan di hadapan peserta dan tamu undangan, sehingga pencapaian Laysa menjadi bagian penting dalam rangkaian pembukaan kejuaraan.

Pemberian bonus pembinaan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai penghargaan atas gelar WGM yang diraih Laysa. Dukungan itu juga menjadi bentuk komitmen Percasi DKI Jakarta dalam membantu atlet mengembangkan kemampuan dan menjaga kesinambungan prestasi. Dalam persaingan catur tingkat nasional maupun internasional, dukungan pembinaan diperlukan untuk menunjang persiapan turnamen, pelatihan, serta peningkatan pengalaman bertanding.

Laysa sengaja dihadirkan dalam acara tersebut sebagai sosok yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pecatur muda. Kehadirannya diharapkan menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi dapat membuka peluang untuk mencapai gelar bergengsi dalam catur. Para peserta kejuaraan juga mendapat kesempatan melihat secara langsung figur muda yang telah menorehkan prestasi dan menjadi representasi perkembangan pembinaan catur di DKI Jakarta.

Melalui apresiasi ini, Percasi DKI Jakarta sekaligus menyampaikan pesan bahwa prestasi atlet perlu diikuti dukungan berkelanjutan. Bonus Rp50 juta tersebut diharapkan membantu Laysa melanjutkan proses pembinaan, mempertahankan performa, serta mengejar capaian yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya. Bagi pecatur muda lainnya, penghargaan itu menjadi dorongan untuk terus berlatih dan berprestasi.

Hardiyanto Kenneth berharap penghargaan dan dukungan pembinaan bagi Laysa Latifah tidak berhenti sebagai apresiasi terhadap satu pencapaian. Menurutnya, keberhasilan Laysa meraih gelar Woman Grandmaster (WGM) semestinya menjadi pemicu bagi atlet catur Jakarta lainnya untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding, serta berani mengejar prestasi yang lebih tinggi. Dorongan tersebut penting agar para pecatur muda tidak hanya berkompetisi di tingkat daerah, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitasnya dalam kejuaraan nasional dan internasional.

Harapan itu berkaitan dengan target yang pernah disampaikan Kenneth kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ketika pelantikan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan cita-cita untuk melahirkan empat pecatur bergelar Grandmaster dari Jakarta. Target itu menjadi bagian dari arah pembinaan catur di ibu kota, yang membutuhkan pengembangan atlet secara berkelanjutan, dukungan pelatih, kesempatan bertanding, serta perhatian terhadap kebutuhan pembinaan sejak usia dini.

Pencapaian Laysa sebagai salah satu atlet Jakarta yang telah memperoleh gelar WGM dinilai sebagai langkah awal menuju target tersebut. Gelar itu membuktikan bahwa pembinaan dan kerja keras dapat membawa pecatur daerah mencapai panggung internasional. Kenneth berharap keberhasilan Laysa memberikan motivasi bagi pecatur lain untuk menyusul, sehingga jumlah atlet bergelar internasional dari Jakarta terus bertambah. Dengan demikian, prestasi Laysa tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga fondasi bagi penguatan ekosistem catur Jakarta. Kenneth, yang merupakan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, mendorong agar semangat tersebut diterjemahkan melalui program pembinaan yang konsisten dan terukur.

Kejuaraan Daerah Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 menjadi salah satu agenda yang mempertemukan pecatur dari berbagai kelompok usia. Kejuaraan ini diikuti oleh 420 pecatur, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dengan keterlibatan peserta dari kelompok usia yang beragam, ajang tersebut menjadi ruang bagi pecatur untuk mengikuti pertandingan sesuai jenjang usia masing-masing. Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga menyediakan total hadiah sebesar Rp100 juta bagi para peserta.

Kejuaraan Daerah Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 tidak hanya berfungsi sebagai arena unjuk kemampuan. Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari persiapan atlet DKI Jakarta untuk menghadapi Kejuaraan Nasional Catur ke-51 tahun 2026. Melalui kejuaraan daerah ini, kemampuan para pecatur dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses persiapan dan seleksi atlet yang akan mewakili DKI Jakarta pada tingkat nasional.

Kejuaraan Nasional Catur ke-51 tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Banten pada 23–29 Oktober 2026. Karena itu, Kejuaraan Daerah Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 memiliki peran sebagai tahapan menuju agenda nasional tersebut. Kejurda ini berlangsung hingga Minggu, 4 Oktober 2026. Rangkaian pertandingan yang diikuti 420 pecatur tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan dan kemampuan atlet dari berbagai kelompok usia sebelum proses perwakilan DKI Jakarta pada Kejuaraan Nasional Catur ke-51 tahun 2026.