Kota Bogor | Aktor senior Yadi Mulyadi, yang lebih dikenal dengan nama Yadi Timo, meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung. Kabar kepergian pemeran tersebut mengejutkan sahabat dan rekan-rekannya, terlebih karena ia masih sempat berkumpul bersama teman-teman pada malam sebelumnya. Informasi mengenai kejadian itu disampaikan oleh sahabat dekatnya, Denpus, yang mengaku baru mengetahui kabar duka setelah menunaikan salat Subuh.
Denpus mengatakan dirinya sangat terkejut saat menerima berita tersebut. Sebelumnya, ia tidak menyangka Yadi akan pergi begitu cepat, sebab aktivitas sang aktor pada malam hari masih terlihat seperti biasa. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, Yadi menghabiskan waktu dengan teman-temannya di sebuah kantor PH. Mereka berkumpul dan berbincang hingga sekitar pukul 22.30 sebelum Yadi kemudian pulang ke rumah.
Suasana pertemuan itu, menurut informasi yang disampaikan Denpus, berlangsung sebagai kegiatan berkumpul dan mengobrol bersama rekan-rekan. Tidak disebutkan adanya tanda khusus yang mengarah pada kondisi darurat saat Yadi masih berada di kantor PH. Karena itu, kabar bahwa ia kemudian mengalami serangan jantung di rumah menjadi sesuatu yang sulit dipercaya bagi orang-orang yang baru saja berjumpa dengannya. Peralihan dari malam yang tampak biasa menuju kabar duka pada pagi hari membuat kejadian tersebut terasa mendadak.
Setelah mengalami serangan jantung di rumah, Yadi dibawa menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, menurut keterangan Denpus, dokter menyatakan bahwa Yadi sudah tidak ada saat masih dalam perjalanan ke rumah sakit. Penjelasan itu menjadi bagian dari kronologi yang diterima oleh sahabat dekatnya, meski kabar tersebut baru sampai kepadanya setelah salat Subuh. Kepergian Yadi Timo meninggalkan duka bagi rekan-rekan yang mengenalnya, termasuk mereka yang masih sempat berbincang dengannya beberapa jam sebelumnya. Kabar mengenai wafatnya aktor senior itu pun menyebar dengan cepat di orang-orang terdekatnya, yang mengenang malam terakhir tersebut sebagai pertemuan biasa sebelum kejadian tragis berlangsung.Jenazah Yadi Timo dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dreded, Jalan Dreded No. 43, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Jumat (16/7/2026). Pemakaman tersebut menjadi tempat keluarga, sahabat, dan orang-orang yang pernah bekerja maupun berkarya bersama Yadi memberikan penghormatan terakhir. Kepergiannya meninggalkan duka bagi mereka yang mengenalnya, termasuk Denpus, rekan lama Yadi sejak masa belajar teater.
Denpus hadir dalam pemakaman itu untuk mengantar sahabatnya ke tempat peristirahatan terakhir. Kehadirannya juga menjadi kesempatan mengenang perjalanan persahabatan yang tumbuh sejak keduanya berjumpa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Di lingkungan kampus tersebut, mereka sama-sama menekuni teater dan membangun hubungan yang bertahan lama. Bagi Denpus, kenangan bersama Yadi tidak hanya terkait kegiatan belajar, tetapi juga pengalaman dan kebersamaan yang mereka jalani selama bertahun-tahun.
Perbedaan angkatan tidak menghalangi kedekatan mereka. Yadi merupakan mahasiswa angkatan 1988, sedangkan Denpus berasal dari angkatan 1986. Keduanya bertemu dalam ruang kesenian yang sama, tempat para mahasiswa berlatih, bertukar gagasan, dan mengembangkan minat pada seni pertunjukan. Dari lingkungan itu, hubungan mereka berlanjut menjadi persahabatan. Denpus mengenang Yadi sebagai bagian penting dari masa-masa awal perjalanan mereka di dunia teater, ketika proses belajar dan pergaulan kampus membentuk banyak kenangan bersama.
Pemakaman di Bogor menandai perpisahan terakhir secara langsung, tetapi bagi para sahabat, kenangan tentang Yadi tetap melekat. Kehadiran Denpus mencerminkan ikatan yang telah terjalin sejak masa kuliah dan terus dikenang setelah mereka menempuh jalan masing-masing. Pertemuan mereka di IKJ, dengan Yadi sebagai mahasiswa angkatan 1988 dan Denpus angkatan 1986, menjadi bagian dari kisah persahabatan yang mengiringi kehidupan Yadi. Di TPU Dreded, doa dan penghormatan mengiringi kepergiannya, sementara kenangan bersama tetap hidup di orang-orang yang pernah dekat dengannya.
Denpus menilai perjalanan Yadi Timo di dunia seni peran berlangsung cukup panjang. Penilaian itu menggambarkan karier yang tidak hanya bertumpu pada satu jenis produksi atau satu periode tertentu. Dari awal memasuki dunia hiburan, Yadi kemudian terus terlibat dalam berbagai pekerjaan akting, baik di layar lebar maupun di televisi. Bagi Denpus, perjalanan tersebut menjadi bagian penting untuk mengenang kiprah Yadi sebagai seorang aktor.
Dalam mengingat awal kariernya, Denpus menyebut Yadi mulai memasuki dunia hiburan melalui film Petualangan Sherina. Ia memperkirakan masa tersebut terjadi sekitar 1998 atau 1999. Keterangan itu disampaikan sebagai ingatan Denpus mengenai waktu Yadi mulai berkarya di lingkungan hiburan, bukan sebagai penetapan tanggal pasti. Dari titik awal tersebut, Yadi kemudian memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam sejumlah film dan mengembangkan pengalamannya sebagai pemeran.
Setelah kiprahnya di film, kegiatan Yadi disebut semakin intens di televisi. Ia membintangi berbagai sinetron dan menjalani pekerjaan akting yang membuat kehadirannya dikenal oleh penonton televisi. Peralihan menuju karya televisi itu menunjukkan rentang aktivitas yang luas dalam kariernya. Yadi tidak hanya hadir dalam produksi layar lebar, tetapi juga terus berkarya melalui tayangan serial yang menjangkau pemirsa di rumah.
Denpus juga mengingat Yadi sebagai aktor yang kerap memerankan karakter dengan watak kuat. Ciri tersebut menjadi salah satu kesan yang melekat pada penampilannya dalam berbagai peran. Karakter yang tegas atau memiliki kepribadian menonjol menuntut pembawaan yang meyakinkan, dan Yadi dikenal sering mengisi tipe peran semacam itu. Ingatan tersebut melengkapi gambaran tentang perjalanan berkesenian Yadi: dimulai dari keterlibatan di film, berlanjut melalui sejumlah produksi layar lebar, lalu semakin aktif di televisi dan sinetron. Dengan demikian, penilaian Denpus menempatkan Yadi sebagai aktor yang memiliki pengalaman cukup panjang serta dikenal lewat karakter-karakter berwatak kuat.Kepergian Yadi meninggalkan kehilangan mendalam bagi Denpus. Yadi bukan sekadar sahabat, melainkan sosok yang telah lama hadir dalam perjalanan hidup dan kariernya. Banyak waktu dan pengalaman mereka lalui bersama, sehingga berita wafatnya terasa begitu berat untuk diterima. Bagi Denpus, kenangan tentang persahabatan itu menjadi bagian penting dari hidup yang akan terus dibawa, meski kini Yadi telah berpulang. Duka tersebut juga dirasakan oleh rekan-rekan sesama pelaku seni yang mengenal dan pernah berjalan bersama Yadi. Di tengah kesedihan, mereka mengenang sosoknya dengan penuh hormat dan berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat dukungan serta kekuatan dari orang-orang terdekat.
Dalam ungkapan dukanya, Denpus menyampaikan doa bagi sahabatnya. Ia berharap Allah mengampuni segala dosa dan kekhilafan Yadi, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di sisi-Nya. Doa itu menjadi bentuk kasih dan penghormatan seorang sahabat yang tak lagi dapat menemani Yadi di dunia. Denpus juga memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi masa berkabung. Kehilangan orang terkasih bukan perkara mudah, terlebih ketika sosok tersebut telah menjadi bagian dari keseharian dan perjalanan keluarga. Karena itu, ia berharap keluarga Yadi senantiasa dikuatkan, diberi ruang untuk berduka, dan dapat menemukan penghiburan melalui kenangan baik serta doa dari mereka yang peduli.
Denpus turut menyampaikan harapan agar Yadi berpulang dalam keadaan husnul khotimah. Baginya, kepergian pada hari Jumat merupakan hal yang baik dan dapat menjadi penghiburan di tengah duka, meski rasa kehilangan tetap tidak mudah dihilangkan. Harapan tersebut disampaikan bersama doa agar perjalanan terakhir Yadi mendapat rahmat dan ampunan Allah. Bagi Denpus dan para sahabatnya, penghormatan kepada Yadi tidak berhenti pada kenangan, tetapi terus diwujudkan melalui doa.
Baca juga: Kapolres Maybrat Perkuat Silahturahmi Bersama Masyarakat dari Ayata ke Aitrem | Asrenum Panglima TNI Bersama Wamenhan RI Bahas RUU Reforma Agraria | Bersama Warga Pulihkan Harapan, Satgas Yonif 2 Marinir Bersihkan Area Bekas Kebakaran Pasar Enarotali







