Gerai Cerdas PEKA di Unair Perkuat Literasi Keuangan Digital Mahasiswa

oleh -137 Dilihat
oleh
Gerai Cerdas PEKA di Unair Perkuat Literasi Keuangan Digital Mahasiswa

Jakarta | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli mendukung kehadiran Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga, Surabaya. Dukungan ini memperkuat ruang edukasi konsumen yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, terutama ketika penggunaan layanan keuangan digital semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Kampus menjadi lingkungan strategis untuk membangun pemahaman sejak dini, karena mahasiswa berhadapan dengan berbagai pilihan transaksi, produk, dan informasi keuangan yang terus berkembang. Melalui kolaborasi tersebut, edukasi konsumen diharapkan dapat menjangkau generasi muda secara relevan dan mendorong kebiasaan mengambil keputusan secara lebih cermat.

PEKA merupakan singkatan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia—Peduli, Kenali, Adukan. Makna tersebut menempatkan kepedulian, pengenalan terhadap hak dan risiko, serta keberanian menyampaikan pengaduan sebagai bagian dari literasi konsumen. Gerai ini dirancang sebagai wadah untuk memperoleh pengetahuan dan berdiskusi mengenai isu-isu yang berkaitan dengan perlindungan konsumen. Dengan adanya ruang edukasi dan diskusi yang aman, mahasiswa dapat lebih leluasa memahami cara mengenali informasi yang patut diperiksa, mempertimbangkan manfaat maupun risiko layanan, serta mengetahui pentingnya mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

Dukungan BRI Peduli bertujuan membantu generasi muda menjadi lebih cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Kecakapan mencakup kemampuan memahami fitur serta ketentuan layanan, sementara sikap kritis diperlukan untuk menilai tawaran, menjaga data pribadi, dan mengenali potensi penipuan. Tanggung jawab juga berarti menggunakan layanan sesuai kebutuhan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Penguatan pemahaman tersebut penting agar kemudahan transaksi digital berjalan seiring dengan kewaspadaan. Dengan demikian, Gerai Cerdas PEKA di Unair diharapkan berkontribusi pada terbentuknya konsumen muda yang mampu menggunakan layanan keuangan secara aman, memahami haknya, dan mengetahui langkah yang dapat ditempuh saat menghadapi kendala.

Gerai Cerdas PEKA diresmikan pada Jumat (2/10) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya. Peresmian tersebut menandai dimulainya kehadiran ruang edukasi yang berfokus pada literasi keuangan digital dan pelindungan konsumen bagi mahasiswa. Lokasi di lingkungan kampus diharapkan membantu mendekatkan informasi keuangan kepada sivitas akademika, terutama generasi muda yang semakin akrab dengan layanan digital. Melalui gerai ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman mengenai penggunaan layanan keuangan secara cermat, aman, dan bertanggung jawab.

Acara peresmian dihadiri sejumlah pejabat dari lembaga dan institusi yang terlibat dalam inisiatif tersebut. Mereka adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga Ardianto. Kehadiran perwakilan Bank Indonesia, BRI, dan Unair menunjukkan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung edukasi keuangan serta pelindungan konsumen. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan pendidikan keuangan digital di kalangan mahasiswa.

Gerai Cerdas PEKA merupakan bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (Geber PK), sebuah inisiatif yang digagas Bank Indonesia. Program tersebut dikembangkan bersama Universitas Airlangga dan Perbanas, dengan dukungan BRI. Susunan kerja sama ini mempertemukan peran regulator, perguruan tinggi, dan industri dalam menyediakan edukasi yang relevan bagi masyarakat, termasuk pengguna layanan keuangan digital. Dengan melibatkan lingkungan kampus, materi mengenai hak dan tanggung jawab konsumen dapat disampaikan dalam konteks yang dekat dengan keseharian mahasiswa. Dukungan BRI turut menjadi bagian dari pelaksanaan inisiatif bersama tersebut. Peresmian gerai di Unair sekaligus mencerminkan pendekatan kolaboratif untuk membangun pemahaman konsumen sebelum mereka mengambil keputusan atau menggunakan produk dan layanan keuangan. Keberadaan ruang edukasi ini melengkapi upaya para pihak dalam meningkatkan kewaspadaan dan kecakapan mahasiswa saat berinteraksi dengan ekosistem keuangan digital.

Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang mendekatkan isu keuangan digital dengan kebutuhan sehari-hari sivitas akademika. Di tempat ini, pengunjung dapat memperoleh informasi, berdiskusi, berkonsultasi, dan bertukar pengalaman mengenai cara menggunakan layanan keuangan secara bijak. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta organisasi kemahasiswaan dapat mengakses ruang tersebut untuk memperluas pemahaman dan membahas persoalan yang mereka temui. Dengan suasana yang terbuka, gerai diharapkan mendorong pertanyaan dan percakapan praktis, bukan sekadar penyampaian materi satu arah.

Materi yang dibahas mencakup produk dan layanan keuangan, termasuk karakteristik, manfaat, biaya, serta risiko yang perlu dipahami sebelum digunakan. Aspek keamanan juga menjadi perhatian, terutama perlindungan data pribadi, keamanan akun, dan kehati-hatian saat melakukan transaksi digital. Pengunjung dapat mempelajari hak dan kewajiban konsumen agar mampu menilai informasi secara kritis, memahami ketentuan layanan, serta mengenali langkah yang tepat ketika menemukan transaksi atau penawaran yang mencurigakan. Pengetahuan tersebut membantu pengguna menghindari keputusan terburu-buru dan mengenali potensi penyalahgunaan data maupun praktik layanan yang tidak sesuai.

Pendekatan PEKA—Peduli, Kenali, Adukan—memberi panduan sederhana untuk menghadapi layanan keuangan digital. Peduli berarti menjaga informasi pribadi dan tidak sembarangan membagikan kode akses atau data sensitif. Kenali mengajak pengguna memahami karakteristik produk, penyedia layanan, ketentuan, dan risikonya sebelum menyetujui transaksi. Adukan menekankan pentingnya mengetahui saluran pengaduan yang tersedia serta menyimpan bukti ketika terjadi masalah, sehingga keluhan dapat disampaikan melalui mekanisme yang tepat. Melalui pembelajaran dan konsultasi di gerai, mahasiswa diharapkan semakin cermat mengambil keputusan keuangan, mampu melindungi diri sebagai konsumen, dan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada teman maupun komunitasnya. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen literasi yang membantu membangun kebiasaan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., memandang Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga bukan sekadar fasilitas baru di lingkungan kampus. Gerai ini diharapkan menjadi ruang belajar dan diskusi yang mendekatkan mahasiswa pada pemahaman keuangan, sekaligus menyediakan dukungan dan perlindungan saat mereka berhadapan dengan perkembangan ekosistem keuangan serta transaksi digital. Perubahan layanan keuangan yang semakin cepat membuka peluang, tetapi juga menuntut pengguna muda untuk memahami risiko, menjaga keamanan data, dan mengambil keputusan secara bijak. Karena itu, kehadiran ruang edukasi langsung di kampus dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi yang relevan dan membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab.

Dippo berharap inisiatif tersebut turut memperluas inklusi keuangan dan mendorong pemanfaatan ekosistem pembayaran digital yang aman. Mahasiswa perlu memahami cara menggunakan layanan keuangan digital, mengenali potensi penipuan, serta mengetahui langkah yang dapat ditempuh untuk melindungi diri sebagai konsumen. Gerai ini juga diharapkan mendukung tumbuhnya kewirausahaan mahasiswa, termasuk melalui pemahaman tentang transaksi dan pengelolaan keuangan dalam kegiatan usaha. Arah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-3, yakni memperkuat kemandirian bangsa melalui pengembangan kewirausahaan dan ekonomi produktif. Pada saat yang sama, peningkatan kapasitas digital dan finansial sivitas akademika selaras dengan Asta Cita ke-6, yang menekankan pembangunan manusia, pendidikan, sains, teknologi, serta kualitas sumber daya manusia.

Kontribusi gerai tersebut juga dapat dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Edukasi di kampus mendukung pendidikan berkualitas, sementara akses dan pemahaman layanan keuangan dapat membantu membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Perhatian terhadap keamanan transaksi dan hak pengguna memperkuat pelindungan konsumen, sedangkan pelaksanaan program melalui kerja sama perguruan tinggi, industri, dan pemangku kepentingan lain mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Baca juga: SULING, Aiptu Rukmono Sambangi Jamaah Masjid Nurohman Talagasari Perkuat Kamtibmas | Program POLIRAN, Aiptu Rukmono Sambangi Warga Budimulya Perkuat Kamtibmas | Pelni Cabang Sorong Hadiri Harhubnas ke-55, Papua Barat Daya Perkuat Konektivitas Transportasi