Jakarta | Jamsky merilis single ketiganya, “Taklukkan Dunia”, dengan menggandeng gitaris John Paul Ivan. Kehadiran musisi tersebut menjadi bagian penting dari rilisan terbaru band ini, sekaligus menandai langkah Jamsky dalam memperkenalkan karya-karyanya kepada pendengar. Lagu tersebut menambah daftar materi yang telah dirilis Jamsky sejak mulai memperkenalkan musik mereka melalui sejumlah single.
Setelah “K.O. Pramuka”, Jamsky merilis “Ular” dengan melibatkan Krisyanto, vokalis Jamrud. Kolaborasi tersebut mempertemukan band dengan salah satu nama yang dikenal dalam kancah musik rock Indonesia. Kini, pada single ketiganya, Jamsky kembali menghadirkan kolaborator, kali ini John Paul Ivan, gitaris yang turut bergabung dalam “Taklukkan Dunia”.
Urutan tiga rilisan itu memperlihatkan bahwa Jamsky telah memperkenalkan musiknya melalui pendekatan yang beragam: merilis karya secara mandiri dan bekerja bersama musisi lain. “Taklukkan Dunia” melanjutkan rangkaian tersebut dengan keterlibatan John Paul Ivan. Kehadiran nama sang gitaris memberi konteks tersendiri pada lagu ini, sementara posisinya sebagai single ketiga menempatkannya sebagai bagian dari perkembangan katalog Jamsky.
Dengan dirilisnya “Taklukkan Dunia”, pendengar kini dapat melihat tiga karya yang telah diperkenalkan Jamsky, yakni “K.O. Pramuka”, “Ular”, dan single terbaru ini. Masing-masing hadir dengan latar yang berbeda, mulai dari rilisan mandiri hingga kolaborasi bersama Krisyanto dan John Paul Ivan. Rangkaian tersebut menjadi gambaran perjalanan awal Jamsky dalam merilis musik, sekaligus memperluas perkenalan terhadap band dan karya-karyanya.
Jamsky terbentuk pada 2 Desember 2024, berangkat dari pertemanan para musisi yang memiliki kesamaan minat terhadap lagu-lagu Jamrud. Keempat personelnya—Kiki Jems sebagai vokalis, Sony Evandher pada gitar, Rama pada drum, dan Fahim pada ritem—sama-sama tergabung dalam Jammers United Indonesia. Kedekatan mereka melalui komunitas tersebut menjadi awal pertemuan yang kemudian berkembang menjadi kegiatan bermusik bersama. Pada mulanya, belum ada rencana besar untuk membangun sebuah band atau merilis karya. Mereka hanya ingin kembali menikmati musik dan mengisi waktu luang dengan memainkan lagu-lagu yang disukai.
Gagasan membentuk kelompok itu datang dari Sony Evandher. Setelah cukup lama vakum bermain band, ia mengajak teman-temannya untuk berkumpul dan kembali memainkan musik. Ajakan tersebut disambut oleh Kiki, Rama, dan Fahim, yang juga memiliki ketertarikan pada repertoar Jamrud. Sesi jamming menjadi cara sederhana bagi mereka untuk menyegarkan kembali pengalaman bermusik, sekaligus merasakan kecocokan dalam bermain bersama. Dari pertemuan-pertemuan awal itu, para personel mulai mengenali karakter permainan satu sama lain dan membangun kebiasaan berlatih sebagai sebuah formasi.
Dalam tahap awal, aktivitas Jamsky berpusat pada membawakan lagu-lagu Jamrud. Mereka bermain ketika masing-masing memiliki waktu luang, tanpa menjadikan kegiatan itu sebagai agenda yang rumit. Namun, kesamaan selera dan semangat untuk terus bermusik membuat sesi santai tersebut perlahan memiliki arah. Jamsky kemudian mulai mengikuti acara dan tampil di berbagai gigs. Peralihan dari jamming bersama menuju penampilan di hadapan penonton memberi pengalaman baru bagi para personel, serta membuka ruang bagi band untuk dikenal lebih luas. Perjalanan itu menunjukkan bagaimana sebuah pertemanan, komunitas, dan kebiasaan memainkan musik bersama dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya kelompok musik yang serius menjalani langkah berikutnya.
Kerja sama Jamsky dengan John Paul Ivan berawal bukan dari rencana formal yang disusun sejak awal, melainkan dari percakapan di teman. Dalam obrolan tersebut, Sony menyampaikan keinginannya agar Ivan ikut tampil dalam materi lagu Jamsky. Keinginan itu menjadi awal terbukanya kemungkinan kolaborasi, tetapi belum berarti Ivan langsung menyetujui keterlibatan tanpa mengetahui lagu yang dimaksud. Percakapan santai tersebut memberi ruang bagi Sony untuk mengutarakan gagasan, sekaligus bagi Ivan untuk memahami lebih dahulu materi yang akan dikerjakan.
Respons Ivan terhadap ajakan itu positif, namun ia meminta untuk mendengarkan materi lagunya terlebih dahulu. Permintaan tersebut menjadi bagian penting dari proses: sebelum memberikan jawaban mengenai keterlibatannya, Ivan perlu mengetahui seperti apa lagu yang ditawarkan. Sony kemudian menyampaikan materi itu kepadanya. Dengan demikian, perjalanan menuju kolaborasi berlangsung melalui komunikasi sederhana keduanya, dari penyampaian keinginan Sony hingga kesempatan bagi Ivan untuk menilai dan mendengar lagu tersebut. Tidak ada dasar untuk menyebut percakapan itu sebagai kesepakatan langsung sebelum materi diterima.
Setelah materi didengar, kolaborasi yang diharapkan Sony pun terwujud dalam lagu “Taklukkan Dunia”. Rangkaian ini menunjukkan bahwa keterlibatan Ivan berangkat dari obrolan antarteman, dilanjutkan dengan permintaan untuk mendengar lagu, lalu diwujudkan melalui keikutsertaannya dalam materi Jamsky. Penuturan tersebut mempertahankan urutan dan makna yang disampaikan Sony tanpa menambahkan percakapan atau alasan lain yang tidak disebutkan. Bagi Jamsky, hasil akhirnya adalah sebuah karya bersama dengan Ivan; bagi proses kreatifnya, titik mula kolaborasi itu tetap sederhana, yakni gagasan yang disampaikan dalam percakapan dan ditindaklanjuti setelah materi lagu tersedia untuk didengar.
Tumbuh dari komunitas penggemar Jamrud menjadi bagian penting dalam perjalanan Jamsky. Namun, kedekatan dengan band tersebut tidak berarti Jamsky ingin terus membangun aktivitas musiknya dengan bertumpu pada lagu-lagu Jamrud. Para personel memilih menjadikan pengalaman dan kecintaan mereka terhadap musik sebagai titik awal, sekaligus membuka ruang untuk merumuskan identitas musikal sendiri.
Atas dasar itu, Jamsky belum memiliki rencana untuk merilis ulang lagu-lagu Jamrud dalam versi mereka. Pilihan tersebut bukan berarti menutup hubungan dengan komunitas yang membesarkan mereka, melainkan menegaskan fokus pada materi orisinal. Bagi band ini, langkah berikutnya adalah memperkenalkan karya yang mencerminkan karakter dan gagasan mereka sebagai kelompok musik, bukan sekadar menghadirkan kembali lagu yang sudah dikenal pendengar.
Saat ini, Jamsky tengah menyiapkan sebuah album yang berisi sembilan lagu. Materi tersebut menjadi ruang bagi para personel untuk menyusun repertoar sendiri dan memperlihatkan arah kreatif yang ingin mereka bangun. Proses menyiapkan album juga memberi kesempatan bagi band untuk mengolah pengalaman bermusik bersama menjadi karya yang lebih utuh. Rencana itu menandai keseriusan Jamsky dalam melangkah sebagai band dengan katalog lagu sendiri.
Rama mengatakan bahwa selera musik pendengar tetap menjadi hal yang mereka pertimbangkan. Meski demikian, pertimbangan tersebut tidak ditempatkan sebagai prioritas utama dalam menentukan karya. Jamsky memilih berjalan dengan karakter sendiri, sambil tetap menyadari bahwa musik pada akhirnya didengarkan dan ditafsirkan oleh orang lain. Pandangan itu menunjukkan upaya menjaga keseimbangan perhatian kepada pendengar dan kebebasan dalam berkarya.
Dengan fokus pada materi orisinal, Jamsky berusaha membedakan perjalanan mereka dari sekadar identitas sebagai penggemar Jamrud. Latar komunitas tetap menjadi bagian dari cerita band, tetapi tidak membatasi pilihan kreatif yang sedang mereka susun. Album sembilan lagu yang tengah dipersiapkan menjadi salah satu wujud dari upaya tersebut. Untuk saat ini, perhatian mereka tertuju pada proses membangun karakter musikal melalui karya sendiri, tanpa merencanakan versi ulang lagu Jamrud sebagai bagian dari rilisan mendatang.
Baca juga: Doa Bersama Warga Sawangan untuk Memohon Hujan di Tengah Musim Kemarau Panjang | Babinsa Koramil Bakung Bersama Siswa Siswi SMKN 1 Blitar Tanam Pohon Di Monumen Trisula Melalui Program “Bersatu Dengan Alam” | Ditpolairud Polda Papua Barat Daya Bersama Bhayangkari dan Masyarakat Pesisir Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai







