Jakarta | Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani rangkaian pertandingan pada FIFA Matchday 9–17 November 2026. Agenda tersebut sebelumnya mencakup rencana laga tandang di kawasan Timur Tengah, tetapi perkembangan situasi keamanan di wilayah itu membuat PSSI perlu meninjau kembali pelaksanaannya. Evaluasi ini berkaitan dengan kepastian lokasi dan kelayakan perjalanan, bukan pengumuman bahwa pertandingan telah dipindahkan. Sampai ada informasi resmi lebih lanjut, rencana awal masih perlu dipahami sebagai agenda yang sedang dipertimbangkan. PSSI harus menimbang kebutuhan tim untuk memperoleh lawan uji tanding serta menjaga agar persiapan menuju kompetisi berikutnya tetap berjalan sesuai rencana. Penyesuaian, bila diperlukan, juga perlu mempertimbangkan waktu yang tersedia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa federasi akan melakukan evaluasi dalam beberapa hari ke depan. Langkah itu memberi ruang bagi PSSI untuk memantau perkembangan kondisi, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan menilai berbagai opsi sebelum menetapkan langkah. Evaluasi tersebut penting karena perubahan lokasi pertandingan dapat berpengaruh pada jadwal perjalanan, kebutuhan logistik, serta persiapan teknis tim. Namun, belum ada kepastian bahwa laga tandang akan dialihkan dari Timur Tengah. Keputusan akhir baru dapat disampaikan setelah PSSI menyelesaikan kajian dan memperoleh informasi yang cukup mengenai keamanan serta kemungkinan penyelenggaraan pertandingan. Karena itu, publik sebaiknya membedakan proses peninjauan yang sedang berlangsung dari keputusan resmi.
Dalam menentukan kelanjutan agenda, keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama, sebagaimana ditekankan Erick. Aspek keamanan perjalanan dan situasi di lokasi pertandingan perlu dinilai bersama kebutuhan tim nasional agar para pemain dapat menjalani laga dalam kondisi yang layak. Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyesuaian diperlukan, PSSI dapat mempertimbangkan alternatif yang memungkinkan pertandingan tetap terlaksana. Meski demikian, opsi tersebut belum berarti lokasi baru telah dipilih atau perubahan sudah disahkan. Untuk saat ini, perhatian tertuju pada hasil evaluasi dalam beberapa hari mendatang. Informasi resmi dari federasi akan menjadi acuan mengenai kepastian agenda FIFA Matchday November, termasuk lokasi dan pelaksanaan laga tandang Timnas Indonesia.
Rencana awal Timnas Indonesia adalah menjalani dua pertandingan tandang di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027. Uji coba tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada tim pelatih untuk mengukur perkembangan skuad Garuda menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Selain itu, bermain di luar negeri dapat membantu pemain beradaptasi dengan situasi pertandingan dan lingkungan yang tidak sama dengan yang mereka hadapi di kandang. Namun, rencana dua laga ini perlu dibaca secara cermat karena informasi mengenai calon lawannya belum memiliki tingkat kepastian yang sama.
Yordania menjadi negara yang paling jelas dikaitkan dengan agenda tersebut. Federasi sepak bola negara itu telah mengindikasikan rencana pertandingan melalui unggahan di akun Instagram resminya. Informasi dari kanal federasi tersebut memberi dasar yang lebih kuat bahwa laga melawan Indonesia sedang direncanakan, meski rincian pelaksanaan tetap perlu menunggu konfirmasi lebih lanjut. Sampai ada pengumuman lengkap dari pihak terkait, aspek seperti jadwal, tempat pertandingan, serta kepastian skuad yang akan tampil belum sebaiknya dianggap final. Unggahan itu merupakan petunjuk penting, tetapi belum otomatis menjawab seluruh detail agenda.
Berbeda dengan Yordania, Kuwait disebut-sebut sebagai calon lawan kedua, tetapi belum ada kepastian resmi dari PSSI mengenai pertandingan tersebut. Karena itu, status laga kontra Kuwait masih sebatas kemungkinan yang beredar, bukan agenda yang sudah dipastikan federasi Indonesia. Perbedaan ini penting agar pembaca tidak menyamakan kabar tentang kedua pertandingan. Satu laga telah mendapat indikasi dari federasi lawan, sementara calon pertandingan lainnya masih menunggu kejelasan dari PSSI maupun pihak Kuwait. Dengan demikian, rencana tandang Garuda ke Timur Tengah dapat dipahami sebagai agenda awal yang masih berkembang. Konfirmasi resmi akan menentukan apakah kedua uji coba benar-benar terlaksana, sekaligus memberikan gambaran lebih pasti mengenai lawan dan jadwal persiapan Indonesia menuju Piala Asia 2027.
Perkembangan keamanan di Timur Tengah menjadi salah satu pertimbangan PSSI dalam meninjau ulang agenda tandang Timnas Indonesia. Situasi kawasan yang dinamis dinilai perlu dicermati sebelum federasi memastikan rencana perjalanan dan pertandingan. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa perkembangan terbaru menimbulkan kekhawatiran, sehingga keputusan tidak akan diambil secara tergesa-gesa. Peninjauan tersebut mencakup kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan kelancaran agenda tim, selain aspek teknis pertandingan. PSSI disebut masih mengumpulkan informasi dan mempertimbangkan berbagai hal sebelum menentukan langkah berikutnya. Sikap berhati-hati ini mencerminkan pentingnya menempatkan keamanan pemain, staf, serta rombongan sebagai perhatian utama dalam setiap rencana perjalanan internasional. Karena itu, agenda yang telah disusun tetap terbuka untuk dievaluasi.
Dalam keterangannya, Erick menyinggung serangan Yordania terhadap Suriah setelah terjadi penyerangan di sebuah rumah ibadah. Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan situasi yang perlu dipantau secara saksama, terutama karena ketegangan regional dapat berubah dan berdampak pada rencana perjalanan. Erick juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi. Pernyataannya tidak serta-merta menetapkan bahwa pertandingan pasti dibatalkan atau dipindahkan, melainkan menegaskan perlunya mempertimbangkan keadaan sebelum mengambil keputusan. PSSI perlu melihat informasi yang tersedia, termasuk perkembangan keamanan terbaru, untuk menilai apakah agenda tandang dapat dijalankan sesuai rencana. Dengan demikian, peninjauan dilakukan sebagai langkah antisipatif, sambil tetap menunggu perkembangan dan koordinasi terkait penyelenggaraan pertandingan. Pertimbangan itu menjadi bagian dari upaya memastikan keputusan organisasi didasarkan pada situasi aktual.
Erick menyampaikan pernyataan tersebut di Grand Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ia mengatakan keputusan mengenai rencana pertandingan akan dipertimbangkan dalam satu hingga dua hari ke depan. Rentang waktu itu memberi ruang bagi PSSI untuk menilai perkembangan dan menentukan opsi yang paling tepat, tanpa mendahului hasil evaluasi. Hingga keputusan disampaikan, status agenda tandang masih perlu dipahami sebagai rencana yang sedang ditinjau, bukan kepastian yang telah berubah. Fokus federasi adalah memperoleh gambaran yang memadai mengenai keadaan di kawasan serta konsekuensinya bagi tim. Keputusan final nantinya akan menjadi dasar bagi langkah lanjutan, termasuk pengaturan perjalanan dan komunikasi kepada pihak terkait. PSSI diharapkan menyampaikan pembaruan setelah pertimbangan tersebut selesai, agar publik mengetahui arah rencana Timnas Indonesia secara jelas dan berdasarkan informasi resmi yang tersedia.Meski lokasi pertandingan Timnas Indonesia di Timur Tengah masih dapat berubah, Erick Thohir memastikan bahwa skuad Garuda tidak akan bermain di kandang pada FIFA Matchday November. Perubahan tempat pertandingan, apabila terjadi, tidak mengubah rencana dasar bahwa laga tersebut akan berlangsung di luar Indonesia. Kepastian ini menjawab kemungkinan bahwa pertandingan digelar di Jakarta, sekaligus memperjelas bahwa penyesuaian yang tengah dikaji berkaitan dengan lokasi di luar negeri. Dengan demikian, keputusan mengenai tempat penyelenggaraan tetap terbuka untuk dievaluasi, tetapi bukan untuk mengalihkan laga ke kandang pada jendela internasional tersebut.
Erick menyebut adanya komitmen yang telah dimiliki tim untuk menjalani pertandingan di luar negeri. Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan agenda tandang tetap dipertahankan, sekalipun lokasi yang direncanakan dapat ditinjau kembali. Penyelenggaraan pertandingan internasional melibatkan pengaturan yang perlu dikoordinasikan, sehingga perubahan tempat tidak serta-merta berarti seluruh rencana dapat dipindahkan ke stadion di dalam negeri. Dalam hal ini, penegasan bahwa Timnas tidak bermain di kandang pada November menjadi batas yang jelas bagi kajian lokasi. Rencana pertandingan tetap diarahkan ke luar negeri dengan memperhatikan komitmen yang sudah ada.
Alasan lain berkaitan dengan kondisi.
Baca juga: PSSI Resmi Buka Penjualan Tiket Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026







