Andrew Susanto Ajak Warga Masale Memahami Menopause dan Berolahraga Sesuai Kebutuhan

oleh -89 Dilihat
oleh
Andrew Susanto Ajak Warga Masale Memahami Menopause dan Berolahraga Sesuai Kebutuhan

Makassar | Di Masale, Makassar, Sulawesi Selatan, edukasi mengenai menopause disampaikan melalui kegiatan yang melibatkan warga secara langsung. Andrew Susanto membawa kegiatan kesehatan ini ke lingkungan setempat dalam rangka menyambut Hari Menopause Sedunia, yang diperingati setiap 18 Oktober. Acara berlangsung di Helens Play Mart Makassar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dan menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk belajar sekaligus beraktivitas bersama.

Salah satu kegiatan yang mengisi acara tersebut adalah senam somatik, yang diikuti warga Masale. Melalui gerakan tubuh yang dilakukan bersama, peserta dapat mengenal bentuk aktivitas fisik yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Senam menjadi bagian dari pendekatan yang membuat pembahasan kesehatan terasa lebih akrab, bukan hanya disampaikan melalui penjelasan formal. Suasana kegiatan juga memberi kesempatan kepada warga untuk terlibat secara aktif.

Menurut Andrew, kegiatan ini bertujuan mendorong perhatian terhadap kesehatan perempuan pada setiap fase kehidupan. Menopause merupakan salah satu fase yang perlu dipahami, tetapi edukasi kesehatan perempuan tidak seharusnya terbatas pada satu tahap saja. Pemahaman yang baik dapat membantu masyarakat melihat perubahan tubuh sebagai bagian dari perjalanan hidup dan mengenali pentingnya menjaga kesehatan sesuai kebutuhan. Karena itu, informasi tentang menopause perlu disampaikan dengan cara yang dapat diterima beragam kalangan.

Andrew juga menekankan pentingnya menghadirkan edukasi yang menyenangkan, inklusif, dan dekat dengan keseharian masyarakat. Menggabungkan informasi kesehatan dengan aktivitas bersama menjadi salah satu cara untuk membuka percakapan tanpa membuat topik menopause terasa jauh atau sulit dibicarakan. Warga dapat memperoleh pengetahuan sekaligus merasakan manfaat bergerak sesuai kemampuan. Melalui kegiatan di Masale ini, pesan mengenai kepedulian pada kesehatan perempuan diharapkan lebih mudah menjangkau masyarakat dan mendorong pemahaman yang berkelanjutan.

Andrew Susanto menjelaskan kepada warga Masale bahwa menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan, bukan penyakit yang harus ditakuti. Meski demikian, pemahaman masyarakat tentang perubahan yang dapat menyertainya masih perlu ditingkatkan. Menopause biasanya terjadi setelah menstruasi berhenti selama 12 bulan berturut-turut, sementara proses menuju fase tersebut berlangsung bertahap. Masa transisi ini umumnya dialami perempuan berusia 45–55 tahun, walaupun waktu dan lamanya dapat berbeda pada setiap orang. Informasi yang tepat membantu perempuan mengenali perubahan tubuh tanpa merasa cemas atau menganggap pengalaman mereka tidak wajar.

Selama masa transisi, perubahan kadar hormon dapat memengaruhi kondisi fisik dan emosional. Sebagian perempuan merasakan sensasi panas yang datang mendadak, dikenal sebagai hot flashes, yang terkadang disertai keringat, terutama pada malam hari. Gangguan tidur juga dapat terjadi dan berpengaruh terhadap energi maupun konsentrasi pada siang hari. Perubahan suasana hati, rasa lebih mudah tersinggung, atau kecemasan mungkin muncul pada sebagian orang. Selain itu, ada yang mengalami keluhan pada otot dan persendian, seperti rasa kaku atau tidak nyaman. Gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan dan tingkat keparahannya pun beragam.

Andrew menekankan bahwa pengalaman setiap perempuan tidak sama. Ada yang hanya merasakan perubahan ringan, sementara yang lain menghadapi keluhan yang lebih mengganggu kegiatan sehari-hari. Karena itu, penting untuk menghindari anggapan bahwa semua perempuan akan mengalami gejala dengan cara yang seragam. Percakapan terbuka dengan keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar dapat membantu mengurangi stigma serta memberi ruang bagi perempuan untuk menyampaikan kebutuhannya. Memahami perubahan yang mungkin terjadi juga membuat mereka lebih siap mengambil langkah yang sesuai, termasuk mencari saran profesional apabila keluhan menetap atau mengganggu. Dengan pengetahuan memadai, menopause dapat dipahami sebagai bagian alami dari perjalanan kesehatan perempuan, dengan perhatian yang disesuaikan pada kondisi masing-masing.Kegiatan senam somatik bersama warga Kelurahan Masale menjadi ajakan untuk lebih memperhatikan kondisi diri, terutama bagi perempuan yang tengah menghadapi perubahan pada masa menopause. Melalui kegiatan ini, Andrew Susanto menyampaikan bahwa menjaga kebugaran dapat dimulai dengan mengenali kebutuhan dan kemampuan tubuh. Pesan tersebut menempatkan aktivitas fisik sebagai bagian dari kepedulian sehari-hari, bukan sebagai tuntutan untuk mengikuti standar atau intensitas tertentu. Warga diajak melihat olahraga sebagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan keadaan masing-masing.

Andrew memandang olahraga rutin tetap penting, tetapi bentuk dan pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kondisi setiap orang. Kemampuan, kenyamanan, serta kebutuhan tubuh dapat berbeda, sehingga tidak semua peserta harus melakukan gerakan dengan cara atau tempo yang sama. Senam somatik dalam kegiatan bersama ini menjadi kesempatan bagi warga untuk bergerak dengan memperhatikan respons tubuh. Pendekatan tersebut juga mengingatkan peserta bahwa menjaga kebugaran tidak selalu berarti melakukan latihan berat. Konsistensi dan kesesuaian aktivitas dengan diri sendiri menjadi hal yang patut dipertimbangkan saat memilih olahraga.

Pesan kegiatan ini relevan bagi perempuan yang ingin lebih memahami perubahan tubuh, termasuk pada masa menopause, sekaligus tetap aktif sesuai kemampuan. Warga dapat menjadikan kegiatan bersama sebagai dorongan untuk membangun kebiasaan bergerak secara teratur dan saling mendukung dalam menjaga kebugaran. Namun, pilihan aktivitas tetap berada pada masing-masing individu; setiap orang dapat menyesuaikannya dengan kondisi yang dirasakan. Dengan mengajak warga Masale mengikuti senam somatik, Andrew menekankan pentingnya kepedulian terhadap diri sendiri dan kebiasaan berolahraga yang realistis. Tujuannya adalah mendorong warga agar lebih peka terhadap kebutuhan tubuh dan memilih gerak yang sesuai, tanpa membandingkan kemampuan satu sama lain.Dalam imbauannya kepada warga Masale, Andrew Susanto mengingatkan bahwa memilih olahraga sebaiknya tidak didasarkan semata-mata pada tren. Aktivitas yang ramai dibicarakan atau terlihat dilakukan orang lain belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setiap orang. Tubuh memiliki kemampuan, riwayat kesehatan, usia, serta tingkat kebugaran yang berbeda. Karena itu, meniru jenis latihan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dapat membuat kegiatan terasa terlalu berat, kurang bermanfaat, atau berisiko menimbulkan cedera. Olahraga ideal bukan yang paling populer, melainkan yang selaras dengan tujuan dan dapat dilakukan secara aman.

Setiap jenis aktivitas memiliki fokus dan tantangan tersendiri. Latihan kekuatan membantu melatih otot dan mendukung kemampuan tubuh menjalankan kegiatan sehari-hari. Aktivitas kardio, seperti berjalan cepat atau bersepeda, lebih menitikberatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Sementara itu, peregangan serta latihan tertentu dapat membantu menjaga fleksibilitas dan keseimbangan. Perbedaan sasaran ini menunjukkan bahwa tidak ada satu bentuk olahraga yang otomatis paling tepat bagi semua orang. Pilihan sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan yang ingin dipenuhi, kondisi tubuh saat ini, serta kemampuan untuk memulai dan meningkatkannya secara bertahap. Jika memiliki keluhan kesehatan atau lama tidak aktif, seseorang dapat meminta saran tenaga kesehatan sebelum memilih latihan yang lebih menantang.

Andrew juga menekankan pentingnya mengenali batas kemampuan. Rasa nyaman, teknik gerak yang benar, dan pemanasan serta pendinginan yang memadai merupakan bagian dari kebiasaan berolahraga dengan aman. Intensitas tidak perlu langsung tinggi; durasi maupun beban dapat disesuaikan secara perlahan seiring tubuh beradaptasi. Bila muncul nyeri yang tidak biasa, sesak, atau pusing, hentikan aktivitas dan perhatikan kondisi diri. Menjaga konsistensi juga lebih bermanfaat daripada memaksakan latihan berat hanya sesekali. Pilih kegiatan yang terasa realistis dan menyenangkan sehingga mudah dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan secara rutin. Berjalan kaki, misalnya, dapat menjadi awal sederhana, lalu pilihan aktivitas dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan mengenali respons tubuh dan menetapkan target yang masuk akal, warga dapat membangun kebiasaan sehat yang bertahan jangka panjang.

Baca juga: Sambangi Pos Satkamling, Aipda Didi MS Ajak Warga Jaga Kamtibmas | Aksi Buruh Hari Ini: Memahami 11 Tuntutan yang Diperjuangkan | Transformasi Dunia Pendidikan Dalam Menghadapi Kebutuhan Industri