Api Melalap Trans Home Sleman, Dua Perempuan Ditemukan Meninggal di Lantai Tiga

oleh -76 Dilihat
oleh
Api Melalap Trans Home Sleman, Dua Perempuan Ditemukan Meninggal di Lantai Tiga

Kabupaten Sleman | Kebakaran hebat melanda supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga Trans Home pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Jogja–Solo kilometer 11, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Kobaran api terlihat membesar dan menyelimuti bagian bangunan, sehingga menimbulkan kepulan asap tebal yang dapat terlihat dari sejumlah titik di sekitar lokasi.

Api membakar area dengan luas sekitar 2.000 meter persegi. Besarnya bangunan dan banyaknya material yang berada di dalam supermarket membuat proses penanganan berlangsung tidak mudah. Berbagai bahan bangunan, perlengkapan rumah tangga, serta barang lain yang tersimpan di area tersebut berpotensi mempercepat penyebaran api. Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk memadamkan kobaran dan mencegah api meluas ke bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.

Hingga Kamis malam, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas terus berupaya mengendalikan titik-titik api yang masih menyala, sekaligus melakukan pendinginan pada bagian bangunan yang telah terbakar. Kondisi di lokasi juga menjadi perhatian karena struktur bangunan dapat mengalami kerusakan akibat paparan panas dalam waktu lama.

Di tengah upaya pemadaman tersebut, proses evakuasi tetap dilakukan oleh petugas. Langkah ini ditempuh untuk memastikan area terdampak dapat diperiksa secara menyeluruh dan orang-orang yang mungkin masih berada di dalam bangunan dapat segera ditemukan. Petugas harus bekerja dengan penuh kehati-hatian karena asap, suhu tinggi, dan kondisi bangunan yang terbakar dapat membahayakan proses pencarian. Penanganan kebakaran dipusatkan pada pengendalian api serta penyisiran lokasi secara bertahap, sementara informasi mengenai kondisi di dalam bangunan masih terus dihimpun.

Proses pemadaman kebakaran di Trans Home Sleman berlangsung cukup lama karena petugas masih menghadapi titik api di area basement. Kasi Operasional dan Investigasi UPT Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto, menjelaskan bahwa akses menuju bagian tersebut sangat terbatas dan sempit. Kondisi itu membuat petugas tidak dapat langsung menjangkau seluruh area yang terbakar. Mereka perlu mencari jalur masuk yang aman sekaligus memastikan proses penanganan tidak membahayakan personel di lokasi.

Dari sekitar pukul 15.00 hingga hampir pukul 20.00, upaya pemadaman masih berlangsung. Pada waktu tersebut, petugas masih berusaha mengakses satu bagian basement yang belum dapat dijangkau secara optimal. Kepulan asap tebal turut menghambat jarak pandang dan pergerakan tim. Selain itu, material bangunan serta berbagai barang di dalam gedung diketahui mudah terbakar, sehingga api dapat menyebar dan menghasilkan panas tinggi di sejumlah titik.

Penanganan juga tidak dapat dilakukan secara serentak karena kondisi api berubah-ubah. Setelah sempat terkendali di beberapa lokasi, api kembali muncul, termasuk di lantai dua. Situasi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman secara bertahap dan hati-hati, dengan memprioritaskan titik yang paling memungkinkan dijangkau terlebih dahulu. Tim damkar kemudian terus memantau area yang telah ditangani untuk mengantisipasi munculnya kembali bara atau api tersembunyi. Langkah ini diperlukan agar proses pendinginan dapat dilakukan menyeluruh, terutama pada bagian gedung yang dipenuhi material mudah terbakar dan memiliki akses terbatas. Keterbatasan ruang gerak di basement juga menyebabkan selang dan peralatan pemadam harus diatur dengan cermat. Petugas berupaya membuka akses secara perlahan sembari menjaga keselamatan, karena struktur bangunan dan kondisi dalam ruangan masih berisiko. Dengan strategi tersebut, penanganan diarahkan untuk mencegah api menjalar ke area lain sekaligus memastikan setiap titik panas dapat diperiksa sebelum operasi dinyatakan selesai.

Tim gabungan Basarnas dan pemadam kebakaran menemukan dua perempuan dalam kondisi meninggal dunia ketika melakukan pencarian serta evakuasi di lantai tiga gedung Trans Home Sleman. Kedua korban masing-masing disebut dengan inisial Ibu W dan Ibu S. Petugas menemukan korban di area yang berdekatan, tepatnya di sekitar tangga bangunan.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetyo, menjelaskan bahwa kedua perempuan tersebut sudah tidak bernapas saat ditemukan. Setelah dipastikan dalam kondisi meninggal dunia, petugas segera mengevakuasi jasad korban dari lantai tiga. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

Proses pencarian dan evakuasi berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Asap tebal masih memenuhi sejumlah bagian di dalam bangunan sehingga membatasi jarak pandang dan menyulitkan petugas untuk bergerak. Karena itu, tim memerlukan perlengkapan khusus berupa self-contained breathing apparatus atau SCBA. Peralatan tersebut memungkinkan petugas memperoleh pasokan udara saat berada di lingkungan yang dipenuhi asap.

Penggunaan SCBA juga membantu menjaga keselamatan petugas ketika menyisir ruangan dan mendekati area tangga tempat kedua korban ditemukan. Tim harus memastikan jalur evakuasi cukup aman sebelum membawa korban keluar dari lantai tiga. Dengan koordinasi Basarnas dan pemadam kebakaran, proses evakuasi kedua korban dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 14 menit.

Setelah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, proses identifikasi masih berlangsung. Petugas dan pihak terkait masih melakukan tahapan pemeriksaan untuk memastikan identitas kedua perempuan tersebut. Informasi mengenai penyebab pasti kematian serta kondisi detail di lokasi masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kebakaran yang melanda Trans Home Sleman tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga menghanguskan berbagai barang yang berada di dalam gedung. Barang-barang yang terdampak terutama berada di lantai atas dan area basement. Di lantai atas, api membakar peralatan rumah tangga yang menjadi bagian dari isi gedung. Kondisi tersebut membuat sejumlah barang di area itu mengalami kerusakan akibat paparan api dan panas.

Sementara itu, produk elektronik yang berada di area basement juga dilaporkan ikut terbakar. Dampak pada barang-barang tersebut menambah kerusakan di dalam bangunan, selain bagian gedung yang terdampak langsung oleh kobaran api. Informasi mengenai kondisi setiap barang masih disampaikan berdasarkan temuan dan keterangan yang dihimpun di lapangan.

Area parkir di lantai dua turut terdampak dalam peristiwa tersebut. Puluhan hingga ratusan sepeda motor milik karyawan dan pengunjung yang terparkir di lokasi itu dilaporkan terbakar. Kendaraan-kendaraan tersebut berada di area gedung ketika kebakaran terjadi, sehingga ikut menjadi bagian dari dampak yang masih ditangani setelah api melalap bangunan.

Besarnya kerusakan terhadap isi gedung dan kendaraan yang berada di dalam area Trans Home Sleman masih didata. Nawa menyebut informasi yang beredar di lapangan masih simpang siur. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak karena informasi yang tersedia belum sepenuhnya jelas. Hingga proses pengumpulan data dan pemeriksaan berlangsung, status penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik mengenai asal api maupun faktor yang memicu kejadian tersebut.