Api Utama Padam, Pendinginan TPA Bandar Jaya Masih Berlangsung

oleh -945 Dilihat
oleh
Api Utama Padam, Pendinginan TPA Bandar Jaya Masih Berlangsung

Kabupaten Lampung Tengah | Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, menunjukkan perkembangan yang lebih terkendali pada Selasa, 20 Oktober 2026. Api yang sebelumnya membesar dilaporkan telah padam, sehingga kondisi di lokasi tidak lagi seperti saat kobaran masih terlihat jelas. Meski demikian, penanganan belum dapat dinyatakan selesai. Asap tebal masih mengepul dari tumpukan sampah dan menjadi tanda bahwa panas serta bara kemungkinan masih tersimpan di bagian dalam material.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldy Kurniawan menjelaskan bahwa bara diduga masih menyala di bagian dalam tumpukan. Karena itu, petugas gabungan tetap berada di lokasi untuk melanjutkan pemantauan dan proses pendinginan. Kehadiran petugas diperlukan agar kondisi dapat diawasi, terutama pada bagian yang masih mengeluarkan asap. Mereka belum dapat meninggalkan area sebelum situasi dipastikan aman dan tidak ada tanda kebakaran kembali berkembang. Upaya tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakter tumpukan sampah yang tebal dan berpotensi menyimpan panas.

Tumpukan sampah di TPA tersebut disebut memiliki ketebalan hampir lima meter. Lapisan yang tebal membuat bara di bagian bawah atau dalam sulit terlihat dari permukaan, meskipun api utama sudah tidak menjilat-jilat. Nyala kecil masih mungkin muncul ketika angin mengenai area tertentu, sehingga kondisi tetap perlu diwaspadai. Asap yang terus terlihat juga menunjukkan bahwa pendinginan masih berlangsung dan belum seluruh titik panas dapat dipastikan padam. Petugas gabungan terus menangani area terdampak sambil mengamati perubahan di sekitar tumpukan sampah. Dengan demikian, perkembangan terbaru memperlihatkan bahwa kobaran besar telah berhenti, tetapi pekerjaan di lokasi belum rampung. Warga dan pihak terkait diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai situasi serta penanganan kebakaran. Pemantauan lanjutan menjadi penting untuk mencegah bara kembali menyala dan memastikan area TPA Bandar Jaya benar-benar aman setelah proses pendinginan selesai.Setelah api utama di tempat pembuangan akhir (TPA) Bandar Jaya berhasil dipadamkan, pekerjaan petugas beralih pada pendinginan timbunan sampah dan pemeriksaan titik-titik panas. Tahap ini penting untuk memastikan bara yang masih tersimpan di dalam tumpukan tidak kembali menyala dan berkembang menjadi kebakaran besar. Petugas memantau area terdampak secara bertahap, sembari menyiram bagian yang dinilai masih berpotensi memicu api.

Polres Lampung Tengah mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) sejak hari pertama kejadian untuk mendukung penanganan. Bantuan kendaraan AWC milik Satuan Brimob juga digunakan di lokasi. Pasokan air melalui kendaraan tersebut membantu petugas membasahi timbunan, terutama pada bagian yang sulit dijangkau atau masih mengeluarkan asap. Upaya pendinginan perlu dilakukan dengan cermat karena api dapat bertahan di lapisan dalam sampah meskipun tidak lagi terlihat menyala di permukaan.

Sebelumnya, penanganan kebakaran melibatkan tiga ekskavator. Dua unit berasal dari Lampung Tengah, sementara satu unit lainnya merupakan bantuan dari BMBK Provinsi Lampung. Alat berat digunakan untuk membuka dan mengurai tumpukan sampah agar titik panas dapat ditemukan serta dijangkau. Armada pemadam kebakaran dari sejumlah kabupaten dan kota di Lampung turut dikerahkan membantu pemadaman dan pendinginan.

BPBD Provinsi Lampung memperkirakan area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1,5 hektare. Luas tersebut membuat pemeriksaan dan pembasahan harus dilakukan menyeluruh, bukan hanya pada lokasi yang sebelumnya tampak terbakar. Tim juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan, lain timbunan sampah yang mudah terbakar, angin kencang, serta asap tebal yang mengganggu jarak pandang dan pekerjaan petugas. Kondisi itu dapat menyebarkan bara atau menyulitkan pengamatan titik panas, sehingga pemantauan tetap diperlukan setelah api utama padam. Penyebab kebakaran hingga kini masih diselidiki. Petugas melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada bara tersisa dan mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar.

Asap yang muncul di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), khususnya di sekitar kilometer 132. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap dapat membatasi pandangan pengemudi terhadap kendaraan, marka jalan, dan situasi lalu lintas di depan. Pengguna jalan yang melintasi area itu perlu meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi yang terlihat. Namun, informasi yang tersedia tidak menyebutkan bahwa asap menjadi penyebab kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut.

Pada Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, kecelakaan melibatkan sebuah Toyota Rush dan truk trailer terjadi di kilometer 132 jalur B. Insiden itu berlangsung di ruas tol yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan jarak pandang akibat asap. Kedekatan waktu dan lokasi kondisi asap dengan kecelakaan tidak dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat. Karena itu, keterangan mengenai peristiwa tersebut perlu dibedakan dari laporan tentang gangguan pandangan, tanpa menarik kesimpulan yang tidak didukung informasi yang ada.

Dua penumpang Toyota Rush dilaporkan mengalami luka-luka dan kemudian dibawa ke RS Harapan Bunda, Gunung Sugih, untuk mendapatkan penanganan. Informasi yang disampaikan tidak merinci tingkat luka maupun kondisi terbaru mereka. Kejadian ini mengingatkan pengguna tol untuk tetap berhati-hati ketika melintasi kawasan dengan jarak pandang terbatas, termasuk saat terdapat asap atau kabut. Pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan secara bertahap, mempertahankan jarak dengan kendaraan lain, dan mengikuti petunjuk keselamatan di jalan. Langkah tersebut merupakan kewaspadaan umum saat berkendara dalam kondisi pandangan terganggu, bukan penjelasan mengenai penyebab kecelakaan di kilometer 132. Pengelola dan petugas jalan juga dapat membantu melalui pemantauan kondisi lalu lintas serta penyampaian informasi kepada pengendara, sehingga pengguna dapat mengetahui situasi di depan dan berkendara dengan lebih aman.

Selama proses penanganan di TPA Bandar Jaya masih berlangsung, langkah pengamanan tetap dilakukan untuk melindungi petugas, warga, dan pengguna jalan di sekitar lokasi. Personel Polri ditempatkan sesuai kebutuhan di sejumlah titik, dengan dukungan anggota polsek, satuan samapta, dan satuan lalu lintas. Penempatan tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama pada area yang terdampak asap dan jalur yang berpotensi dilalui masyarakat.

Penjagaan dilaksanakan secara bergantian selama 24 jam agar pengawasan tetap berjalan tanpa terputus. Pengaturan giliran ini membantu memastikan personel selalu tersedia untuk memantau situasi serta menyampaikan peringatan apabila kondisi di sekitar lokasi memerlukan perhatian. Polisi juga berkoordinasi dengan petugas terkait dalam menjalankan pengamanan dan mengatur langkah yang diperlukan selama pendinginan berlangsung.

Untuk membantu masyarakat mengenali area yang perlu diwaspadai, polisi bersama petugas terkait memasang rambu dan papan pemberitahuan sebelum titik yang terdampak asap. Penanda tersebut berfungsi memberikan informasi lebih awal kepada orang yang mendekati kawasan, sehingga mereka dapat meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan perjalanan. Petugas lalu lintas turut disiagakan untuk mengingatkan pengendara agar berhati-hati saat melintas, menjaga jarak dari area berasap, dan mengikuti arahan di lapangan.

Pengguna jalan diimbau memperhatikan rambu serta instruksi petugas, khususnya ketika jarak pandang berkurang akibat asap. Warga yang berada di sekitar TPA juga perlu menghindari mendekati titik penanganan dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari petugas berwenang. Kehati-hatian diperlukan selama kondisi di lokasi masih dipantau, sehingga aktivitas pengamanan dapat berlangsung dengan tertib dan risiko bagi masyarakat dapat ditekan.

Pada Selasa, 20 Oktober 2026, proses pendinginan dan pemantauan bara masih berlangsung. Meski api utama telah padam, upaya tersebut terus dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali menyala dan keadaan tetap terkendali.