ESDM: Gempa vulkanik dangkal dominasi aktivitas Gunung Lokon

oleh -64 Dilihat
oleh
ESDM: Gempa vulkanik dangkal dominasi aktivitas Gunung Lokon

Kota Bogor | Kota Bogor salurkan Rp111,5 juta untuk pendidikan korban gempa NTT Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon agar mewaspadai terjadinya lahar pada musim penghujan atau terjadinya hujan deras dengan durasi lama. Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba tiba. Manado ( ) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, pada evaluasi aktivitas Gunung Lokon periode 16-30 September 2026 didominasi gempa vulkanik dangkal.

Data lain dalam laporan menunjukkan Berdasarkan pengamatan instrumental, terekam sebanyak 110 kali gempa embusan, dua kali gempa tornillo, 277 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa tektonik lokal, dan 43 kali gempa tektonik jauh," sebut Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan yang dibagikan Ketua Pos PGA Lokon Armando Manguleh di grup percakapan BMKG dan Stakeholders di Manado, Sabtu. Dalam laporan juga disebutkan, dari hasil evaluasi, hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon teramati embusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 150 meter di atas kawah. Panama diguncang gempa M 7,7, tak ada ancaman tsunami Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan. Dari data 'Real Time Seismic Amplitude Measurement' (RSAM), energi tampak pada 24 Agustus 2026 polanya naik hingga 30 September 2026, kenaikan ini berasal dari gempa permukaan. Dari data GPS yang terpasang, deformasi menunjukkan pola inflasi laju rendah sejak Juni 2025 hingga Januari 2026, sementara periode 1 Januari hingga 30 September 2026, deformasi tidak mengalami perubahan di mana polanya masih mendatar.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam. Ombudsman minta pemenuhan kebutuhan masyarakat gempa NTT dipercepat Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 30 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini. Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan. Jika terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat di himbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kaca mata).