Gebrak Pasar Bekasi Dimulai, Wali Kota dan ASN Berbelanja di Pasar Baru

oleh -65 Dilihat
oleh
Gebrak Pasar Bekasi Dimulai, Wali Kota dan ASN Berbelanja di Pasar Baru

KOTA BEKASI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Pemerintah Kota Bekasi meluncurkan gerakan “Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat”, yang dikenal dengan nama Gebrak Pasar, di Pasar Baru Bekasi pada Jumat, 2 Oktober 2026. Program ini menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali aktivitas belanja di pasar tradisional sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat. Peluncuran tersebut menandai dimulainya agenda yang diharapkan dapat berlangsung secara rutin dan melibatkan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.

Gebrak Pasar dirancang sebagai agenda bulanan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi mendorong masyarakat untuk menjadikan pasar rakyat sebagai salah satu pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Peningkatan kunjungan dan transaksi diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, membuka peluang penjualan yang lebih besar, serta memberikan dampak langsung bagi pedagang, pelaku usaha kecil, dan pekerja yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pasar.

Pelaksanaan perdana dimulai pada pukul 07.00 WIB. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto hadir bersama jajaran aparatur sipil negara untuk berbelanja dan menunjukkan dukungan pemerintah terhadap keberadaan pasar tradisional. Keterlibatan pimpinan daerah dan ASN juga menjadi ajakan simbolis agar perangkat pemerintah ikut berpartisipasi dalam menggerakkan ekonomi lokal, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aktivitas belanja secara langsung.

Pasar Baru Bekasi dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan karena memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan warga dan menjadi ruang pertemuan ekonomi bagi pedagang serta pembeli. Dengan dimulainya gerakan ini, pemerintah berharap tercipta kebiasaan belanja bersama yang berkelanjutan. Kehadiran ASN dan masyarakat di pasar diharapkan meningkatkan optimisme pedagang, memperluas interaksi penjual dan pembeli, serta membuat kegiatan perdagangan berlangsung lebih aktif. Agenda bulanan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi menjaga ketahanan ekonomi sekaligus memperkuat posisi pasar rakyat di tengah persaingan berbagai pusat perdagangan.

Rangkaian kegiatan Gebrak Pasar di Pasar Baru Bekasi diawali dengan senam bersama yang melibatkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana semarak, sekaligus menjadi pembuka bagi agenda pemerintah daerah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan pelaku usaha di pasar rakyat.

Senam bersama tidak hanya menjadi aktivitas pembugaran sebelum memulai rangkaian kunjungan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih akrab jajaran pemerintah dan warga. Kehadiran para ASN menunjukkan dukungan terhadap program yang mendorong interaksi langsung dengan lingkungan pasar, khususnya dalam melihat kondisi perdagangan serta aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih dekat.

Setelah senam selesai, Tri Adhianto bersama istrinya, Wiwiek Hargono, menyusuri sejumlah area di Pasar Baru. Keduanya mengunjungi lapak pedagang dan berinteraksi dengan para penjual maupun pembeli. Dalam kesempatan tersebut, wali kota dan istrinya membeli berbagai kebutuhan pokok yang tersedia di pasar, mulai dari bahan pangan sehari-hari hingga komoditas yang umum digunakan oleh rumah tangga.

Aktivitas belanja itu memperlihatkan bahwa kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan Gebrak Pasar tidak berhenti pada seremoni pembukaan. Dengan berbelanja secara langsung, Tri Adhianto dan Wiwiek Hargono turut merasakan suasana transaksi di pasar rakyat, sekaligus memberikan perhatian kepada pedagang yang menjadi bagian penting dalam perputaran ekonomi lokal. Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap keberadaan pasar tradisional sebagai tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melalui rangkaian awal tersebut, kegiatan di Pasar Baru berlangsung dengan perpaduan aktivitas kebersamaan, kunjungan lapangan, dan belanja langsung. Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan situasi pedagang, serta mendorong agar pasar rakyat tetap ramai dan berdaya saing.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung ke Pasar Baru Bekasi untuk melihat kondisi nyata kegiatan transaksi yang berlangsung di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi kesempatan bagi Tri untuk mengamati secara langsung aktivitas pedagang dan pembeli, termasuk bagaimana proses jual beli berjalan di salah satu pusat perdagangan bahan pangan di wilayah tersebut.

Selain melihat kegiatan transaksi, Tri juga memantau stabilitas harga berbagai bahan pangan. Pemantauan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai harga yang berlaku di pasar secara langsung, bukan hanya berdasarkan laporan. Dengan berada di lokasi, ia dapat menyaksikan situasi perdagangan sekaligus mengetahui kondisi yang dihadapi masyarakat ketika memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tri menjelaskan bahwa dirinya sengaja ikut berbelanja agar dapat merasakan secara langsung aktivitas jual beli di Pasar Baru. “Saya sengaja berbelanja supaya bisa merasakan langsung aktivitas jual beli di pasar ini,” ujar Tri. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kunjungannya tidak hanya dilakukan untuk meninjau kondisi pasar, tetapi juga untuk mengalami sendiri proses transaksi sebagai pembeli.

Dalam pernyataannya, Tri menilai harga barang di Pasar Baru relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan tempat lain. Penilaian itu disampaikan berdasarkan pengamatan dan pengalaman berbelanja secara langsung di pasar tersebut. Karena itu, pemantauan di Pasar Baru mencakup dua hal utama, yaitu melihat dinamika transaksi serta membandingkan keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut, kondisi perdagangan dan harga bahan pangan di Pasar Baru dapat dilihat dari situasi nyata di lapangan. Tri hadir untuk memastikan informasi mengenai transaksi dan harga sesuai dengan keadaan yang dirasakan pedagang maupun pembeli ketika kegiatan jual beli berlangsung.

Program Gebrak Pasar diproyeksikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda rutin aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada minggu pertama setiap bulan dengan lokasi yang digilir ke berbagai pasar rakyat di wilayah Kota Bekasi. Pola ini diharapkan dapat memperluas dampak program sekaligus memberi kesempatan kepada para pedagang di sejumlah pasar untuk merasakan manfaat langsung dari keterlibatan aparatur daerah.

Pemilihan minggu pertama bukan tanpa alasan. Waktu tersebut bertepatan dengan penerimaan gaji aparatur daerah, sehingga ASN memiliki kesempatan untuk mengalokasikan sebagian pendapatannya bagi kebutuhan sehari-hari di pasar rakyat. Dengan berbelanja pada periode itu, aparatur diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga ikut menggerakkan perputaran ekonomi pedagang kecil, pelaku usaha mikro, serta berbagai pihak yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pasar tradisional.

Tri berharap kebiasaan berbelanja yang dibangun di kalangan ASN dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas. Keteladanan tersebut dinilai penting untuk mendorong warga kembali menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan berbelanja. Selain menawarkan beragam kebutuhan dengan harga yang kompetitif, pasar rakyat juga menjadi ruang interaksi sosial dan menopang keberlangsungan ekonomi lokal. Konsistensi kunjungan aparatur diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa pasar tradisional tetap memiliki peran penting dalam kehidupan Kota Bekasi.

Bagi Wiwiek Hargono, kegiatan itu memiliki makna tersendiri bagi keluarganya. Gebrak Pasar mengingatkannya pada rutinitas masa lalu ketika Tri masih berstatus sebagai ASN biasa dan menjalani keseharian sebagai aparatur pemerintahan. Kenangan tersebut memberi nuansa personal di tengah upaya membangun kebiasaan baru bagi jajaran Pemerintah Kota Bekasi. Karena itu, keberlanjutan program ini tidak hanya dipandang sebagai dukungan terhadap pedagang, tetapi juga sebagai pengingat akan kedekatan aparatur dengan kehidupan masyarakat.