Kota Penonomé | Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Panama pada Jumat pagi, memicu kepanikan di sejumlah wilayah dan mendorong warga meninggalkan gedung untuk mencari tempat yang lebih aman. Getaran kuat terasa di Panama City, ibu kota negara tersebut, ketika bangunan-bangunan bergoyang selama beberapa saat. Para penghuni kantor, apartemen, hotel, dan fasilitas umum bergegas keluar, lalu berkumpul di jalan, lapangan, serta area terbuka sambil menunggu informasi mengenai kemungkinan kerusakan dan gempa susulan.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada sekitar 10 kilometer barat daya Pitaloza Arriba, sebuah komunitas terpencil di Provinsi Herrera, Panama bagian tengah. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer, sehingga guncangannya terasa kuat di permukaan. Lokasi pusat gempa yang relatif dangkal turut meningkatkan intensitas getaran yang dirasakan masyarakat, meskipun dampak keseluruhan masih dalam proses penilaian oleh otoritas setempat.
Guncangan juga dilaporkan terasa hingga negara tetangga, Kolombia. Informasi mengenai kondisi bangunan, korban, dan gangguan terhadap infrastruktur belum sepenuhnya tersedia pada tahap awal setelah kejadian. Di Panama City, warga terlihat tetap berada di luar gedung karena khawatir kembali masuk sebelum pemeriksaan keselamatan dilakukan. Sebagian warga menggunakan telepon seluler untuk menghubungi keluarga, sementara lainnya menunggu arahan resmi dari pemerintah dan lembaga kebencanaan.
Gempa dengan kekuatan besar dapat menimbulkan berbagai bahaya lanjutan, termasuk runtuhan bangunan, longsor, serta perubahan kondisi di wilayah pesisir. Karena itu, warga diminta memperhatikan pemberitahuan resmi, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan mengenai dampak gempa dan langkah evakuasi terus dipantau seiring petugas melakukan pemeriksaan di wilayah yang terdampak.
Rosendo Domínguez, warga berusia 60 tahun asal Provinsi Herrera, menggambarkan guncangan tersebut sebagai pengalaman yang sangat menakutkan. Ia mengatakan gempa terasa sangat kuat hingga beberapa barang di dapurnya jatuh. Peristiwa itu membuat suasana di rumahnya berubah seketika, sementara keluarga berusaha memahami apa yang sedang terjadi dan memastikan keselamatan satu sama lain.
Domínguez menyampaikan bahwa dirinya dan keluarganya selamat dari gempa. Namun, keselamatan tersebut tidak menghilangkan rasa takut yang mereka alami. Ia menuturkan bahwa mereka sangat ketakutan ketika guncangan berlangsung. Kekhawatiran juga dirasakan oleh banyak warga di sekitarnya. Sejumlah orang memilih berada di luar rumah karena cemas dan merasa lebih aman setelah bangunan mengalami guncangan kuat.
Kesaksian tersebut mencerminkan kepanikan yang muncul di tengah masyarakat setelah gempa mengguncang Panama. Bagi warga yang merasakan langsung dampaknya, jatuhnya barang-barang di dalam rumah dan pergerakan bangunan menjadi tanda bahwa situasi perlu dihadapi dengan kewaspadaan. Banyak orang tetap berada di luar sambil menunggu keadaan dinilai lebih aman.
Pada Jumat, gempa susulan masih dirasakan di sejumlah wilayah. Getaran lanjutan itu membuat sebagian warga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya guncangan berikutnya. Masyarakat yang sebelumnya keluar dari rumah menghadapi ketidakpastian mengenai kapan kondisi akan benar-benar tenang, sehingga perhatian terhadap keselamatan keluarga tetap menjadi prioritas.
Pengalaman Domínguez juga menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya terlihat dari kerusakan atau benda yang jatuh, tetapi turut memengaruhi rasa aman warga. Meski ia dan keluarganya selamat, ketakutan yang muncul selama gempa utama dan kekhawatiran akibat gempa susulan masih dirasakan oleh masyarakat di sejumlah kawasan.
Layanan cuaca nasional menerbitkan peringatan tsunami setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Panama. Peringatan tersebut ditujukan kepada masyarakat di kawasan pesisir Panama, Kolombia, Ekuador, Nikaragua, dan Guatemala. Warga yang berada dekat garis pantai diminta memperhatikan arahan resmi, menjauhi area berisiko, serta bersiap menuju tempat yang lebih tinggi apabila evakuasi diberlakukan.
Penerbitan peringatan ini menjadi langkah pencegahan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan tinggi gelombang dan arus laut setelah gempa kuat. Pemerintah meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial, karena kabar yang keliru dapat menghambat proses evakuasi dan meningkatkan kepanikan. Informasi mengenai status peringatan, lokasi pengungsian, dan perkembangan situasi akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah serta lembaga terkait.
Presiden Panama José Raúl Mulino mengimbau masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi situasi tersebut. Melalui akun X, ia menyampaikan bahwa gempa bumi tidak seharusnya dimanfaatkan untuk memicu kepanikan ataupun kekacauan. Ia meminta warga mengikuti petunjuk petugas dan tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pesan itu disampaikan ketika pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang terdampak.
Omar Smith, pejabat Badan Perlindungan Sipil Nasional, mengatakan bahwa kerusakan sejauh ini terkonsentrasi di Provinsi Veraguas, Herrera, dan Los Santos. Tim terkait masih memeriksa kondisi bangunan, infrastruktur, serta kebutuhan warga di wilayah tersebut. Hingga informasi terakhir, belum ada laporan kerusakan di Panama City. Pemerintah tetap meminta penduduk di ibu kota dan daerah pesisir meningkatkan kewaspadaan, karena penilaian lapangan serta pembaruan peringatan tsunami masih terus dilakukan oleh otoritas berwenang.
Laporan visual dari sejumlah media lokal memperlihatkan kerusakan berat di Kota Penonomé, Provinsi Coclé, Panama bagian tengah. Dalam rekaman dan foto yang beredar, sebuah katedral Katolik tampak runtuh, sementara sebagian fasad sebuah hotel dilaporkan jatuh dan menimpa beberapa mobil yang berada di sekitarnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa guncangan gempa berdampak pada sejumlah bangunan di kawasan perkotaan, meskipun tingkat kerusakan secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.
Saat bahan berita ini disusun, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan korban luka, kerusakan tambahan, atau warga yang masih berada di dalam bangunan terdampak juga masih menunggu verifikasi resmi. Badan Perlindungan Sipil Panama terus melakukan pemeriksaan dan menyelidiki kemungkinan kerusakan di wilayah sekitar pusat gempa, termasuk lokasi yang sulit dijangkau dan bangunan yang mengalami keretakan.
Panama berada di kawasan Cincin Api Pasifik, yaitu jalur sepanjang sekitar 40.000 kilometer yang mengelilingi Samudra Pasifik. Kawasan ini terdiri atas rangkaian gunung berapi dan patahan tektonik, serta menjadi lokasi terjadinya sebagian besar gempa bumi di dunia. Posisi geologis tersebut membuat pemantauan aktivitas seismik dan pemeriksaan struktur bangunan menjadi bagian penting dalam penanganan setelah gempa, terutama ketika peringatan tsunami juga diterbitkan.
Secara terpisah, terdapat informasi mengenai gempa di Kolombia yang menyebut jumlah korban tewas mencapai 331 orang, sementara 240 orang lainnya masih hilang. Angka tersebut disampaikan sebagai laporan tersendiri dan tidak dapat dianggap sebagai dampak langsung dari gempa di Panama, karena sumber yang tersedia tidak menjelaskan adanya hubungan kedua peristiwa tersebut. Proses pencarian dan pendataan di masing-masing negara tetap perlu menunggu pembaruan dari otoritas berwenang.

