Surabaya | Heyzer Harsono, Presiden Komisaris Samator Group, meninggal dunia pada Jumat, 30 Oktober. Kabar duka tersebut disampaikan oleh BPD HIPMI Jawa Timur melalui akun resminya. Dalam penyampaian itu, organisasi tersebut menyatakan belasungkawa atas wafatnya Heyzer Harsono, yang menjabat sebagai Presiden Komisaris Samator Group. Pernyataan tersebut mengabarkan inti peristiwa sekaligus menunjukkan perhatian organisasi terhadap kabar duka ini. Informasi yang disampaikan kepada publik menyebutkan hari dan tanggal wafat, serta jabatan beliau di perusahaan.
Penyampaian dari BPD HIPMI Jawa Timur menjadi sumber kabar duka yang tersedia dalam informasi ini. Organisasi tersebut menyampaikan belasungkawa melalui kanal resminya, sehingga kabar mengenai wafatnya Heyzer Harsono dapat diketahui publik. Keterangan itu juga menempatkan peristiwa ini dalam konteks jabatan beliau di Samator Group, tanpa menguraikan rincian lain mengenai keadaan yang menyertai wafatnya. Dengan demikian, inti informasi yang dapat dikonfirmasi dari pemberitahuan tersebut adalah identitas almarhum, posisinya sebagai Presiden Komisaris, tanggal wafat, serta ungkapan belasungkawa dari BPD HIPMI Jawa Timur.
Hingga informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini, tidak terdapat keterangan mengenai penyebab ataupun lokasi wafat Heyzer Harsono. Karena itu, kedua hal tersebut tidak dapat dipastikan dan tidak semestinya disimpulkan dari pengumuman belasungkawa. Penyampaian kabar secara ringkas ini memberi ruang bagi publik untuk mengetahui peristiwa utama, sembari tetap membatasi uraian pada fakta yang telah disebutkan. Wafatnya seorang pejabat perusahaan merupakan kabar penting bagi pihak yang mengikuti perkembangan Samator Group, tetapi rincian lain perlu menunggu informasi yang dapat dikonfirmasi. Untuk saat ini, pernyataan resmi BPD HIPMI Jawa Timur menjadi keterangan yang tersedia mengenai kabar duka tersebut.
Perjalanan Heyzer Harsono di Samator Group mencerminkan perubahan tanggung jawab dari pengelolaan operasional perusahaan menuju fungsi pengawasan dan tata kelola. Dalam rentang kariernya, ia mengemban sejumlah jabatan penting di tingkat perseroan maupun pada entitas lain dalam kelompok usaha. Riwayat jabatan tersebut perlu dibedakan berdasarkan perusahaan dan periode, sebab posisi dengan nama serupa tidak selalu merujuk pada tanggung jawab yang sama.
Pada 2006 hingga 2018, Heyzer menjabat Presiden Direktur perseroan. Posisi ini menempatkannya dalam jajaran pimpinan yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan arah kegiatan perusahaan. Setelah periode tersebut berakhir, ia beralih ke peran pengawasan. Pada 2018–2021, Heyzer menjabat Wakil Komisaris Utama, sebuah posisi di tingkat dewan komisaris yang berbeda dari jabatan eksekutif yang sebelumnya ia emban.
Sejak 2021, Heyzer menjabat Komisaris Utama perseroan. Dalam kapasitas tersebut, perannya berada pada fungsi pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan dan pelaksanaan tata kelola, bukan sebagai pimpinan eksekutif harian. Kepercayaan terhadap pengalamannya tercermin dari pengangkatannya kembali sebagai Komisaris Utama pada 2025. Dengan demikian, rangkaian jabatan di perseroan menunjukkan perpindahan dari Presiden Direktur, ke Wakil Komisaris Utama, lalu Komisaris Utama.
Selain jabatan-jabatan tersebut, Heyzer juga pernah memimpin PT Krakatau Samator sebagai Presiden Direktur pada 2013–2021. Posisi ini merupakan peran di perusahaan yang berbeda, meskipun masih berada dalam lingkup Samator Group. Masa jabatannya di PT Krakatau Samator berlangsung bersamaan dengan sebagian periode ketika ia menjadi Presiden Direktur perseroan, kemudian berlanjut hingga 2021. Karena itu, jabatan Presiden Direktur PT Krakatau Samator tidak sama dengan jabatan Presiden Direktur perseroan yang ia emban pada 2006–2018. Pembedaan ini penting untuk membaca perjalanan kariernya secara akurat. Secara keseluruhan, pengalaman Heyzer mencakup kepemimpinan eksekutif di dua entitas serta tanggung jawab pengawasan di perseroan, dengan perubahan peran yang berlangsung bertahap selama hampir dua dekade.
Heyzer Harsono lahir pada 1958 dan menempuh pendidikan menengah di Surabaya. Ia menyelesaikan pendidikan SMA di Petra 2 Surabaya, salah satu bagian penting dari perjalanan pendidikannya sebelum kemudian berkiprah di dunia usaha. Informasi mengenai latar pendidikannya memperlihatkan bahwa jalur pendidikan formalnya yang tercatat mencakup masa sekolah menengah, sementara pembelajaran dan pengembangan kapasitasnya berlanjut melalui program eksekutif serta keterlibatan dalam forum industri. Catatan tersebut memberi gambaran mengenai bekal pendidikan yang menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya, tanpa mengurangi peran pengalaman kerja dan kepemimpinan yang ia bangun sepanjang karier.
Pada 2015, Heyzer mengikuti Strategic Action Program, sebuah program pengembangan eksekutif di P2EB Universitas Gadjah Mada. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan pengetahuan manajemen dan kapasitas strategisnya. Program tersebut berlangsung ketika ia telah memiliki pengalaman di lingkungan perusahaan, sehingga pembelajaran eksekutif dapat dipandang sebagai tambahan bagi wawasan yang diperoleh melalui praktik profesional. Informasi yang tersedia mencatat partisipasinya dalam program tersebut, tetapi tidak menyebutkan bahwa ia menempuh gelar akademik di Universitas Gadjah Mada. Pembedaan ini penting agar riwayat pendidikannya disampaikan secara tepat dan sesuai dengan sumber yang tersedia.
Selain mengikuti pendidikan dan pelatihan, Heyzer juga aktif menghadiri konferensi nasional maupun internasional yang berkaitan dengan manajemen, gas industri, dan gas medis. Forum-forum itu mempertemukan pelaku usaha, praktisi, serta pihak lain yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sektor terkait. Keterlibatannya menunjukkan perhatian pada isu-isu yang relevan dengan lingkungan industri tempat ia berkarya, sekaligus membuka ruang untuk mengikuti pembahasan dan pertukaran pengetahuan di tingkat yang lebih luas. Dengan demikian, jejak pendidikan Heyzer tidak hanya tercatat melalui sekolah dan program pengembangan eksekutif, tetapi juga melalui partisipasi berkelanjutan dalam kegiatan profesional. Rangkaian pengalaman tersebut menjadi konteks penting untuk memahami bagaimana ia memperkaya wawasan dan mengikuti perkembangan bidang industri sepanjang kariernya.
Di luar keterlibatannya di Samator Group, Heyzer Harsono tercatat pernah menjalankan peran dalam organisasi olahraga dan industri. Informasi yang tersedia menyebut tiga jabatan, yakni ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), anggota Konfederasi Bola Voli Asia, serta anggota dewan pembina Asosiasi Gas Industri Indonesia. Ketiga posisi tersebut berada dalam organisasi yang berbeda dan berkaitan dengan bidang olahraga bola voli maupun industri gas. Rincian mengenai tahun mulai dan berakhirnya masing-masing jabatan tidak dicantumkan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, penyebutan peran ini terbatas pada jabatan yang dapat diidentifikasi, tanpa menambahkan keterangan waktu atau uraian lain yang tidak disebutkan.
Dalam PBVSI, Heyzer disebut pernah menjabat sebagai ketua. Nama organisasi tersebut merujuk pada Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia, organisasi yang menaungi bola voli di Indonesia. Keterangan mengenai jabatan itu tidak disertai rincian masa kepemimpinan, periode tertentu, ataupun aktivitas yang dijalankan selama menjabat. Dengan demikian, fakta yang dapat disampaikan adalah bahwa ia pernah memegang posisi ketua di PBVSI. Informasi yang ada tidak menjelaskan lebih lanjut apakah peran tersebut berlangsung bersamaan dengan jabatan lain, ataupun bagaimana susunan kepengurusan pada masa itu. Penyebutan ini menempatkan keterlibatannya dalam organisasi olahraga sebagai bagian dari rekam jejak di luar perusahaan.
Di tingkat regional, Heyzer tercatat sebagai anggota Konfederasi Bola Voli Asia. Informasi yang sama juga menyebut keterlibatannya sebagai anggota dewan pembina Asosiasi Gas Industri Indonesia. Kedua jabatan tersebut berbeda dari posisi ketua PBVSI: satu berupa keanggotaan dalam konfederasi bola voli Asia, sedangkan satu lagi berada di dewan pembina asosiasi industri gas di Indonesia. Tidak tersedia keterangan tambahan mengenai masa keanggotaan, tugas khusus, atau kegiatan yang dilakukan dalam kedua organisasi tersebut. Oleh sebab itu, uraian mengenai peran organisasionalnya dapat disampaikan secara faktual melalui daftar jabatan ini, tanpa menafsirkan dampak atau kontribusi yang tidak dijelaskan oleh sumber informasi.
455 kunjungan






