Jakarta | Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menempatkan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, sebagai salah satu pemain yang patut diperhatikan menjelang Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Sorotan tersebut menegaskan posisi Idzes dalam rencana Indonesia menghadapi persaingan di level kontinental. Bek tengah itu dinilai memiliki pengaruh besar di lini pertahanan, baik melalui kemampuannya menjaga organisasi permainan maupun perannya dalam membantu skuad tetap solid menghadapi tekanan lawan. Penilaian ini juga mencerminkan perhatian terhadap perkembangan Indonesia sebagai tim yang kian kompetitif di sepak bola Asia. Kehadiran Idzes menjadi salah satu unsur penting dalam proses tersebut.
Menurut penilaian AFC, kontribusi Idzes tidak terbatas pada aspek teknis sebagai pemain bertahan. Kepemimpinannya dinilai memberi arah bagi rekan-rekan setim, sementara ketenangannya membantu Indonesia menjaga konsentrasi dalam situasi pertandingan yang menuntut. Karakter itu penting bagi sebuah tim yang berupaya tampil konsisten di turnamen besar, ketika tekanan dan intensitas permainan dapat berubah dengan cepat. Sebagai kapten, Idzes diharapkan terus menjadi figur yang mampu menyatukan lini belakang dan mendukung koordinasi antarpemain. Perannya turut memperkuat kepercayaan diri skuad Garuda dalam menghadapi lawan-lawan kuat di kawasan Asia.
AFC juga menilai pengalaman Idzes bermain di kompetisi papan atas Eropa sebagai modal berharga bagi Indonesia. Pengalaman menghadapi level persaingan tinggi dapat memberi bekal dalam membaca permainan, mengambil keputusan, serta mengelola tekanan saat tampil di panggung internasional. Modal tersebut berpotensi membantu skuad Garuda meningkatkan kesiapan menuju Piala Asia 2027, meski hasil tetap bergantung pada kerja kolektif tim dan persiapan yang dijalani. Pernyataan mengenai Idzes disampaikan dalam rilis resmi AFC yang disebut pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Sorotan itu menempatkan sang kapten sebagai salah satu sosok penting yang akan dipantau dalam perjalanan Indonesia menuju turnamen di Arab Saudi.
Perjalanan Jay Idzes menuju panggung sepak bola Eropa dimulai sejak usia muda, ketika ia menimba ilmu di akademi PSV Eindhoven pada 2009. Pengalaman di lingkungan klub besar itu menjadi bagian awal pembentukan kemampuannya sebagai pemain bertahan. Pada 2016, Idzes melanjutkan proses pengembangan di FC Eindhoven. Tahap-tahap tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal tuntutan latihan terstruktur dan persaingan dalam sistem sepak bola Belanda, sebelum ia memperoleh peluang untuk berkarier di level profesional.
Debut profesional Idzes berlangsung pada 2018 di kasta kedua Liga Belanda. Memulai karier senior di kompetisi tersebut menjadi langkah penting, sebab ia harus menyesuaikan diri dengan tempo permainan yang lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih besar di lapangan. Sebagai bek, ia dituntut menjaga organisasi pertahanan, membaca pergerakan lawan, serta membantu tim membangun serangan dari belakang. Pengalaman awal itu menjadi bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya dalam perjalanan kariernya.
Setelah debut, Idzes bergabung dengan Go Ahead Eagles dan memperkuat klub tersebut selama tiga musim. Dalam periode itu, ia mencatat 93 penampilan serta menyumbangkan tiga gol. Catatan tersebut menunjukkan peran yang cukup konsisten dalam tim, sekaligus memberinya pengalaman berharga menghadapi berbagai lawan di kompetisi Belanda. Masa bersama Go Ahead Eagles turut memperluas jam terbangnya dan membantu membangun reputasi sebagai pemain bertahan yang siap mengambil langkah ke lingkungan sepak bola yang lebih kompetitif.
Pada 2023, kepindahan ke Venezia FC di Italia menjadi lompatan besar berikutnya. Perpindahan ini membuka babak baru bagi Idzes, yang harus beradaptasi dengan budaya dan tuntutan permainan di luar Belanda. Bersama Venezia, ia ikut membantu klub meraih promosi ke Serie A, pencapaian penting bagi tim sekaligus tonggak dalam kariernya. Perjalanan dari akademi, kompetisi kasta kedua Belanda, hingga promosi bersama klub Italia menggambarkan perkembangan bertahap Idzes. Bek tersebut kini memiliki pengalaman lintas kompetisi yang menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan lebih besar di level internasional.Perjalanan Jay Idzes di sepak bola Italia mencatat sejumlah pencapaian bersejarah bagi pemain Indonesia dan Asia Tenggara. Pada Agustus 2024, ia menjalani debut di Serie A ketika tampil menghadapi Fiorentina. Penampilan tersebut menjadikannya pesepak bola Indonesia pertama yang bermain di kasta tertinggi liga Italia. Momen itu menandai langkah penting dalam kariernya sekaligus membuka catatan baru bagi keterlibatan pemain Indonesia di kompetisi tersebut. Debut melawan Fiorentina menjadi fakta utama dari pencapaiannya pada bulan itu, dengan Idzes tercatat sebagai pemain Indonesia pertama yang berhasil tampil di Serie A.
Catatan bersejarahnya berlanjut pada Desember 2024. Dalam pertandingan melawan Juventus, Idzes mencetak gol di kompetisi Serie A. Gol tersebut membuatnya menjadi pemain Asia Tenggara pertama yang mencetak gol di liga itu. Pencapaian tersebut memperluas arti kehadirannya di sepak bola Italia: ia bukan hanya menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Serie A, tetapi juga mencatat tonggak tersendiri bagi kawasan Asia Tenggara melalui golnya. Debut dan gol itu merupakan dua momen berbeda yang menempatkan namanya dalam catatan kompetisi, masing-masing pada Agustus dan Desember 2024.
Sejak Agustus 2025, Idzes memperkuat Sassuolo. Bersama klub tersebut, ia telah membukukan 38 penampilan. Angka itu menunjukkan jumlah laga yang sudah dijalaninya untuk Sassuolo, melanjutkan kiprahnya di sepak bola Italia setelah rangkaian pencapaian awalnya di Serie A. Dalam melihat perjalanan Idzes di Italia, informasi mengenai debutnya bersama Fiorentina, golnya ke gawang Juventus, serta jumlah penampilannya bersama Sassuolo memberikan gambaran mengenai catatan yang telah ia buat. Pencapaian-pencapaian itu juga menjelaskan alasan namanya menjadi sorotan: Idzes telah memegang dua status pertama bagi pemain dari Indonesia dan Asia Tenggara di Serie A, lalu terus mencatat penampilan bersama klubnya saat ini.
Perjalanan internasional Jay Idzes bersama Timnas Indonesia dimulai setelah ia resmi menjadi warga negara Indonesia pada 2023. Perubahan status tersebut membuka jalan bagi bek kelahiran Belanda itu untuk memperkuat skuad Garuda, sekaligus menambah pilihan pemain di lini pertahanan. Prosesnya berlanjut ke lapangan pada Maret 2024, ketika Idzes menjalani debut dalam pertandingan melawan Vietnam. Penampilan pertamanya menjadi awal keterlibatannya dalam agenda tim nasional pada level senior.
Kontribusi Idzes tidak berhenti pada laga debut. Lima hari kemudian, dalam pertandingan tandang melawan Vietnam, ia menyumbangkan satu gol. Catatan tersebut memberi penanda penting pada awal kiprahnya bersama Indonesia: dalam dua pertandingan pertamanya, ia bukan hanya menjalankan peran sebagai bek, tetapi juga ikut mencatatkan kontribusi langsung di sisi serangan. Rangkaian itu menjadi bagian dari perjalanan internasionalnya yang kini turut diperhatikan menjelang Piala Asia 2027.
Pengalaman klub Idzes juga menjadi konteks penting untuk membaca perannya. Ia membangun karier di sepak bola Eropa sebelum bergabung dengan tim nasional Indonesia, sehingga pengalamannya di kompetisi klub melengkapi rekam jejak yang ia tunjukkan bersama Garuda. Perjalanan sepak bola klub dan tim nasional tersebut menghadirkan gambaran tentang seorang pemain yang memiliki pengalaman di dua lingkungan kompetisi berbeda. Catatan ini relevan ketika AFC menyoroti pemain-pemain yang menjadi bagian dari perkembangan sepak bola di kawasan Asia.
Perhatian terhadap Idzes dengan demikian bertumpu pada rangkaian informasi yang jelas: status kewarganegaraan Indonesia sejak 2023, debut internasional melawan Vietnam pada Maret 2024, serta gol yang dicetak dalam laga tandang lima hari sesudahnya. Bersama pengalaman klubnya, data tersebut menjelaskan mengapa namanya masuk dalam sorotan AFC menjelang turnamen mendatang.







