Jakarta | Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara serah terima jabatan yang mencakup dua posisi penting di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Dua jabatan tersebut adalah Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, atau KSAD. Upacara itu menandai pergantian pejabat pada kedua posisi tersebut dalam satu rangkaian kegiatan. Dengan demikian, peristiwa ini bukan hanya terkait perubahan pada jabatan Wakil Panglima TNI, tetapi juga mencakup pergantian kepemimpinan di jajaran Angkatan Darat. Agus memimpin pelaksanaan serah terima jabatan itu sebagai Panglima TNI.
Dalam pergantian tersebut, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Pada saat yang sama, Letjen TNI Tandyo Budi Revita menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Perubahan itu menempatkan Maruli pada posisi Wakil Panglima TNI dan Tandyo pada jabatan KSAD. Kedua penugasan tersebut menjadi inti dari serah terima jabatan yang dipimpin Agus. Susunan pejabat baru pada dua posisi itu menegaskan cakupan upacara, yakni peralihan jabatan di tingkat pimpinan TNI serta di lingkungan matra darat. Tidak ada keterangan mengenai alasan pergantian yang disertakan dalam informasi peristiwa ini.
Serah terima jabatan merupakan bagian utama dari upacara yang dipimpin Panglima TNI tersebut. Pelaksanaannya mencakup dua jabatan secara bersamaan: Wakil Panglima TNI yang kini diemban Maruli Simanjuntak dan KSAD yang kini dijabat Tandyo Budi Revita. Karena itu, pemberitaan mengenai kegiatan ini perlu membedakan kedua posisi dan pejabat yang menerima tanggung jawab masing-masing. Agus Subiyanto memimpin prosesi tersebut, sementara Maruli dan Tandyo menjadi pejabat yang disebut dalam pergantian jabatan. Informasi yang tersedia memastikan siapa yang memimpin upacara serta siapa yang mengisi kedua jabatan, tanpa menguraikan sebab atau latar belakang perubahan. Inti peristiwanya adalah pengukuhan pergantian pada dua posisi pimpinan itu.
Jabatan Wakil Panglima TNI kini dipegang oleh Jenderal Maruli Simanjuntak. Perubahan tersebut menandai peralihan posisi dari Jenderal Tandyo Budi Revita kepada Maruli. Dengan demikian, Maruli resmi menjabat sebagai Wakil Panglima TNI, sementara Tandyo tidak lagi menduduki jabatan tersebut. Informasi ini menyampaikan perubahan pejabat secara langsung, tanpa menambahkan keterangan lain mengenai latar belakang atau tahapan pergantian.
Dalam perubahan jabatan yang sama, Jenderal Tandyo Budi Revita kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Peralihan itu menempatkan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI dan Tandyo sebagai KSAD. Kedua nama tersebut terkait dengan perubahan posisi yang diberitakan: Maruli menerima jabatan Wakil Panglima dari Tandyo, sedangkan Tandyo kini memegang jabatan KSAD. Perubahan ini sekaligus memperjelas kedudukan masing-masing pejabat setelah pergantian berlangsung.
Pokok informasi mengenai susunan jabatan terbaru tersebut terletak pada berpindahnya posisi Wakil Panglima TNI dari Tandyo kepada Maruli. Karena itu, penyebutan jabatan perlu membedakan dengan jelas posisi yang kini diemban masing-masing jenderal. Maruli menjabat Wakil Panglima TNI, sedangkan Tandyo menjabat KSAD. Keterangan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai perubahan tanpa memperluasnya dengan uraian tentang tugas jabatan, masa jabatan, maupun proses pengangkatan yang tidak disebutkan.
Dengan beralihnya jabatan itu, nama Maruli Simanjuntak kini melekat pada posisi Wakil Panglima TNI, menggantikan Jenderal Tandyo Budi Revita. Pada saat yang sama, Tandyo disebut sebagai KSAD. Jadi, inti perubahan yang perlu dicatat adalah serah terima jabatan Wakil Panglima TNI dari Tandyo kepada Maruli serta posisi Tandyo yang kini menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Keterangan tersebut merangkum susunan baru secara ringkas dan tetap berfokus pada perubahan jabatan.
Serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menandai peralihan kepemimpinan dari Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Dengan pergantian tersebut, Tandyo resmi mengemban tugas sebagai KSAD, sementara Maruli beralih dari jabatan yang telah dipegangnya menuju posisi Wakil Panglima TNI. Perubahan ini menempatkan keduanya pada tanggung jawab baru di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Dalam proses serah terima, jabatan KSAD secara formal diserahkan dari Maruli kepada Tandyo. Pergantian pimpinan ini merupakan bagian dari penyegaran susunan organisasi dan penetapan pejabat untuk mengisi posisi strategis di tubuh TNI. Maruli tidak lagi memimpin Angkatan Darat setelah serah terima berlangsung, sedangkan Tandyo meneruskan tugas sebagai pimpinan tertinggi matra darat. Peralihan jabatan tersebut sekaligus memperjelas perubahan peran masing-masing jenderal dalam struktur kepemimpinan TNI.
Penunjukan Tandyo sebagai KSAD berjalan beriringan dengan pengangkatan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI. Kedua perubahan jabatan itu berkaitan dalam rangkaian pergantian kepemimpinan, tetapi masing-masing memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab tersendiri. Sebagai KSAD, Tandyo memegang posisi pimpinan di Angkatan Darat, sedangkan Maruli menempati jabatan pada tingkat TNI. Serah terima jabatan menjadi penanda resmi bahwa tanggung jawab KSAD telah berpindah tangan. Dengan demikian, informasi mengenai pergantian tersebut mencakup dua hal utama: Maruli menyerahkan kepemimpinan Angkatan Darat kepada Tandyo, dan selanjutnya menjabat Wakil Panglima TNI. Keterangan ini menggambarkan perubahan susunan pejabat tanpa menambahkan penilaian mengenai dampak maupun arah kebijakan setelah pergantian berlangsung.
Upacara yang menandai penetapan Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Tandyo Budi Revita sebagai KSAD berlangsung di Ruang Hening, Gedung Soedirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Pelaksanaan tersebut dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Informasi lokasi dan waktu ini memberikan keterangan mengenai tempat serta tanggal berlangsungnya acara, tanpa memuat rincian lain tentang susunan kegiatan.
Ruang Hening berada di Gedung Soedirman yang berlokasi di lingkungan Markas Besar TNI di kawasan Cilangkap. Secara administratif, kawasan tersebut berada di Jakarta Timur. Penyebutan berurutan dari ruang, gedung, kompleks, hingga wilayah kota membantu memperjelas lokasi upacara secara spesifik. Dengan demikian, tempat acara dapat dikenali sebagai bagian dari Mabes TNI di Cilangkap, bukan sekadar disebut berlangsung di Jakarta.
Waktu pelaksanaan yang tercantum adalah Jumat, 16 Oktober 2026. Keterangan hari dan tanggal tersebut menjadi penanda waktu untuk acara di Ruang Hening. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan jam pelaksanaan, sehingga waktu dalam sehari tidak dapat dipastikan berdasarkan keterangan ini. Demikian pula, tidak ada rincian tambahan mengenai durasi acara atau urutan agenda yang dicantumkan.
Dalam pemberitaan mengenai jabatan baru kedua perwira tersebut, keterangan tempat dan tanggal dapat membantu pembaca memahami konteks pelaksanaan secara faktual. Namun, informasi yang dapat dipastikan untuk bagian ini terbatas pada nama lokasi dan waktu yang disebutkan: Ruang Hening, Gedung Soedirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Tidak disertakan keterangan mengenai peserta lain, rangkaian prosesi, maupun alasan pemilihan tempat dan waktu. Karena itu, uraian ini hanya mencatat lokasi dan tanggal acara, tanpa menambahkan detail yang belum tersedia.
Baca juga: Asrenum Panglima TNI Bersama Wamenhan RI Bahas RUU Reforma Agraria | Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 | Panglima TNI Tandatangani Nota kesepahaman Dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa







