Yogyakarta | Manajemen PSIM Yogyakarta memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean Paul van Gastel setelah menilai hasil tim pada awal kompetisi Super League 2026/2027 belum memuaskan. Keputusan tersebut disampaikan Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, dalam konferensi pers di Grha Pandawa, kompleks Balai Kota Yogyakarta, pada Sabtu (17/10/2026). Pengumuman itu menandai perubahan penting dalam arah kepelatihan klub, yang berlangsung ketika kompetisi masih berjalan pada fase awal. Manajemen menyampaikan keputusan secara terbuka melalui forum tersebut, sekaligus memberi penjelasan mengenai pertimbangan yang melatarbelakanginya. Fokus utama, sebagaimana disampaikan, adalah memastikan langkah klub tetap mengarah pada tujuan kompetitif serta menjaga kepentingan PSIM.
Posisi PSIM di klasemen sementara menjadi salah satu latar yang membuat keputusan ini mendapat perhatian. Tim berada di peringkat ke-16 dan masuk zona degradasi, sebuah situasi yang menunjukkan bahwa hasil awal belum sesuai dengan harapan klub. Peringkat tersebut menempatkan PSIM dalam tekanan untuk memperbaiki performa pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Bagi sebuah tim yang bersaing di Super League, posisi di papan bawah dapat membawa konsekuensi besar apabila tidak segera direspons. Namun, keterangan yang disampaikan manajemen menempatkan evaluasi terhadap capaian awal sebagai dasar umum keputusan, tanpa perlu menyimpulkan bahwa satu faktor tertentu menjadi penyebab tunggal. Kondisi klasemen menjadi konteks penting bagi langkah berikutnya.
Liana Tasno menjelaskan bahwa pengakhiran kerja sama diambil sebagai langkah untuk menjaga stabilitas dan keberlangsungan klub. Dengan demikian, keputusan tersebut diposisikan bukan sekadar sebagai respons terhadap satu hasil pertandingan, melainkan sebagai bagian dari upaya manajemen menghadapi situasi tim pada awal musim. Perubahan di kursi pelatih membuka fase baru bagi PSIM, sementara klub tetap perlu menjaga konsistensi pengelolaan dan fokus kompetisi. Stabilitas menjadi pertimbangan penting agar persiapan serta agenda tim dapat terus berjalan di tengah tekanan hasil. Di sisi lain, keberlangsungan klub mencakup kebutuhan untuk mempertahankan arah kerja yang jelas selama musim berlangsung. PSIM kini menghadapi tuntutan untuk merespons keadaan di klasemen dan berupaya memperbaiki posisinya.
PSIM Yogyakarta telah menunjuk caretaker untuk mengisi posisi kepala pelatih setelah kerja sama dengan Jean Paul van Gastel berakhir. Penunjukan ini menjadi langkah sementara agar persiapan tim tetap berjalan dan para pemain memiliki arahan yang jelas menjelang beberapa pertandingan mendatang. Manajemen tidak menyebutkan nama caretaker tersebut, sehingga fokus keputusan ini berada pada kebutuhan menjaga kesinambungan kepemimpinan tim, bukan pada sosok yang ditunjuk.
Dalam masa peralihan, caretaker akan menjalankan tanggung jawab kepelatihan untuk sementara waktu. Peran tersebut diperlukan untuk mendampingi pemain dalam latihan, menyusun persiapan pertandingan, serta memastikan agenda tim tetap terlaksana. Kehadiran pelatih sementara juga memberi ruang bagi manajemen untuk melanjutkan evaluasi tanpa menghentikan kegiatan teknis yang dibutuhkan tim. Dengan demikian, perubahan di posisi kepala pelatih tidak serta-merta mengganggu rutinitas persiapan PSIM.
Meski berpisah dengan Van Gastel, manajemen tetap mempertahankan staf pendukung yang selama ini bekerja bersama tim. Di mereka adalah pelatih fisik dan pelatih kiper. Keputusan untuk tidak mengubah seluruh susunan staf menunjukkan bahwa kebutuhan tim pada masa transisi tidak hanya berkaitan dengan arahan kepala pelatih, tetapi juga mencakup aspek kebugaran serta kesiapan penjaga gawang. Kedua bidang itu tetap penting dalam menjaga kondisi pemain menjelang pertandingan.
Staf pendukung tersebut dipertahankan karena masih dibutuhkan untuk mengawal kesiapan pemain, sementara evaluasi terhadap tim terus berlangsung. Pelatih fisik dapat membantu memantau kondisi dan kebugaran skuad, sedangkan pelatih kiper tetap mendampingi penjaga gawang dalam program latihan. Langkah ini memberi kesinambungan pada pekerjaan harian tim di tengah perubahan kepemimpinan. Selama proses penilaian berlangsung, PSIM dapat tetap menyiapkan pemain dengan dukungan staf yang memahami kebutuhan mereka. Penunjukan caretaker dan dipertahankannya staf pendukung menjadi bagian dari pengelolaan transisi tersebut, sembari manajemen menimbang langkah berikutnya bagi tim.
Liana Tasno belum mengungkapkan nama calon pelatih kepala definitif yang akan menangani PSIM Yogyakarta setelah klub mengakhiri kerja sama dengan Jean Paul van Gastel. Hingga saat ini, manajemen belum menyampaikan identitas sosok yang dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut. Karena itu, belum ada kandidat yang dapat dipastikan akan menjadi pengganti, dan informasi mengenai proses pencarian masih terbatas pada keterangan resmi yang telah disampaikan.
Meski belum menyebutkan nama, Liana menjelaskan bahwa manajemen perlu bekerja keras untuk mencari pelatih pengganti. Upaya itu harus dilakukan dengan memperhatikan batas waktu yang berlaku dalam regulasi kompetisi. Berdasarkan keterangannya, pengganti pelatih kepala perlu dicari dalam tenggat paling lambat satu bulan. Batas tersebut menjadikan proses pencarian sebagai pekerjaan yang harus ditangani secara serius oleh klub, tanpa mengabaikan kebutuhan untuk menentukan sosok yang sesuai.
Regulasi kompetisi menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam masa transisi kepelatihan ini. Manajemen dituntut mengelola proses pergantian setelah keputusan pemutusan kerja sama, sekaligus memastikan pencarian berlangsung dalam rentang waktu yang ditetapkan. Namun, Liana tidak merinci tahapan seleksi, jumlah kandidat, ataupun waktu pengumuman. Dengan demikian, belum ada dasar untuk menyimpulkan siapa yang akan dipilih atau kapan PSIM memperkenalkan pelatih kepala baru kepada publik.
Liana juga berharap keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan van Gastel mendapat dukungan dari para pemain serta kelompok suporter Brajamusti dan The Maident. Dukungan dari berbagai unsur klub dinilai penting di tengah perubahan yang sedang berlangsung, ketika tim dan manajemen menghadapi kebutuhan untuk melanjutkan persiapan. Harapan tersebut tidak mengubah fakta bahwa nama pelatih definitif belum diumumkan. Untuk saat ini, perhatian manajemen masih tertuju pada pencarian pengganti sesuai batas regulasi, sementara pemain dan suporter diharapkan dapat memahami keputusan yang telah diambil serta mendukung proses yang berjalan.
Manajer Tim PSIM Yogyakarta, Ikhsan Mahar, meminta para suporter tetap memberikan dukungan positif di tengah dinamika yang sedang dihadapi tim. Perubahan dalam lingkungan klub dapat memunculkan beragam tanggapan, tetapi dukungan yang konstruktif dinilai penting agar pemain dan seluruh elemen tim dapat menjaga konsentrasi. Permintaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan kompetisi tidak hanya ditentukan oleh satu keputusan atau satu periode. PSIM perlu menghadapi situasi yang ada dengan sikap tenang, sementara suporter dapat menunjukkan kepedulian melalui dukungan yang membantu tim bergerak maju. Dengan demikian, perhatian publik tetap diarahkan pada upaya bersama untuk menjaga semangat dan kesiapan menghadapi agenda berikutnya.
Pesan Ikhsan disampaikan ketika PSIM perlu segera mengalihkan perhatian ke dua pertandingan tandang krusial. Agenda tersebut membuat waktu untuk larut dalam dinamika di luar persiapan pertandingan menjadi terbatas. Tim harus memusatkan energi pada pekerjaan yang dapat dilakukan, termasuk menjaga fokus dan mempersiapkan diri secara menyeluruh. Tidak ada rincian mengenai lawan, jadwal, maupun lokasi yang perlu ditambahkan; hal yang diketahui adalah bahwa dua laga tandang itu menjadi prioritas terdekat. Dalam keadaan seperti ini, dukungan positif dari suporter dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif, sekaligus memberi ruang bagi tim untuk menjalankan persiapan tanpa tekanan yang tidak perlu.
Peralihan fokus tersebut bukan berarti mengabaikan dinamika yang sedang berlangsung, melainkan menempatkannya secara proporsional sambil menghadapi tanggung jawab kompetitif. PSIM dituntut untuk mempersiapkan diri menghadapi dua laga tandang dengan keseriusan, dan dukungan suporter dapat menjadi bagian dari dorongan moral bagi tim.
Baca juga: Persiapan PSIM Yogyakarta Menjelang Pertandingan Melawan Madura United







