Surabaya, 21 Mei 2026 – Suasana siang hari di PT PAL Indonesia, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya, Kamis, mendadak sibuk sejak pukul 13.00 WIB. Tidak ada kemeriahan hiburan, tapi gelaran kunjungan kerja yang menarik perhatian para pekerja dan jajaran manajemen. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, bersama rombongan, hadir untuk meninjau langsung kemajuan teknologi pertahanan maritim yang tengah dikembangkan di galangan kapal nasional tersebut.
Sekitar 50 orang terdiri dari pejabat kementerian, staf khusus, serta tim ahli turut mendampingi menteri dalam kunjungan ini. Mereka disambut oleh jajaran Direksi PT PAL Indonesia yang dipimpin CEO, Dr. Kaharuddin Djenod, di area Transformation Hall, markas kegiatan internal yang menyajikan presentasi dan profil perusahaan melalui video serta paparan strategi pengembangan industri pertahanan.
Momen pertama, tepat pukul 13.03 WIB, menjadi pembuka kunjungan yang cukup tertib. Setelah disambut dengan hangat oleh Direksi PT PAL, Agus Harimurti Yudhoyono bersama rombongan menyaksikan paparan mengenai visi digitalisasi dan modernisasi galangan kapal untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Paparan tersebut menekankan pentingnya inovasi, efisiensi proses produksi, dan integrasi teknologi modern dalam pembangunan kapal perang dan kapal niaga.
Tak lama kemudian, rombongan bergerak menuju Graving Dock 50.000 DWT “Semarang,” divisi kapal niaga, pada pukul 14.07 WIB. Di sana, Menteri Agus menerima penjelasan dari CEO PT PAL terkait proyek pembangunan kapal perang untuk pesanan Filipina dan Uni Emirat Arab yang tengah dibangun. Teknologi canggih, sistem konstruksi modular, hingga prosedur keselamatan kerja menjadi sorotan dalam paparan tersebut.
“Industri pertahanan maritim bukan sekadar memproduksi kapal, tapi memastikan setiap unit memenuhi standar internasional dan mampu mendukung kemandirian bangsa,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono di hadapan jajaran direksi dan awak media yang hadir untuk mendokumentasikan kunjungan.
Selepas sesi paparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama pukul 14.20 WIB sebagai tanda dokumentasi kunjungan resmi. Tidak lama kemudian, Menteri dan rombongan meninjau proyek Dermaga Kapal Selam. Tepat pukul 14.30 WIB, mereka meninjau secara langsung pembangunan Kapal Selam tanpa Awak Autonomus (KSOT), salah satu proyek unggulan PT PAL yang menggabungkan teknologi otonom dan sistem pertahanan canggih.
Dalam peninjauan ini, CEO PT PAL menekankan bagaimana setiap proyek dikembangkan melalui proses riset dan pengawasan ketat. Teknologi modern dipadukan dengan tenaga kerja ahli lokal untuk memastikan kualitas produksi tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi langsung bagi kementerian terkait efektivitas pengembangan industri pertahanan di tanah air.
Pukul 14.54 WIB, Menteri Agus menyempatkan diri memberikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia menekankan bahwa kunjungan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga meninjau implementasi strategi nasional dalam pengembangan industri pertahanan maritim. Semua proyek yang ditinjau harus mampu mendukung keamanan nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kemajuan teknologi dalam negeri.
“Setiap kapal yang dibangun di PT PAL adalah bukti nyata komitmen Indonesia untuk mandiri dalam industri pertahanan. Kita harus memastikan teknologi ini berkembang dengan baik dan dapat digunakan secara optimal untuk kepentingan nasional,” ucapnya.
Selain meninjau kapal niaga dan kapal perang, Menteri Agus juga memberikan perhatian khusus pada keselamatan kerja dan manajemen proyek di lapangan. Seluruh tim, termasuk Kepala Proyek KSOT dan direktur terkait, diingatkan untuk memastikan prosedur keselamatan dipatuhi. Hal ini dianggap krusial agar proyek berjalan lancar tanpa insiden yang menghambat produktivitas dan jadwal pengiriman.
Kunjungan dilanjutkan dengan pengarahan yang dilakukan oleh berbagai pimpinan PT PAL dan pejabat terkait. COO PT PAL Indonesia, Diana Rosa, S.T., M.Tp, bersama CTO, Briljan Gazalba, menjelaskan inovasi teknis terbaru yang diimplementasikan di setiap unit produksi. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Pramusti Indrascaryo, menyampaikan strategi efisiensi anggaran dan pengelolaan risiko, sementara GM Perencanaan Strategis, Edi Rianto, S.T., M.T., memaparkan roadmap pengembangan teknologi kapal perang dan sistem otonom di masa mendatang.
Sementara itu, Laksda I Gung Putu Alit Jaya, Pangkoarmada II, menyatakan apresiasi atas capaian PT PAL dalam mendukung kebutuhan operasional TNI AL dan menekankan pentingnya sinergi antara industri dan militer. Kunjungan ini sekaligus menjadi platform koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, industri strategis, dan aparat pertahanan untuk memastikan setiap proyek selaras dengan kebutuhan keamanan nasional.
Selama kunjungan berlangsung, Menteri Agus menekankan prinsip “dari kita, oleh kita, untuk kita” dalam setiap aspek pembangunan industri pertahanan. Ia ingin memastikan bahwa kemampuan produksi alutsista Indonesia terus berkembang dengan mengandalkan SDM lokal, inovasi teknologi, dan pengawasan yang profesional. Selain itu, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan PT PAL dalam memenuhi pesanan internasional dan memperkuat reputasi industri pertahanan Indonesia di mata dunia.
Sekitar pukul 15.15 WIB, rangkaian kunjungan kerja resmi ditutup. Menteri Agus dan rombongan meninggalkan area dermaga kapal selam dengan catatan bahwa seluruh proyek yang ditinjau berjalan lancar, sesuai standar, dan aman. Tidak ada gangguan berarti selama kegiatan berlangsung, menandai koordinasi yang solid antara kementerian, manajemen PT PAL, dan tim proyek.
Menurut Dr. Kaharuddin Djenod, CEO PT PAL, kunjungan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas manajemen perusahaan kepada pemerintah. “Kami ingin memastikan bahwa semua program strategis berjalan sesuai target, dengan kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan, dan mampu mendukung kemandirian pertahanan nasional,” ujarnya.
Selain fokus pada teknologi, Menteri Agus juga menekankan aspek SDM dan manajemen industri. Ia menekankan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi pekerja, adopsi teknologi terbaru, serta strategi pengelolaan proyek yang profesional. Semua ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa setiap kapal, baik niaga maupun perang, diproduksi dengan standar tinggi dan mendukung kepentingan nasional.
Kegiatan ini juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi antara kementerian, direksi PT PAL, dan berbagai pihak terkait mengenai prioritas proyek pertahanan maritim. Dari kapal niaga, kapal perang, hingga kapal selam otonom, semua menjadi perhatian Menteri Agus. Ia ingin memastikan tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekosistem industri pertahanan secara menyeluruh.
Rangkaian kunjungan kerja ini menunjukkan bahwa pemerintah serius mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan PT PAL sebagai pusat produksi strategis. Dari presentasi internal, peninjauan lapangan, hingga pernyataan pers, Menteri Agus menekankan pentingnya inovasi, profesionalitas, keselamatan kerja, dan koordinasi lintas sektor untuk mencapai visi tersebut.
Menjelang pukul 15.20 WIB, seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai. Menteri Agus beserta rombongan meninggalkan lokasi secara tertib. Bagi para pekerja dan jajaran manajemen PT PAL, kunjungan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan progres nyata dan kesiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri pertahanan masa depan.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan kemandirian pertahanan Indonesia bukan sekadar wacana. Setiap kapal yang diproduksi, inovasi yang diterapkan, serta sinergi yang dibangun, merupakan langkah nyata menuju industri pertahanan nasional yang modern, profesional, dan berdaya saing global.


