Sepuluh Lurah Finalis BSA 2026 Jalani Penilaian Presentasi di Jakarta Pusat

oleh -23 Dilihat
oleh
Sepuluh Lurah Finalis BSA 2026 Jalani Penilaian Presentasi di Jakarta Pusat

Jakarta | Sepuluh lurah yang masuk dalam daftar finalis Benyamin S Award (BSA) 2026 mengikuti tahap penilaian presentasi di Jakarta Pusat pada Kamis pagi, 15 Oktober. Tahap ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi bagi para finalis, yang berkesempatan memaparkan berbagai upaya dan program di wilayah masing-masing di hadapan tim penilai. Kehadiran seluruh finalis menandai dimulainya sesi presentasi sebagai salah satu agenda penting dalam proses penilaian tahun ini.

Acara dibuka dengan arahan Nirwono Joga, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang pembangunan dan tata kota. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa BSA kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Ia juga menegaskan bahwa ajang tersebut merupakan salah satu program unggulan gubernur, sekaligus bentuk perhatian terhadap peran kelurahan dalam pembangunan kota. Arahan pembuka itu memberikan konteks mengenai posisi BSA dalam agenda pembangunan Jakarta.

Nirwono berharap BSA dapat berkembang melampaui fungsi sebagai ajang penilaian bagi para lurah. Menurutnya, program ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi Jakarta untuk bergerak menuju status kota global. Harapan tersebut menempatkan kerja di tingkat kelurahan dalam cakupan yang lebih luas: upaya membangun kota yang berkembang dan mampu menjawab kebutuhan warganya dapat mendukung cita-cita Jakarta di masa mendatang. Dengan demikian, hasil kerja lokal memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan kota secara keseluruhan.

Penilaian presentasi memberi ruang bagi sepuluh finalis untuk menyampaikan paparan secara langsung dalam tahapan akhir BSA 2026. Bagi peserta, sesi ini merupakan kesempatan untuk menjelaskan pekerjaan dan pendekatan yang dijalankan di wilayahnya, sementara bagi tim penilai menjadi bagian dari proses memperoleh gambaran mengenai setiap finalis. Pembukaan oleh Nirwono sekaligus menggarisbawahi bahwa BSA tidak hanya berkaitan dengan pencapaian individu, tetapi juga dengan peran kelurahan dalam mendukung pembangunan Jakarta. Pelaksanaan sesi di Jakarta Pusat pada Kamis pagi itu menjadi awal agenda presentasi para finalis dalam rangkaian penilaian tahun kedua program tersebut.

Upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global tidak hanya bergantung pada pembangunan berskala besar, tetapi juga pada kualitas lingkungan dan pelayanan di tingkat wilayah. Dalam penilaian BSA 2026, empat aspek—bersih, nyaman, indah, dan sejahtera—menjadi landasan yang perlu diterjemahkan melalui program nyata di setiap kelurahan. Karena itu, para lurah finalis diminta menampilkan langkah, hasil, dan keterlibatan warga yang menunjukkan penerapan keempat kategori tersebut.

Aspek bersih dapat dijelaskan melalui pengelolaan sampah, kebersihan ruang publik, serta kebiasaan menjaga lingkungan. Kenyamanan berkaitan dengan kondisi kawasan yang aman, tertib, mudah diakses, dan mendukung aktivitas warga. Sementara itu, unsur indah mencakup penataan ruang, penghijauan, dan pemeliharaan fasilitas agar lingkungan tampak terawat. Kategori sejahtera memberi ruang bagi peserta untuk memaparkan upaya yang mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk pelayanan kelurahan serta pemberdayaan warga. Keempat aspek tersebut saling berhubungan dan menjadi gambaran kontribusi wilayah terhadap arah pembangunan Jakarta.

Setiap peserta memperoleh waktu sepuluh menit untuk menyampaikan presentasi mengenai penerapan kategori BSA 2026. Dalam durasi tersebut, para lurah perlu menguraikan program unggulan secara terarah, menyertakan capaian yang relevan, dan menjelaskan manfaatnya bagi masyarakat. Video pemaparan turut ditayangkan sebagai bagian dari presentasi, sehingga informasi mengenai kegiatan maupun kondisi di wilayah dapat disampaikan secara visual. Penggunaan waktu yang terbatas menuntut peserta menyusun materi dengan jelas, memilih contoh yang mewakili, serta menghubungkan program dengan empat aspek penilaian.

Usai pemaparan, penilaian berlanjut melalui sesi bersama juri selama delapan menit. Sesi ini mencakup pertanyaan mengenai materi yang disampaikan, sekaligus kesempatan bagi juri untuk memberikan masukan atau rekomendasi bagi kelurahan. Dengan demikian, proses penilaian tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan capaian, tetapi juga sarana memperoleh perspektif tambahan bagi pengembangan program. Paparan yang kuat diharapkan memperlihatkan bagaimana prinsip bersih, nyaman, indah, dan sejahtera dapat diterapkan secara konsisten serta memberi dampak bagi warga.

Tahap penilaian presentasi dalam rangkaian BSA 2026 menghadirkan empat juri yang menelaah paparan sepuluh lurah finalis. Nirwono Joga turut menilai bersama pengamat tata kota Yayat Supriyatna; Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia, Endra S. Atmawidjaja; serta Director dan Chief Knowledge Officer Ruang Waktu, Wicaksono Sarosa. Dengan latar keahlian yang beragam, para juri mengikuti rangkaian presentasi setiap kelurahan secara berurutan di Jakarta Pusat.

Urutan paparan dimulai dari Kelurahan Kebon Sirih. Setelah itu, giliran Kelurahan Kelapa Gading Timur menyampaikan presentasinya, disusul Kelurahan Srengseng dan Kelurahan Sukabumi Utara. Rangkaian berlanjut dengan Kelurahan Taman Sari, kemudian Kelurahan Kebon Baru dan Kelurahan Cilandak Barat. Sesudah ketiganya, Kelurahan Utan Kayu Selatan dan Kelurahan Malaka Sari mendapat giliran untuk memaparkan materi di hadapan panel penilai.

Kelurahan Pulau Panggang menjadi peserta terakhir dalam urutan presentasi tersebut. Susunan ini menempatkan sepuluh finalis dalam satu rangkaian, dari Kebon Sirih sebagai pembuka hingga Pulau Panggang sebagai penutup. Setiap lurah menyampaikan paparan masing-masing di hadapan empat juri, yang mencermati seluruh peserta dalam tahap penilaian yang sama. Kehadiran para juri dengan pengalaman di bidang tata kota, teknik penyehatan dan lingkungan, serta pengetahuan perkotaan menjadi bagian dari proses penilaian presentasi finalis.

Urutan yang telah ditetapkan juga memastikan setiap kelurahan memperoleh giliran untuk menyampaikan paparan dalam agenda tersebut. Setelah seluruh presentasi selesai, rangkaian penilaian mencakup kontribusi semua finalis, tanpa mengubah susunan peserta yang telah dimulai dari Kebon Sirih dan berakhir di Pulau Panggang. Dengan demikian, tahap ini menjadi sesi bersama bagi para juri untuk mendengarkan paparan sepuluh kelurahan yang masuk final BSA 2026. Informasi mengenai susunan panel dan urutan peserta memberikan gambaran jelas mengenai jalannya agenda presentasi di Jakarta Pusat.

Benyamin S Award (BSA) merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah, Sekretariat Daerah. Penghargaan ini memberikan perhatian pada peran lurah dalam mendorong kemajuan lingkungan dan meningkatkan kualitas wilayah di Jakarta. Melalui BSA, upaya serta komitmen para lurah memperoleh ruang untuk dikenali dan dinilai, termasuk melalui rangkaian penilaian yang diikuti para finalis tahun ini.

Ajang tersebut ditujukan untuk mengapresiasi lurah yang berhasil membawa perubahan positif bagi wilayahnya. Peningkatan kualitas tidak hanya berkaitan dengan tampilan lingkungan, tetapi juga dengan berbagai upaya yang mendukung kehidupan warga sehari-hari. Komitmen mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, serta sejahtera menjadi semangat yang mendasari penghargaan ini. Karena itu, kerja lurah dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan lingkungan memiliki peran penting dalam membangun kualitas hidup di tingkat kelurahan.

Penilaian terhadap para finalis menjadi kesempatan untuk menyampaikan capaian dan pendekatan yang telah dilakukan di wilayah masing-masing. Dalam sesi presentasi di Jakarta Pusat, para lurah finalis dapat memaparkan upaya peningkatan kualitas wilayah di hadapan tim penilai. Proses ini juga memberi gambaran mengenai beragam langkah yang ditempuh untuk menjawab kebutuhan lingkungan dan warga. Setiap wilayah memiliki kondisi tersendiri, sehingga pengalaman dan inisiatif para lurah dapat memperlihatkan cara yang beragam dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan.

Melalui penyelenggaraan BSA, pemerintah daerah mendorong pengakuan terhadap kerja nyata di tingkat kelurahan sekaligus menegaskan pentingnya komitmen berkelanjutan. Apresiasi diharapkan dapat menguatkan semangat para lurah untuk terus menjaga lingkungan, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung kesejahteraan warga. Rangkaian penilaian akan menjadi bagian dari proses sebelum hasilnya diumumkan.

Baca juga: Beragam Acara Menarik di Jakarta Pusat Bulan September 2026 | Pengumuman Finalis Opsi 2026: Cara Cek Hasil Seleksi | Inisiatif Energi dan Digital: IEE Series Energy Week 2026 di Jakarta