Dinkes Palangka Raya Salurkan Masker dan Susu untuk Warga di Tengah Kabut Asap

oleh -654 Dilihat
oleh
Dinkes Palangka Raya Salurkan Masker dan Susu untuk Warga di Tengah Kabut Asap

KOTA PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyalurkan masker dan suplemen susu gratis kepada warga pada Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Diponegoro, Palangka Raya, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat di tengah bencana kabut asap yang melanda wilayah tersebut.

Pembagian masker dilakukan untuk membantu warga mengurangi paparan udara yang kualitasnya memburuk akibat kabut asap. Sementara itu, susu dibagikan sebagai suplemen gratis bagi masyarakat. Kedua jenis bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dalam menjaga kesehatan warga selama kondisi udara belum kembali membaik.

Kabut asap dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat, sehingga perlindungan diri menjadi hal penting. Melalui kegiatan di Jalan Diponegoro, Dinas Kesehatan memberikan dukungan langsung kepada warga yang berada di wilayah Palangka Raya. Masker diharapkan dapat digunakan sebagai perlindungan saat masyarakat beraktivitas, sedangkan suplemen susu menjadi bantuan tambahan yang disalurkan bersamaan dalam kegiatan tersebut.

Langkah ini menunjukkan respons Dinas Kesehatan terhadap keadaan lingkungan yang sedang dihadapi masyarakat. Penyaluran dilakukan secara gratis agar bantuan dapat diterima warga tanpa biaya. Dengan membagikan masker dan susu, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya berupaya mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat selama bencana kabut asap dan penurunan kualitas udara berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyampaikan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan berupa 5.000 suplemen susu dan 1.000 masker kepada warga di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya membantu melindungi kesehatan masyarakat yang terdampak kondisi udara kurang baik.

Menurut Riduan, masker dibagikan untuk membantu mengurangi paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan warga. Sementara itu, susu diberikan sebagai suplemen untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Palangka Raya. Pembagian kedua jenis bantuan tersebut ditujukan agar warga memperoleh perlindungan sekaligus dukungan bagi kondisi tubuhnya dalam menghadapi kualitas udara yang menurun.

Riduan menjelaskan bahwa pembagian masker secara rutin dilakukan setiap kali kabut asap terjadi. “Pembagian masker rutin dilakukan saat kabut asap, sedangkan pada kegiatan pagi itu ditambahkan susu sebagai suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menyehatkan paru-paru,” ujar Riduan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tambahan susu dalam kegiatan itu menjadi bentuk dukungan lain selain pembagian masker, dengan sasaran membantu warga mempertahankan kesehatan selama kabut asap berlangsung.

Penyaluran 5.000 suplemen susu dan 1.000 masker itu menjadi langkah Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dalam memberikan bantuan langsung kepada masyarakat. Masker dan susu dibagikan dengan tujuan membantu warga tetap terlindungi serta menjaga daya tahan tubuh ketika kualitas udara memburuk. Melalui bantuan tersebut, masyarakat memperoleh perlengkapan pelindung dan suplemen yang diharapkan dapat mendukung kesehatan mereka selama kondisi kabut asap.

Langkah lanjutan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dilakukan dengan memastikan ketersediaan masker di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kebijakan ini penting karena puskesmas menjadi tempat pertama yang didatangi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan. Di tengah kabut asap, warga yang datang tidak hanya membutuhkan layanan medis, tetapi juga perlindungan untuk mengurangi paparan partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Setiap pasien yang datang ke puskesmas di Palangka Raya akan memperoleh masker secara gratis. Penyediaan tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, atau mata perih akibat kualitas udara yang menurun. Dengan tersedianya masker di fasilitas kesehatan, pasien dapat menggunakannya selama berada di lingkungan pelayanan maupun ketika melanjutkan aktivitas setelah menerima pemeriksaan.

Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Riduan, menjelaskan bahwa pemberian vitamin kepada warga sebenarnya telah biasa dilakukan dalam kegiatan kesehatan. Namun, kegiatan kali ini memiliki tambahan berupa suplemen susu. Pemberian tersebut melengkapi dukungan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap, dengan tetap menempatkan masker sebagai perlindungan utama terhadap paparan udara yang kurang sehat.

Ketersediaan masker dan tambahan suplemen itu menunjukkan bahwa respons kesehatan tidak hanya berfokus pada penanganan keluhan setelah muncul. Dinas Kesehatan juga berupaya memperkuat pencegahan melalui perlindungan dasar serta dukungan nutrisi bagi warga. Masyarakat yang berobat ke puskesmas dapat memanfaatkan layanan tersebut sekaligus mengikuti arahan tenaga kesehatan mengenai penggunaan masker dan upaya menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih berlangsung.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan bahwa penyaluran masker dan susu kepada warga akan terus dilanjutkan di sejumlah wilayah. Aksi sosial tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang masih memengaruhi aktivitas warga. Bantuan diberikan untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan, terutama mereka yang berada di kawasan terdampak dan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

Menurut data pemerintah daerah, tercatat lebih dari 10.240 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode kebakaran hutan dan lahan sejak Juni hingga awal Oktober 2026. Data itu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam merespons kondisi kesehatan warga. Penyaluran masker dan susu dilakukan sebagai bagian dari langkah sosial yang akan diteruskan sesuai kebutuhan di wilayah Palangka Raya.

Fairid mengatakan keberlanjutan aksi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah masyarakat. Pemerintah juga mengimbau warga agar memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing selama kabut asap berlangsung. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara sedang kurang baik atau jarak pandang menurun.

Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau memakai masker dengan benar untuk membantu melindungi saluran pernapasan. Masker perlu digunakan selama berada di luar rumah dan diganti apabila sudah kotor atau tidak layak pakai. Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak, atau keluhan lain yang mengganggu. Pemeriksaan diperlukan agar keluhan kesehatan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.