Jakarta | Nutryfarm International, perusahaan distributor durian asal Singapura, menghadapi tekanan dari sejumlah pemegang saham yang meminta perubahan pada jajaran pimpinan. Sorotan utama tertuju kepada CEO Niu Liming. Para pemegang saham tersebut menghendaki agar ia diberhentikan dari posisi direktur sekaligus dilepas dari seluruh jabatan lain yang dipegangnya dalam grup. Desakan itu menjadi inti konflik tata kelola yang kini berkembang di perusahaan.
Kelompok pemegang saham yang secara bersama-sama memiliki 10% saham Nutryfarm meminta perusahaan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa pada 9 Oktober 2026. Permintaan itu dimaksudkan agar sejumlah usulan terkait susunan dewan dan kepemimpinan perusahaan dapat dibahas oleh para pemegang saham. Pengajuan rapat luar biasa memberi jalur formal bagi kelompok tersebut untuk menyampaikan tuntutan, tetapi tidak dengan sendirinya mengubah posisi para pejabat perusahaan.
Selain mengusulkan pemberhentian Niu, kelompok itu meminta agar Charlie In diangkat sebagai anggota dewan. Mereka juga mengusulkan supaya dewan mempertimbangkan Charlie In untuk mengisi posisi CEO baru. Dengan demikian, agenda yang diminta mencakup perubahan pada keanggotaan dewan serta pertimbangan mengenai pengganti pimpinan eksekutif. Usulan tersebut belum berarti bahwa Charlie In telah ditunjuk atau bahwa dewan telah menyetujui pencalonannya.
Status setiap tuntutan masih berupa permintaan yang diajukan pemegang saham. Keputusan mengenai pelaksanaan rapat, pembahasan usulan, dan hasil pemungutan suara akan mengikuti proses perusahaan serta ketentuan yang berlaku. Sampai proses tersebut menghasilkan keputusan, Niu Liming belum dapat dinyatakan telah diberhentikan, sementara susunan kepemimpinan Nutryfarm tetap belum dipastikan berubah. Perbedaan ini penting untuk membedakan tekanan pemegang saham dari keputusan resmi perusahaan.
Rapat yang diminta itu berpotensi menjadi forum penentu bagi para pemegang saham untuk menilai arah pengawasan dan kepemimpinan Nutryfarm. Namun, hasil akhirnya bergantung pada proses dan keputusan yang diambil, bukan semata-mata pada pengajuan kelompok pemegang saham dengan kepemilikan gabungan 10% tersebut. Untuk saat ini, perkembangan ini menunjukkan adanya desakan agar perusahaan meninjau kepemimpinan Niu dan mempertimbangkan Charlie In, tanpa memastikan bahwa salah satu usulan akan disahkan.
Polemik tata kelola Nutryfarm berpusat pada hak suara yang akan digunakan Niu dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Pada 11 Oktober 2026, perusahaan mengungkapkan telah menerima surat dari sejumlah pemegang saham sehari sebelumnya, yakni 10 Oktober. Surat tersebut mempertanyakan dasar dan keabsahan hak suara Niu dalam rapat itu, yang disebut berasal dari kuasa yang diberikan Jia Lijie, pemegang saham terbesar Nutryfarm.
Keberatan para pemegang saham berkaitan dengan apakah kuasa tersebut memungkinkan Niu menggunakan hak suara atas nama Jia dalam RUPSLB. Persoalan ini dinilai penting karena suara yang dipersoalkan dapat berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan perusahaan. Namun, informasi yang disampaikan Nutryfarm sejauh ini berupa adanya keberatan dalam surat tersebut; hal itu tidak dengan sendirinya menetapkan bahwa kuasa atau penggunaan hak suara tersebut tidak sah. Penilaian atas dasar kuasa dan prosedur rapat masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu ditelaah.
Surat lain dari kelompok pemegang saham yang sama, tertanggal 9 Oktober, memuat tuntutan terpisah terhadap Niu. Mereka meminta agar Niu segera dicopot dari seluruh jabatan eksekutif di perusahaan. Kelompok itu juga menuntut agar Niu tidak berpartisipasi dalam pembahasan dewan maupun pemungutan suara yang berkaitan dengan pencopotannya sendiri. Dengan demikian, tuntutan tersebut mencakup bukan hanya hasil yang diminta, tetapi juga keterlibatan Niu dalam proses yang berpotensi menentukan kedudukannya.
Perusahaan menyatakan sedang menelaah tuduhan dan keberatan yang diajukan para pemegang saham serta meminta nasihat hukum. Respons ini menunjukkan bahwa Nutryfarm belum menyampaikan kesimpulan mengenai keabsahan kuasa suara maupun tuntutan pencopotan tersebut. Nasihat hukum dapat membantu perusahaan menilai dokumen kuasa, aturan yang berlaku, dan prosedur pengambilan keputusan dewan serta RUPSLB. Hingga penelaahan itu selesai, polemik tetap berada pada tahap pemeriksaan, sementara para pemegang saham menunggu kejelasan mengenai hak suara Niu dan tata cara penanganan tuntutan terhadapnya.
Perubahan arah usaha Nutryfarm berlangsung ketika perusahaan masih dikenal terutama melalui kegiatan di bidang nutrisi dan makanan kesehatan. Bisnis tersebut menjadi bagian dari latar perusahaan sebelum Nutryfarm memperluas aktivitasnya ke distribusi durian. Langkah ke sektor pertanian dan perdagangan buah itu menunjukkan bahwa perusahaan telah menjajaki bidang di luar kegiatan awalnya, meski tidak serta-merta menghapus keterkaitannya dengan produk kesehatan. Perluasan usaha ini menjadi konteks penting untuk memahami perubahan berikutnya, yang kemudian mengarah pada layanan terkait teknologi dan pusat data.
Pada November 2024, Nutryfarm mengumumkan bahwa anak usahanya di Singapura, Global Agricapital (Singapore), berganti nama menjadi AI Nova. Pengumuman itu menyebut perusahaan baru tersebut mulai menjajaki penyediaan layanan pengujian serta analisis teknis untuk pusat data. Dengan demikian, informasi yang tersedia menggambarkan tahap eksplorasi peluang usaha, bukan bukti bahwa Nutryfarm telah sepenuhnya meninggalkan bisnis nutrisi, makanan kesehatan, atau distribusi durian. Pengumuman tersebut juga tidak memastikan bahwa layanan teknologi itu sudah beroperasi secara luas atau menghasilkan pendapatan dalam skala tertentu.
Dalam keterangan yang sama, perusahaan menyebut adanya pinjaman sebesar 5 juta dolar Singapura dari perusahaan investasi Singapura Alpha Hill. Nilai tersebut setara dengan sekitar US$3,9 juta. Informasi mengenai pinjaman itu disampaikan bersama perubahan nama anak usaha dan rencana penjajakan layanan bagi pusat data, sehingga menjadi bagian dari gambaran strategi yang diumumkan Nutryfarm. Namun, pinjaman itu sendiri tidak membuktikan bahwa kegiatan teknologi telah berkembang melampaui tahap yang disebutkan. Perubahan nama dan arah yang dijajaki terjadi saat konflik perusahaan mulai menjadi perhatian, sehingga rangkaian keputusan tersebut turut memberi konteks bagi desakan pergantian CEO. Untuk menilai perkembangan strategi secara akurat, penting membedakan rencana eksplorasi, pendanaan yang diumumkan, dan kegiatan operasional yang telah terbukti. Berdasarkan pengumuman tersebut, yang dapat dipastikan adalah adanya perluasan penjajakan ke layanan pengujian dan analisis teknis untuk pusat data, sementara perusahaan belum dinyatakan telah sepenuhnya beralih menjadi bisnis teknologi.Posisi Niu di Nutryfarm menjadi sorotan bukan hanya karena tuntutan agar ia dicopot dari jabatan CEO, tetapi juga karena keterkaitannya dengan kepemilikan perusahaan. Niu tercatat memiliki secara langsung 0,26% saham Nutryfarm. Jika kepentingan langsung dan tidak langsung dihitung bersama, porsi yang terkait dengannya mencapai 25,72%. Angka gabungan tersebut mencakup kepemilikan Jia Lijie sebesar 15,78%. Perbedaan kepemilikan pribadi langsung dan kepentingan yang lebih luas ini penting untuk memahami hubungan Niu dengan perusahaan, sekaligus menjelaskan mengapa pengaruhnya menjadi bagian dari perhatian para pemangku kepentingan saat masa depan kepemimpinan Nutryfarm diperdebatkan.
Catatan mengenai kondisi keuangan perusahaan juga memberi konteks bagi peran Niu. Ketika Nutryfarm menghadapi kesulitan keuangan, ia pernah menyebut dirinya sebagai kreditur terbesar perusahaan. Pada masa tersebut, Nutryfarm disebut tidak memiliki kas dan mengalami kesulitan mempertahankan kendali atas sejumlah anak usaha di luar negeri. Keadaan itu menggambarkan tekanan yang dihadapi perusahaan ketika harus menjaga operasi dan kepemilikan asetnya di tengah keterbatasan dana. Namun, informasi mengenai posisi Niu sebagai kreditur dan kepemilikannya tidak dengan sendirinya menentukan hasil pembahasan tentang jabatan CEO. Persoalan tersebut tetap perlu dinilai melalui proses pemeriksaan atas tuntutan yang diajukan.
Di tengah sorotan terhadap kepemilikan dan kondisi keuangannya, Nutryfarm berupaya membangun kembali bisnis serta mengembalikan perdagangan sahamnya ke papan utama Singapore Exchange.
Baca juga: Desakan Kehadiran Jokowi Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji








