Pengiriman Smartphone Dunia Susut 22%, Samsung dan Apple Perbesar Pangsa Pasar

oleh -142 Dilihat
oleh
Pengiriman Smartphone Dunia Susut 22%, Samsung dan Apple Perbesar Pangsa Pasar

Jakarta | Pengiriman smartphone dunia pada kuartal ketiga 2026 tercatat merosot 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 255,3 juta unit. Data tersebut disampaikan International Data Corporation (IDC), lembaga riset yang memantau pasar perangkat teknologi. Angka ini menggambarkan jumlah ponsel yang dikirimkan ke saluran distribusi selama kuartal tersebut, bukan ukuran langsung jumlah perangkat yang dibeli atau digunakan konsumen.

Perbedaan pengiriman dan penjualan kepada konsumen penting untuk memahami kondisi pasar. Pengiriman mencakup unit yang dipasok produsen kepada distributor dan pengecer, sementara transaksi konsumen terjadi pada tahap berikutnya. Karena itu, perubahan angka pengiriman tidak selalu mencerminkan perubahan penjualan ritel dalam proporsi yang sama. Persediaan di jalur distribusi, waktu pemesanan, dan penyesuaian stok juga dapat memengaruhi jumlah unit yang tercatat.

Penurunan tajam tersebut terjadi ketika industri menghadapi tekanan biaya komponen. Kenaikan atau ketidakstabilan biaya untuk memperoleh bagian-bagian penting dapat menambah beban produksi, mengubah strategi harga, serta mendorong perusahaan meninjau kembali jumlah perangkat yang dipasok. Dalam situasi demikian, produsen perlu menyeimbangkan kebutuhan menjaga ketersediaan produk dengan risiko menumpuknya stok jika permintaan melemah.

Perbandingan tahunan sebesar 22% menunjukkan bahwa volume pengiriman pada periode ini jauh lebih rendah daripada pada kuartal ketiga 2025. Namun, angka agregat itu sendiri belum menjelaskan penyebab spesifik di tiap negara maupun perubahan perilaku pembeli. Kondisi pasar dapat berbeda menurut wilayah, segmen harga, dan model yang tersedia. Data pengiriman juga perlu dibaca bersama indikator lain, seperti penjualan ritel dan tingkat persediaan.

Dengan total 255,3 juta unit, skala pasar yang dilaporkan IDC tetap mencakup pasokan dalam jumlah besar, meskipun kontraksi tahunannya menandai tekanan yang nyata bagi industri. Informasi ini menjadi dasar untuk menilai perkembangan persaingan antarprodusen dan dinamika pasokan pada kuartal tersebut. Pembacaan yang cermat atas batasan metrik membantu menghindari anggapan bahwa seluruh unit yang dikirim langsung telah terjual kepada pengguna akhir.

Kenaikan harga komponen memori menjadi salah satu faktor utama di balik merosotnya pengiriman smartphone dunia. Tekanan ini berkaitan dengan tingginya kebutuhan industri kecerdasan buatan terhadap memori, sehingga pasokan yang tersedia menghadapi persaingan permintaan yang semakin besar. Dampaknya merambat ke rantai produksi ponsel: biaya untuk menyediakan komponen penting meningkat, sementara produsen perlu mempertimbangkan kembali jumlah perangkat yang dapat diproduksi dan dikirimkan ke pasar. Situasi tersebut menambah beban pada industri yang sudah menghadapi perubahan kondisi biaya.

Nabila Popal, direktur riset senior IDC, menyatakan bahwa biaya memori telah melonjak 350% sejak tahun sebelumnya dan masih terus meningkat. Lonjakan sebesar itu memperlihatkan skala perubahan yang dihadapi produsen, bukan sekadar kenaikan kecil yang dapat diserap tanpa penyesuaian. Karena memori merupakan bagian dari kebutuhan produksi smartphone, perubahan harganya memengaruhi perhitungan biaya di berbagai tahap. Selama tekanan harga berlanjut, perusahaan harus mengelola konsekuensinya terhadap operasi serta strategi pengiriman, di tengah permintaan industri AI yang terus memerlukan sumber daya memori dalam jumlah besar.

Konsekuensi langsungnya adalah keuntungan produsen semakin tertekan. Ketika biaya komponen naik, ruang bagi perusahaan untuk mempertahankan margin keuntungan menjadi lebih sempit, terutama jika kenaikan tersebut tidak mudah dialihkan ke harga jual. Pada saat yang sama, biaya yang lebih tinggi dapat membatasi jumlah unit yang sanggup dikirimkan. Dengan demikian, penurunan pengiriman tidak hanya mencerminkan persoalan permintaan konsumen, tetapi juga kendala biaya produksi yang memengaruhi kemampuan pasokan. Produsen perlu menimbang dampak harga komponen terhadap volume perangkat yang ekonomis untuk dipasarkan.

Menurut IDC, produsen peralatan asli atau OEM menyadari bahwa dinamika biaya industri ini bersifat struktural dan permanen. Artinya, mereka tidak memandang kenaikan biaya memori sebagai gangguan sementara yang akan segera berlalu, melainkan perubahan mendasar dalam lingkungan produksi. Kesadaran tersebut mendorong OEM untuk menyesuaikan perencanaan dan keputusan pengiriman dengan kondisi biaya yang baru. Selama kebutuhan AI terus memberi tekanan pada pasar memori dan harganya tetap meningkat, produsen smartphone akan menghadapi tantangan dalam menjaga keuntungan sekaligus mempertahankan volume pengiriman. Kombinasi faktor tersebut turut menjelaskan mengapa pengiriman global mengalami kemerosotan tajam.Di tengah kontraksi pasar smartphone global, Samsung tetap menempati posisi pertama, sementara Apple bertahan di urutan kedua dengan jarak yang relatif tipis. Posisi tersebut menunjukkan bahwa kedua perusahaan masih memiliki skala penjualan dan jangkauan konsumen yang lebih besar dibandingkan para pesaingnya. Namun, peringkat teratas tidak berarti keduanya terhindar dari dampak pelemahan permintaan. Pengiriman perangkat Samsung dan Apple sama-sama turun dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Perbedaan utama terlihat pada besarnya penurunan. Kemerosotan pengiriman dua pemimpin pasar itu lebih terkendali daripada yang dialami vendor di posisi ketiga hingga kelima, yang masing-masing mencatat penurunan lebih dari 29%. Dalam pasar yang sedang menyusut, selisih kinerja ini membantu Samsung dan Apple mempertahankan posisi kompetitif. Penurunan yang lebih ringan juga dapat mencerminkan kekuatan merek, basis pelanggan yang loyal, serta kemampuan menjangkau berbagai segmen melalui portofolio produk dan saluran distribusi yang luas.

Perlu dibedakan jumlah unit yang dikirim dan pangsa pasar. Pengiriman mengukur volume perangkat yang masuk ke pasar dalam suatu periode, sedangkan pangsa pasar menunjukkan bagian perusahaan dari keseluruhan pengiriman industri. Karena total pasar menyusut, sebuah perusahaan dapat mengirim lebih sedikit unit, tetapi tetap menguasai persentase pasar yang lebih besar apabila penurunannya lebih kecil daripada penurunan industri atau para pesaingnya. Itulah yang menjelaskan mengapa pangsa Samsung dan Apple meningkat dibandingkan tahun sebelumnya meskipun volume pengiriman keduanya melemah.

Kenaikan pangsa tersebut tidak serta-merta berarti penjualan mereka tumbuh atau permintaan terhadap seluruh produk meningkat. Angka itu lebih tepat dibaca sebagai tanda bahwa kedua perusahaan relatif lebih tahan terhadap tekanan pasar. Sementara sejumlah pesaing kehilangan volume dengan laju lebih cepat, Samsung dan Apple mampu mempertahankan bagian yang lebih besar dari pasar yang tersisa. Performa ini memperkuat dominasi mereka di posisi teratas, sekaligus menegaskan bahwa persaingan produsen smartphone tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan unit, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kinerja saat kondisi industri memburuk.

Prospek pasar smartphone masih dibayangi tekanan, dan pemulihan belum diperkirakan terlihat dalam waktu dekat. Popal menyampaikan bahwa pasar belum mencapai titik terendahnya. Artinya, penurunan pengiriman yang terjadi saat ini belum dapat dipandang sebagai akhir dari masa sulit bagi industri. Kondisi tersebut berlangsung ketika pengiriman smartphone dunia tercatat menyusut 22%, sementara Samsung dan Apple memperbesar pangsa pasar. Perubahan pangsa itu menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi situasi pasar yang berbeda-beda, tetapi tidak menghapus tekanan keseluruhan yang masih dirasakan industri. Karena itu, perkembangan selanjutnya perlu dibaca dengan merujuk pada penilaian yang telah disampaikan, bukan pada asumsi tentang kapan keadaan akan berbalik.

Menurut Popal, pemulihan diperkirakan baru tampak paling cepat pada 2028. Jangka waktu tersebut memberi gambaran bahwa industri kemungkinan harus melewati periode disrupsi yang panjang sebelum tanda pemulihan terlihat. Pernyataan itu merupakan perkiraan mengenai waktu paling awal, bukan kepastian bahwa kondisi akan pulih pada tahun tersebut. Popal juga tidak menyatakan bahwa titik terendah telah terlewati; sebaliknya, ia menegaskan bahwa pasar belum sampai pada tahap itu. Dengan demikian, prospek jangka pendek dan menengah tetap perlu dipahami secara hati-hati.