Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Setelah Video Insiden dengan Mahasiswa Viral

oleh -472 Dilihat
oleh
Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Setelah Video Insiden dengan Mahasiswa Viral

Samarinda | Briptu Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur, menyampaikan permintaan maaf setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya bersikap arogan kepada seorang mahasiswa demonstran menyebar luas di media sosial. Rekaman tersebut menjadi sorotan publik dan memicu perhatian terhadap perilaku aparat saat berhadapan dengan peserta aksi. Setelah video itu beredar, Asky tampil dalam rekaman permintaan maaf untuk menanggapi tindakannya secara langsung.

Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa sikap yang ditunjukkannya dalam insiden tersebut merupakan tindakan yang keliru. Ia juga menyampaikan bahwa perilakunya telah menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa itu. Pengakuan tersebut menjadi inti dari permintaan maafnya: ia tidak berusaha membenarkan tindakannya, melainkan menyatakan bahwa apa yang dilakukan tidak semestinya terjadi.

Asky menegaskan bahwa tindakannya tidak dapat dibenarkan. Pernyataan ini disampaikan setelah rekaman interaksi dengan mahasiswa demonstran menjadi perhatian warganet. Permintaan maaf itu sekaligus menunjukkan bahwa ia menyadari perilakunya telah berdampak pada pihak lain dan menjadi sorotan di ruang publik. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa pada masa mendatang. Dengan demikian, pernyataan tersebut memuat pengakuan atas kesalahan, penyesalan atas ketidaknyamanan yang timbul, serta komitmen untuk memperbaiki sikap. Peredaran video membuat insiden itu diketahui lebih luas, sementara permintaan maafnya memberikan tanggapan langsung dari pihak yang terlihat dalam rekaman. Sikap terbuka untuk mengakui kekeliruan menjadi bagian penting dari respons yang disampaikan, meski perhatian publik terhadap peristiwa tersebut telah lebih dahulu muncul melalui media sosial. Janji untuk tidak mengulangi tindakan itu menutup pernyataannya dan menegaskan bahwa ia memahami perilakunya tidak patut dilakukan, khususnya dalam interaksi dengan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi.

Asky menjelaskan bahwa tindakannya dalam insiden yang terekam dan kemudian beredar luas itu dilakukan secara spontan. Ia menyampaikan bahwa sikap tersebut muncul dari dirinya sendiri, bukan karena menerima arahan atau instruksi dari pihak mana pun. Penjelasan itu menjadi bagian dari keterangannya mengenai peristiwa yang belakangan menjadi perhatian setelah videonya viral. Asky tidak menyebut adanya perintah dari orang lain sebagai dasar tindakannya. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa apa yang terlihat dalam rekaman tersebut merupakan tindakannya sendiri, yang menurut keterangannya berlangsung secara spontan pada saat kejadian.

Dalam kesempatan itu, Asky juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukannya. Ia menilai sikapnya ketika insiden berlangsung sudah berlebihan, sehingga ia meminta maaf atas perbuatannya. Permintaan maaf tersebut disampaikan seiring dengan penjelasannya bahwa tindakan itu bukan atas instruksi siapa pun. Asky mengakui bahwa tindakannya perlu disesalkan dan menyatakan penyesalan melalui permohonan maaf yang ia sampaikan. Pernyataan tersebut mencakup pengakuan bahwa sikapnya telah melampaui batas yang semestinya, tanpa menyandarkan tindakannya pada arahan pihak lain ataupun menyebut alasan tambahan di balik peristiwa itu.

Asky kemudian berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa. Janji itu disampaikan sebagai bagian dari tanggapannya atas insiden yang menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara spontan, mengakui sikapnya berlebihan, meminta maaf, dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya. Keterangan Asky tersebut merangkum penjelasan serta sikap yang ia sampaikan terkait peristiwa itu. Ia tidak menyebut tindakan tersebut sebagai pelaksanaan instruksi, melainkan menegaskan bahwa hal itu terjadi atas tindakannya sendiri. Permohonan maaf dan janji untuk tidak mengulangi kejadian menjadi poin utama dalam pernyataannya mengenai insiden tersebut.

Aksi mahasiswa berlangsung sejak siang di Samarinda untuk menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan serta penilaian mereka atas kinerja Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Para peserta aksi berharap dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada gubernur. Namun, menurut kronologi yang beredar, mereka merasa belum memperoleh tanggapan yang diharapkan selama aksi berlangsung. Situasi tersebut kemudian mendorong sebagian mahasiswa menunggu kedatangan rombongan gubernur di Masjid Nurul Mu’minin. Mereka berada di sekitar area masjid ketika rombongan tiba, dengan beberapa orang merekam momen kedatangan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026. Saat Rudy Mas’ud tiba di masjid, seorang mahasiswa terdengar atau terlihat mengajukan pertanyaan mengenai alasan gubernur tidak menemui mereka. Pertanyaan itu disampaikan ketika mahasiswa masih berupaya meminta perhatian terhadap aspirasi yang telah mereka suarakan sejak siang. Rudy tersenyum setelah pertanyaan tersebut disampaikan, lalu bergegas menuju masjid. Dalam rekaman yang beredar, momen kedatangan rombongan dan respons di lokasi terekam secara singkat. Video yang menjadi perhatian publik itu berdurasi sekitar 30 detik, sehingga hanya memperlihatkan sebagian dari rangkaian kejadian.

Di tengah pergerakan rombongan menuju masjid, seorang ajudan tampak berada dekat mahasiswa yang sedang merekam. Ajudan tersebut terlihat menyenggol mahasiswa itu ketika rombongan melintas. Tindakan itu menjadi bagian paling disorot dalam potongan video yang beredar luas, memicu perhatian terhadap interaksi petugas pengamanan dan peserta aksi. Rekaman tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh percakapan maupun kejadian sebelum dan sesudah momen yang terekam. Karena itu, kronologi perlu dipahami berdasarkan konteks aksi, kedatangan gubernur, pertanyaan mahasiswa, serta adegan senggolan yang terlihat. Insiden di Masjid Nurul Mu’minin kemudian berkembang menjadi sorotan setelah video singkat tersebut tersebar di media sosial.

Setelah video insiden ajudan Gubernur Kalimantan Timur dan seorang mahasiswa tersebar luas, perhatian warganet beralih ke akun Instagram @askyandlaura yang diduga milik Asky. Kolom komentar akun tersebut ramai diserbu pengguna media sosial. Sejumlah komentar menyampaikan kritik dan penilaian negatif terhadap sikap yang terlihat dalam video, sementara sebagian warganet mempertanyakan tindakan ajudan kepada mahasiswa tersebut. Ramainya respons itu menunjukkan bahwa rekaman tersebut memicu perhatian publik, bukan hanya karena kejadian yang terekam, tetapi juga karena melibatkan seseorang yang berada di lingkungan pejabat daerah.

Di tengah derasnya komentar, akun Instagram yang diduga milik Asky itu kemudian tidak lagi dapat ditemukan atau diakses. Perubahan tersebut terjadi setelah akun dibanjiri komentar negatif, meski tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia apakah akun itu dinonaktifkan, dihapus, atau mengalami perubahan lain. Hilangnya akun tidak menghentikan pembahasan mengenai video tersebut. Warganet tetap menyampaikan pandangan melalui berbagai ruang percakapan daring, termasuk dengan menyoroti pentingnya sikap yang pantas dalam berinteraksi dengan mahasiswa maupun masyarakat.

Respons publik juga memperlihatkan keprihatinan terhadap perilaku yang dinilai arogan dalam lingkungan kekuasaan. Sejumlah masyarakat menyayangkan sikap semacam itu karena pejabat dan orang-orang yang mendampingi pejabat diharapkan menjaga perilaku serta menghormati warga. Kritik tersebut tidak semata-mata diarahkan pada individu yang berada dalam video, tetapi turut menyentuh harapan publik agar relasi pemegang kekuasaan dan masyarakat berlangsung secara setara dan beradab. Dalam alam demokrasi, sikap arogan di lingkungan kekuasaan dinilai tidak semestinya terjadi. Perhatian warganet terhadap insiden ini menjadi cerminan tuntutan agar setiap pihak yang berada dekat dengan jabatan publik menunjukkan penghormatan kepada masyarakat, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat atau situasi yang memanas.

Baca juga: Kembali Viral, Video Nusron Wahid Tuai Respons di Tengah Kasus Hukum | Persaudaraan dalam Duel Klasik: Pesan Gubernur untuk Suporter | Kisruh Obrolan Mahasiswa di Grup Chat Terkait Percobaan Bunuh Diri