OJK Lanjutkan Pembenahan Pasar Modal di Tengah Sikap Tegas Prabowo terhadap MSCI

oleh -192 Dilihat
oleh
OJK Lanjutkan Pembenahan Pasar Modal di Tengah Sikap Tegas Prabowo terhadap MSCI

Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa reformasi pasar modal Indonesia akan terus dilanjutkan. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan komitmen tersebut kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Penegasan ini menunjukkan bahwa pembenahan tidak dipandang sebagai respons sesaat terhadap dinamika pasar, melainkan sebagai agenda berkelanjutan untuk memperkuat fondasi industri keuangan nasional.

Menurut Friderica, langkah reformasi diarahkan untuk membangun pasar modal yang semakin kredibel, likuid, dan transparan. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan: keterbukaan informasi dan tata kelola yang baik dapat membantu investor mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai, sementara likuiditas yang sehat mendukung aktivitas transaksi. Dengan fondasi yang lebih kuat, pasar diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana penghimpunan dana sekaligus tempat masyarakat berinvestasi.

OJK juga ingin menjadikan pasar modal Indonesia sebagai rumah bagi investasi jangka panjang masyarakat. Tujuan ini menempatkan kepercayaan sebagai aspek penting dalam pembenahan. Investor perlu memperoleh lingkungan yang jelas, tertib, dan dapat diandalkan agar dapat merencanakan investasi sesuai kebutuhan serta toleransi risiko. Karena itu, reformasi bukan hanya menyangkut aturan, tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem dan keyakinan publik terhadap pasar.

Friderica menyebut Presiden Prabowo Subianto mendukung reformasi yang telah dijalankan sejak awal tahun sebelumnya. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi OJK untuk melanjutkan agenda perbaikan dan menjaga kesinambungan kebijakan. Di tengah perhatian terhadap sikap tegas pemerintah terkait MSCI, otoritas tetap menempatkan penguatan pasar domestik sebagai pekerjaan yang perlu dilakukan secara konsisten. OJK menilai arah pembenahan harus berorientasi pada kepentingan jangka panjang, bukan sekadar mengejar reaksi sesaat atas perubahan sentimen atau penilaian pihak tertentu.

Dengan demikian, OJK memastikan upaya memperbaiki pasar modal tetap berjalan melalui agenda yang berkelanjutan. Keberhasilan reformasi akan bergantung pada pelaksanaan yang konsisten, keterbukaan, serta kepercayaan para pelaku pasar dan investor. Pasar yang lebih sehat diharapkan memberi masyarakat akses investasi yang lebih baik sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Friderica menegaskan bahwa pembenahan pasar modal yang dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self-regulatory organization (SRO) tidak semata-mata dilakukan sebagai tanggapan atas sikap atau penilaian dari satu penyedia indeks global. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari agenda perbaikan yang lebih mendasar, yakni memperkuat kualitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia. Karena itu, perubahan yang berlangsung tidak sepatutnya dipahami hanya sebagai upaya memenuhi tuntutan pihak tertentu atau menjaga posisi dalam sebuah indeks.

Ia menjelaskan, OJK dan SRO melihat masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi agar pasar modal semakin transparan, tertib, dan dapat dipercaya. Perbaikan mencakup tata kelola, keterbukaan informasi, serta praktik yang mendukung perlindungan investor dan integritas perdagangan. Berbagai aspek tersebut menjadi perhatian karena pasar yang sehat membutuhkan aturan yang jelas, pelaksanaan yang konsisten, dan informasi yang memadai bagi seluruh pelaku. Pembenahan juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing pasar modal dalam jangka panjang.

Friderica mengaitkan agenda tersebut dengan arahan Presiden Prabowo agar berbagai kekurangan yang ada diperbaiki. Dengan demikian, dorongan reformasi memiliki landasan kepentingan nasional yang lebih luas, bukan hanya pertimbangan mengenai respons terhadap MSCI maupun lembaga penyedia indeks lainnya. Penilaian dari penyedia indeks dapat menjadi masukan, tetapi tidak menjadi satu-satunya alasan atau tujuan dari kebijakan yang ditempuh. OJK, kata dia, tetap perlu memastikan bahwa pasar modal berkembang dengan fondasi yang kuat dan tata kelola yang semakin baik.

Penegasan ini menempatkan reformasi sebagai proses berkelanjutan untuk membangun kepercayaan, memperkuat perlindungan investor, dan memperbaiki struktur pasar. Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan memberi manfaat bagi emiten, investor domestik maupun asing, serta perekonomian Indonesia. Dengan fokus pada pembenahan menyeluruh, OJK dan SRO dapat menindaklanjuti evaluasi dari berbagai pihak tanpa menjadikan satu penilaian sebagai satu-satunya tolok ukur. Tujuan utamanya adalah memastikan pasar modal Indonesia semakin transparan, akuntabel, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Friderica mengakui bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi secara berkelanjutan. Tantangan tersebut terutama berkaitan dengan integritas, transparansi, dan likuiditas, yang menjadi perhatian penting bagi investor dalam menilai kualitas suatu pasar. Penguatan integritas diperlukan agar kegiatan perdagangan berlangsung secara tertib dan adil, sementara keterbukaan informasi yang lebih baik dapat membantu investor mengambil keputusan berdasarkan data yang memadai. Dari sisi likuiditas, upaya memperluas partisipasi dan meningkatkan aktivitas perdagangan juga tetap dibutuhkan. Pengakuan atas berbagai tantangan itu menjadi bagian dari evaluasi OJK terhadap kondisi pasar, termasuk dalam merespons perhatian pemangku kepentingan global seperti MSCI.

Meski demikian, Friderica menilai daya saing pasar modal Indonesia masih cukup kuat jika dibandingkan dengan bursa negara lain. Penilaian tersebut tidak meniadakan kebutuhan untuk melakukan perbaikan, melainkan menunjukkan bahwa pasar domestik memiliki modal dan potensi untuk terus berkembang. Karena itu, pembenahan diarahkan agar kualitas pasar meningkat sekaligus menjaga daya tariknya bagi investor. OJK perlu memperkuat aspek-aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah, sembari mempertahankan keunggulan yang telah dimiliki. Dalam menghadapi penilaian dan dinamika internasional, informasi mengenai kondisi pasar serta langkah reformasi menjadi penting untuk disampaikan secara jelas. Pendekatan ini membantu memberikan gambaran yang lebih utuh tentang posisi dan prospek pasar modal Indonesia.

OJK juga telah menyampaikan perkembangan pasar modal kepada Presiden Prabowo. Paparan tersebut mencakup perkembangan emiten pada kuartal II 2026 serta gambaran mengenai struktur pasar modal Indonesia. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya berfokus pada tantangan, tetapi juga pada kondisi dan perkembangan pasar secara lebih menyeluruh. Friderica mengatakan Presiden mendukung langkah-langkah yang ditempuh OJK untuk membenahi pasar modal. Dukungan tersebut menjadi landasan penting bagi otoritas dalam melanjutkan agenda penguatan, termasuk meningkatkan integritas, transparansi, dan likuiditas. OJK diharapkan terus memantau pelaksanaan berbagai upaya tersebut dan menyampaikan perkembangan secara terbuka, sehingga pembenahan dapat memperkuat kepercayaan investor serta daya saing pasar dalam jangka panjang.

Pernyataan Prabowo mengenai MSCI muncul dalam konteks potensi perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Penyedia indeks saham global tersebut disebut berpeluang menurunkan status pasar Indonesia menjadi standalone market. Isu itu menjadi perhatian karena menyangkut posisi klasifikasi yang digunakan MSCI dalam indeks saham global. Namun, dalam menyampaikan sikapnya, Prabowo berfokus pada peringatan yang disampaikan penyedia indeks tersebut dan menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapinya.

Dalam rapat kabinet paripurna yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026), Prabowo menyebut langkah MSCI sebagai gangguan. Ia juga menilai peringatan tersebut sebagai upaya untuk menakut-nakuti Indonesia. Pernyataan itu disampaikan ketika membahas kemungkinan penurunan klasifikasi pasar modal nasional menjadi standalone market. Dengan demikian, pesan yang disampaikan presiden berkaitan langsung dengan sikap Indonesia terhadap peringatan MSCI, bukan uraian mengenai perubahan klasifikasi yang telah diputuskan.

Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak takut dan tidak akan gentar. Pesan tersebut menjadi inti dari responsnya terhadap potensi penurunan status pasar oleh MSCI. Ia menyatakan sikap itu dalam forum rapat kabinet paripurna, seraya menggambarkan langkah yang disebutnya sebagai gangguan dan peringatan yang bertujuan menakut-nakuti. Dalam pernyataannya, penekanan berada pada keteguhan bangsa Indonesia menghadapi peringatan itu.

Baca juga: Penemuan Kerangka Manusia di Tangerang: Langkah Polisi Lanjutkan Penyidikan | Dampak Kenaikan Harga Daging Ayam Terhadap Pedagang Kecil di Depok | Dampak Banjir 2004 terhadap Sertifikat Tanah di Desa Buni Bakti