BNPB Pantau Kebakaran di Kuningan, Ciamis, dan Grobogan

oleh -862 Dilihat
oleh
BNPB Pantau Kebakaran di Kuningan, Ciamis, dan Grobogan

Kabupaten Ciamis | Hingga Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tim gabungan terus melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas. Penanganan yang dipantau berada di tiga kabupaten, yakni Kuningan dan Ciamis di Jawa Barat serta Grobogan di Jawa Tengah. Laporan ini mencakup lokasi-lokasi tersebut, bukan kejadian kebakaran di seluruh Pulau Jawa.

Upaya pemadaman dilakukan sebagai bagian dari penanganan langsung di wilayah terdampak, sementara pemantauan membantu petugas mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Kedua langkah tersebut berjalan beriringan agar titik api dapat dikendalikan dan potensi penyebaran dapat diantisipasi. Kondisi kebakaran dapat berubah, sehingga informasi berdasarkan waktu pelaporan perlu dibaca sesuai batas pembaruan yang disebutkan BNPB, yaitu pukul 07.00 WIB pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Di Kuningan dan Ciamis, pemerintah daerah bersama unsur terkait memantau penanganan kebakaran di wilayah masing-masing. Grobogan juga termasuk dalam pemantauan di Jawa Tengah. Penyebutan tiga kabupaten ini memberi gambaran mengenai lokasi yang menjadi perhatian dalam laporan, tanpa menyiratkan bahwa seluruh wilayah kabupaten atau provinsi tersebut mengalami kebakaran. Informasi mengenai perkembangan selanjutnya bergantung pada hasil pemantauan dan pembaruan resmi dari pihak berwenang.

Keberlanjutan kerja tim gabungan menjadi penting untuk memastikan tindakan di lapangan tetap terarah. Selain memadamkan api, petugas perlu mengamati perubahan situasi agar risiko perluasan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Warga di sekitar kawasan yang terdampak dapat mengikuti informasi dari BNPB, pemerintah daerah, dan instansi terkait, serta memperhatikan arahan petugas setempat. Dengan demikian, perkembangan di Kuningan, Ciamis, dan Grobogan dapat dipahami berdasarkan lokasi dan waktu pelaporan yang jelas, sementara penanganan terus dilakukan sesuai kondisi aktual.

Kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai terjadi di wilayah SPTN Wilayah I Kuningan, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Api mulai muncul pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 20.44 WIB. Hingga Sabtu, 24 Oktober, penyebab kebakaran masih diselidiki. Petugas melakukan pemadaman secara manual dan menggunakan water bombing untuk menjangkau area yang sulit dicapai. Penanganan tersebut disertai pemantauan udara guna mengetahui sebaran api dan mendukung penentuan langkah berikutnya. Upaya pemadaman masih berlangsung saat laporan disampaikan.

Pemantauan titik api dilakukan dengan pesawat udara tanpa awak dan drone termal. Pada Kamis, 22 Oktober, pukul 18.00 WIB, tim mencatat 13 titik api. Dalam pemantauan berikutnya, Jumat, 23 Oktober, pukul 16.00 WIB, jumlah titik yang terpantau berkurang menjadi 10. Perubahan temuan itu menunjukkan jumlah titik yang terlihat menurun, meskipun kondisi di lapangan tetap perlu diawasi. Pemantauan udara membantu petugas mengidentifikasi lokasi panas, termasuk area yang tidak mudah dijangkau melalui jalur darat, sekaligus menjadi acuan dalam mengarahkan upaya pemadaman.

Pada Sabtu, 24 Oktober, pukul 08.50 WIB, tim berangkat dari Karang Dinding untuk memeriksa Cipariuk, Karang Dinding, Bukit Seribu Bintang, Karang Saninten, Gunung Sumbul, dan Gunung Dulang. Hasil pemantauan menunjukkan titik api masih terlihat di kawasan hutan sebelah selatan pos pemantauan kebakaran Karang Dinding. Penanganan dilakukan dalam perpanjangan status siaga darurat di Jawa Barat untuk periode 1–31 Oktober 2026, berdasarkan keputusan gubernur. Hingga laporan Sabtu, pemadaman masih berjalan dan kerugian materiil masih didata. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Petugas terus memantau kawasan terdampak untuk melihat perkembangan api dan mendukung keselamatan dalam operasi penanganan kebakaran di Gunung Ciremai.

Kebakaran lahan terjadi pada Jumat, 23 Oktober, pukul 09.28 WIB, di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Titik kejadian dilaporkan berada di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, serta Desa Cidolog dan Desa Ambit, Kecamatan Cidolog. Peristiwa di tiga desa tersebut ditangani melalui koordinasi unsur kebencanaan dan aparat setempat. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan, sehingga belum ada keterangan yang memastikan bagaimana api bermula atau faktor yang memicunya.

BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ciamis dalam penanganan kejadian. Upaya pemadaman melibatkan aparat setempat, dinas pemadam kebakaran kabupaten, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur ini mendukung penanganan di lapangan sekaligus membantu pemantauan kondisi wilayah terdampak. Pendataan sementara mencatat sekitar 2,254 hektare lahan terbakar. Angka tersebut merupakan data awal, sehingga luas lahan terdampak tetap menjadi bagian dari proses pendataan dalam penanganan kebakaran.

Berdasarkan laporan kondisi mutakhir pada Sabtu, 24 Oktober, api di lokasi kejadian telah padam. Informasi ini menandai berakhirnya proses pemadaman aktif, tetapi pemantauan serta pencatatan dampak masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap. BPBD dan unsur terkait terus mengacu pada data lapangan untuk memperbarui informasi mengenai luasan area yang terbakar. Belum tersedia keterangan lebih lanjut tentang rincian kerusakan atau jenis lahan terdampak, sehingga angka sementara tersebut perlu dipahami sesuai perkembangan laporan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, pendataan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi setelah api padam dan mencatat dampak secara menyeluruh. Koordinasi BPBD provinsi dan kabupaten, bersama petugas pemadam, Babinsa, perangkat desa, serta warga, menjadi bagian penting dari respons di tiga desa. Informasi mengenai penyebab kebakaran dan pembaruan luas lahan terdampak dapat disampaikan setelah pemeriksaan serta pencatatan lapangan selesai. Untuk sementara, laporan resmi menyebut api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.

Kebakaran lahan terjadi pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga bermula ketika seorang warga membakar sampah. Api kemudian membesar dan merambat ke rumpun bambu di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat kebakaran meluas hingga menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Peristiwa ini menjadi perhatian karena pembakaran sampah yang tidak diawasi dapat memicu api menjalar ke vegetasi kering dan area di sekitarnya, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

BPBD Kabupaten Grobogan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menangani kejadian tersebut. Petugas juga melakukan asesmen untuk mengetahui dampak kebakaran serta memastikan kondisi wilayah terdampak. Langkah pemeriksaan ini membantu memastikan cakupan area yang terbakar dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan. Api dilaporkan berhasil dipadamkan, sementara lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai keadaan lokasi dan dampak kejadian menjadi bagian penting dari pemantauan, agar kondisi lapangan dapat dipastikan setelah proses pemadaman selesai.

Penanganan kebakaran berlangsung dalam periode status siaga darurat di Provinsi Jawa Tengah, yang berlaku pada 1 Juni hingga 31 Desember 2026 berdasarkan keputusan gubernur sebagaimana dicantumkan dalam sumber. Status tersebut menjadi konteks bagi kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan kejadian di wilayah provinsi. Meski api telah padam dan situasi dilaporkan terkendali, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat mengelola sampah, khususnya dengan tidak membakar sampah di dekat rumpun bambu, semak, atau lahan yang mudah terbakar. Pengawasan terhadap sumber api dapat membantu mencegah kebakaran serupa dan mengurangi risiko meluasnya dampak terhadap lingkungan maupun warga sekitar.

Baca juga: Polsek Cikupa Gerak Cepat Cek Lokasi Kebakaran Sampah dan Kebun Bambu di Desa Dukuh | Kebakaran Kembali Mengancam Kebun Warga, Babinsa Bersama Damkar dan Warga Bergerak Padamkan Api | Babinsa Kesamben Bantu Padamkan Kebakaran Kebun Bambu Di Blitar Dan Evakuasi Korban