Palembang | Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam pencurian sepeda motor sekaligus penembakan anggota polisi, Briptu Hamdi Saputra Davaanis. Kedua pria tersebut berinisial BB, berusia 21 tahun, dan SR, berusia 35 tahun. Penangkapan berlangsung pada Selasa (27/10) di kediaman masing-masing di Desa Campang Tiga, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penindakan itu dilakukan setelah polisi mengidentifikasi keduanya sebagai terduga pelaku dalam rangkaian perkara tersebut.
Dalam penangkapan, petugas menemukan dan menyita sebuah pistol rakitan yang disebut berisi lima peluru aktif. Senjata itu menjadi salah satu barang bukti yang diamankan polisi dalam penanganan kasus. Menurut keterangan sumber, identifikasi terhadap BB dan SR dilakukan berdasarkan bukti yang ditemukan serta keterangan sejumlah saksi. Informasi tersebut digunakan untuk mengaitkan kedua pria itu dengan dugaan pencurian sepeda motor dan penembakan terhadap Briptu Hamdi. Namun, status mereka masih sebagai tersangka dan proses hukum selanjutnya akan menentukan pertanggungjawaban masing-masing.
Setelah ditangkap, kedua tersangka dibawa untuk memperoleh perawatan di rumah sakit. Mereka kemudian dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas dilaporkan menembak bagian kaki BB dan SR karena keduanya berusaha melawan saat proses penangkapan. Langkah tersebut dilakukan ketika petugas mengamankan mereka di lokasi masing-masing. Setelah perawatan, keduanya diserahkan kepada penyidik untuk penanganan perkara dan pendalaman keterangan. Polisi juga mengamankan pistol rakitan beserta amunisinya sebagai bagian dari barang bukti. Penangkapan di wilayah Ogan Komering Ulu Timur ini menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan kasus yang melibatkan dugaan pencurian kendaraan dan serangan bersenjata terhadap seorang anggota kepolisian. Keterangan resmi lebih lanjut mengenai kronologi penembakan maupun peran masing-masing tersangka dapat disampaikan melalui proses penyidikan. Hingga pemeriksaan berlangsung, dugaan keterlibatan keduanya bersandar pada bukti dan keterangan saksi yang telah dihimpun petugas. Penyidik di Mapolrestabes Palembang akan memeriksa kedua tersangka serta menelusuri barang bukti yang telah disita untuk melengkapi penanganan perkara sesuai prosedur hukum.
Dalam keterangannya, BB mengaku tidak mengetahui bahwa orang yang ditembaknya adalah anggota kepolisian. Ia mengatakan sedang melakukan pencurian sepeda motor yang terparkir ketika mendengar suara tembakan. BB menyebut suara tersebut membuatnya terkejut, kemudian ia secara spontan menembak ke arah korban. Ia menyampaikan pengakuan itu dengan kalimat: “Saya kaget dengar tembakan, makanya saya tembak. Saya tidak tahu dia polisi.” Keterangan tersebut merupakan pengakuan BB mengenai peristiwa penembakan Briptu Hamdi, sebagaimana disampaikan dalam laporan penangkapan dua terduga pelaku.
BB juga mengaku telah tiga kali melakukan pencurian kendaraan bermotor di Palembang. Menurut keterangannya, setiap kali beraksi ia membawa pistol rakitan. Ia menyebut senjata itu merupakan warisan pamannya dan dibawa untuk menakuti korban apabila aksinya diketahui. Pengakuan mengenai senjata dan jumlah aksi tersebut menggambarkan keterangan yang disampaikan BB kepada petugas, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh rangkaian peristiwa atau memastikan rincian lain di luar pengakuannya. Dalam pemberitaan, keterangan tersebut perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan dan proses penyidikan yang masih berjalan.
Selain mengungkapkan perannya sendiri, BB menyebut SR telah dua kali melakukan aksi pencurian. Ia juga mengatakan sepeda motor hasil curian dijual kepada adik seharga Rp3 juta. Informasi mengenai penjualan itu berasal dari keterangan BB; tidak ada dasar dalam keterangan yang disampaikan di sini untuk menyimpulkan identitas pembeli lebih lanjut atau memastikan hal lain tentang transaksi tersebut. Pernyataan BB mengenai keterlibatan SR maupun penjualan kendaraan tetap merupakan pengakuan yang perlu dicatat secara cermat, tanpa menambahkan dugaan di luar informasi yang tersedia. Rincian mengenai perkara dan peran masing-masing pihak selanjutnya menjadi bagian dari pemeriksaan aparat penegak hukum.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana menyatakan bahwa dua orang yang ditangkap terkait dugaan pencurian sepeda motor dan penembakan terhadap Briptu Hamdi masih diperiksa oleh penyidik. Pada tahap ini, keterangan yang disampaikan kepolisian hanya memastikan bahwa pemeriksaan terhadap kedua tersangka masih berlangsung. Musa belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan tersebut. Karena itu, belum ada rincian tambahan yang dapat dipastikan mengenai keterangan para tersangka ataupun perkembangan penanganan perkara. Pernyataan kepolisian menegaskan bahwa proses pemeriksaan masih menjadi fokus saat ini, sementara informasi lanjutan akan disampaikan kemudian.
Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan sebuah pistol rakitan yang disebut berisi lima peluru aktif. Senjata tersebut menjadi salah satu barang yang diamankan bersama penangkapan kedua tersangka. Informasi mengenai pistol rakitan dan jumlah pelurunya disampaikan sebagai bagian dari keterangan tentang barang yang disita. Tidak ada rincian lain yang disampaikan mengenai asal senjata, penggunaannya, ataupun pemeriksaan terhadap barang tersebut. Dengan demikian, informasi yang tersedia terbatas pada jenis senjata dan jumlah peluru aktif yang ditemukan. Rincian lebih jauh mengenai barang bukti belum disampaikan oleh pihak kepolisian dalam keterangan tersebut.
Musa menyampaikan, “Kedua pelaku kita periksa dulu. Nanti kita jelaskan info selanjutnya.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa kepolisian belum memberikan penjelasan lanjutan pada saat keterangan tersebut disampaikan. Publikasi berikutnya, jika ada, akan bergantung pada informasi yang kemudian disampaikan oleh pihak kepolisian. Untuk sementara, pokok keterangan yang dapat dicatat adalah kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik dan sebuah pistol rakitan berisi lima peluru aktif telah diamankan dalam penangkapan. Tidak ada informasi lain dalam keterangan ini mengenai status hukum, pasal yang disangkakan, atau hasil pemeriksaan. Karena itu, laporan ini membatasi uraian pada fakta dan pernyataan yang telah disampaikan, tanpa menyimpulkan perkembangan perkara di luar informasi tersebut.
Peristiwa penembakan terhadap Briptu Hamdi Saputra Davaanis terjadi pada Sabtu (24/10) malam di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Hamdi, yang berusia 28 tahun dan bertugas sebagai anggota Satres Narkoba Polrestabes Palembang, saat itu berada di Apotek Adisyah Farma. Ia datang untuk membeli obat bagi anaknya. Ketika berada di sekitar apotek, Hamdi melihat dua orang yang diduga sedang berusaha mencuri sepeda motor yang terparkir di lokasi tersebut.
Hamdi kemudian menegur kedua orang itu. Teguran tersebut membuat mereka panik dan situasi berubah tegang. Salah satu terduga pelaku mengeluarkan senjata api yang diduga merupakan senjata rakitan, lalu melepaskan tembakan ke arah atas. Menanggapi keadaan itu, Hamdi mencabut pistol organik miliknya dan menembak ke arah kaki sebagai peringatan. Namun, kedua orang tersebut tidak berhenti. Salah satu pelaku justru mengarahkan tembakan kepada Hamdi. Dalam rangkaian kejadian itu, tembakan diarahkan ke bagian kepala korban.
Hamdi sempat berusaha menghindar dari tembakan tersebut. Meski demikian, peluru mengenai bahu kanannya dan menyebabkan ia terluka. Setelah kejadian, korban segera dibawa ke RSUD Bari Palembang untuk memperoleh penanganan medis awal. Selanjutnya, ia dirujuk ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. Peristiwa bermula dari upaya Hamdi menegur orang yang dicurigai hendak mencuri kendaraan, lalu berujung pada aksi penembakan di sekitar apotek. Urutan tersebut menjadi latar kejadian yang kemudian ditangani aparat, sementara korban menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.
Baca juga: Dua Pelaku Pencurian Motor Ditangkap Warga di Depok | Penangkapan Pencuri Mobil Antik di Depok | Team Paniki Polsek Sorong Timur Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Satu Unit Honda Scoopy Diamankan







