Jakarta | Dewan Pers bersama Kementerian Sosial memberikan piagam penghargaan dan tali asih kepada keluarga lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi. Penghormatan tersebut disampaikan dalam Anugerah Dewan Pers 2026 sebagai bentuk perhatian kepada para jurnalis dan keluarga mereka. Penyerahan penghargaan menempatkan pengalaman keluarga sebagai bagian penting dari acara, sekaligus mengingatkan publik pada risiko yang dihadapi pekerja media ketika menjalankan tugas peliputan di tengah situasi bencana.
Piagam penghargaan menjadi penanda apresiasi terhadap kerja jurnalistik yang dilakukan para jurnalis tersebut. Sementara itu, tali asih diberikan kepada keluarga sebagai wujud kepedulian dan dukungan. Kedua bentuk penghormatan itu disampaikan bersama oleh Dewan Pers dan Kementerian Sosial, sehingga perhatian terhadap keluarga hadir melalui pengakuan atas profesi sekaligus bantuan sosial. Dalam acara tersebut, keluarga menjadi penerima langsung penghormatan atas nama para jurnalis yang dilaporkan hilang kontak.
Anugerah Dewan Pers tidak hanya menjadi ruang untuk mengapresiasi karya dan kontribusi insan pers, tetapi juga kesempatan untuk mengenang mereka yang menghadapi risiko saat meliput peristiwa penting. Pemberian penghargaan kepada keluarga lima jurnalis memperluas makna acara, dengan menyoroti hubungan keselamatan kerja jurnalistik, tanggung jawab pemberitaan, dan dukungan bagi keluarga. Peristiwa ini juga mengajak masyarakat memahami bahwa peliputan bencana dapat membawa tantangan besar, sementara informasi yang disampaikan jurnalis memiliki arti bagi publik.
Penghormatan tersebut disampaikan dengan tetap merujuk pada laporan bahwa kelima jurnalis hilang kontak saat bertugas. Tidak ada pernyataan dalam pemberian piagam dan tali asih ini yang memastikan keadaan atau keberadaan mereka. Karena itu, perhatian utama dalam momen Anugerah Dewan Pers 2026 adalah penghargaan terhadap tugas jurnalistik serta dukungan kepada keluarga yang menanti kabar. Langkah bersama Dewan Pers dan Kementerian Sosial menjadi pengakuan bahwa kepedulian kepada keluarga perlu hadir ketika jurnalis menghadapi situasi berisiko dalam menjalankan pekerjaan.
Anugerah Dewan Pers 2026 digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Acara tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi. Penyelenggaraan di Jakarta mempertemukan perhatian publik terhadap peristiwa itu dengan penghormatan bagi para jurnalis, sekaligus memberi ruang bagi keluarga mereka dalam agenda penghargaan. Informasi mengenai waktu dan tempat pelaksanaan menempatkan penyerahan penghormatan tersebut sebagai bagian penting dari acara, tanpa mengubah fokusnya dari para jurnalis yang menjadi pokok pengenangan. Dewan Pers terlibat dalam penyelenggaraan, bersama Kementerian Sosial.
Dalam rangkaian acara, piagam diserahkan kepada keluarga para jurnalis. Penyerahan itu disertai tali asih, sebagai bentuk perhatian yang diberikan kepada keluarga dalam kesempatan tersebut. Piagam dan tali asih disampaikan kepada keluarga, bukan sebagai tambahan rincian mengenai peristiwa hilangnya kontak, melainkan sebagai bagian dari agenda Anugerah Dewan Pers 2026. Keterlibatan keluarga dalam menerima kedua bentuk penghormatan itu menghubungkan acara dengan mereka yang ditinggalkan, sekaligus menegaskan bahwa pengenangan terhadap jurnalis turut mencakup perhatian kepada keluarga. Tidak tersedia keterangan tentang nama penerima, sehingga rincian tersebut tidak dicantumkan.
Keterlibatan Dewan Pers dan Kementerian Sosial menjadi bagian dari pelaksanaan penyerahan di Hall Dewan Pers. Dalam cakupan informasi yang tersedia, keduanya disebut terkait dengan acara dan pemberian kepada keluarga. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai pembagian peran masing-masing lembaga, urutan prosesi, maupun bentuk acara lain, sehingga hal-hal tersebut tidak perlu diasumsikan. Penjelasan mengenai momen di Jakarta dapat berpegang pada pokok yang diketahui: acara berlangsung pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, untuk mengenang lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi, dan keluarga menerima piagam serta tali asih. Dengan batas informasi itu, penyerahan tersebut menjadi inti dari momen penghormatan yang diberitakan.
Dalam catatan mengenai lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi, nama M. Bagus Khoirunnas tercatat sebagai jurnalis LKBN Biro Banten. Penyebutan asal media ini membantu pembaca mengenali konteks kerja jurnalistik yang dijalankannya sebelum kontak dengan mereka terputus. Ia merupakan salah satu dari lima nama yang dikenang dalam Anugerah Dewan Pers 2026. Daftar tersebut memuat jurnalis dengan latar penugasan dan media yang beragam. Informasi yang tersedia secara khusus menghubungkan Bagus dengan LKBN Biro Banten, sedangkan nama lain perlu disebut sesuai rincian sumber tanpa menambahkan keterangan yang tidak dipastikan. Cara penyajian ini menjaga kejelasan sekaligus membedakan data afiliasi yang eksplisit tersedia.
Dalam daftar yang sama, Ari Basuki disebut lebih dahulu, kemudian Yudistiro Pranoto, yang dikenal sebagai Yudhis. Sumber mengaitkan Yudistiro atau Yudhis dengan iNews TV. Urutan penyebutan ini penting dipertahankan agar informasi mengenai kedua nama tidak tercampur atau berubah menjadi keterangan afiliasi yang tidak didukung. Karena sumber tidak memastikan asal media Ari Basuki dalam rincian tersebut, penyebutan namanya sebaiknya berdiri sendiri. Dengan demikian, pembaca tetap memperoleh susunan yang sesuai catatan, tanpa menyimpulkan bahwa Ari memiliki hubungan dengan iNews TV. Ketelitian menyampaikan nama dan hubungan profesional menjadi bagian penting dalam mengenang para jurnalis serta menyajikan informasi tentang mereka secara bertanggung jawab.
Dua nama lainnya dalam daftar ialah Firdaus, yang juga dikenal sebagai Daus, dan Donal Husni. Firdaus atau Daus disebut sebagai jurnalis Anadolu Agency, sedangkan Donal Husni diidentifikasi sebagai jurnalis lepas. Keterangan tersebut melengkapi gambaran tentang lima jurnalis yang dikenang, sekaligus menunjukkan bahwa informasi sumber mencakup nama, sebutan yang dikenal, dan asal media atau status kerja jika dinyatakan. Penyajian yang cermat dapat membantu pembaca membedakan tiap individu dan memahami batas informasi yang tersedia. Secara berurutan, daftar mencantumkan M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Biro Banten; Ari Basuki; Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews TV; Firdaus atau Daus dari Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis lepas. Rincian ini mengikuti sumber tanpa menambahkan dugaan afiliasi.
Lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026, saat sedang bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Keterangan itu menjadi konteks penting dalam pemberian penghormatan kepada mereka, karena menunjukkan bahwa hilangnya komunikasi terjadi ketika para jurnalis menjalankan tugas peliputan. Peristiwa tersebut berkaitan langsung dengan kerja jurnalistik di lapangan, yakni upaya menyampaikan informasi mengenai erupsi kepada masyarakat. Dalam konteks ini, penyebutan tanggal dan penugasan memberi landasan bagi publik untuk memahami alasan kelima jurnalis dikenang dalam rangkaian Anugerah Dewan Pers 2026, tanpa mengubahnya menjadi uraian tentang perkembangan yang tidak disampaikan.
Penghormatan terhadap kelima jurnalis juga menempatkan tugas peliputan sebagai bagian dari tanggung jawab pers dalam menyediakan informasi. Mereka dilaporkan kehilangan kontak ketika tengah menjalankan pekerjaan jurnalistik di tengah peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau. Karena itu, pengenangan tersebut dapat dipahami melalui hubungan tugas mereka dan peran pers: menghadirkan laporan bagi publik. Keterangan mengenai hilangnya komunikasi sejak 7 September 2026 menjadi batas informasi yang tersedia dalam konteks ini. Uraian ini tidak menambahkan keterangan mengenai keadaan masing-masing jurnalis, proses pencarian, ataupun perkembangan setelah laporan hilang kontak, sehingga perhatian tetap tertuju pada fakta penugasan dan makna penghormatan yang diberikan.
Anugerah Dewan Pers 2026 mengusung tema “Kemerdekaan Pers, Jurnalisme Berkualitas, Keberlanjutan Media”. Tema tersebut menjadi bingkai acara yang memberikan penghargaan kepada insan pers, media, serta tokoh nasional. Penghargaan diberikan atas kontribusi mereka dalam menjaga demokrasi dan keterbukaan informasi.







