PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kebakaran melanda sebuah Rumah Makan Padang di Jalan Pegambiran No. 45B, RT 013/RW 008, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Api berkobar di bangunan rumah makan tersebut sehingga peristiwa ini segera dilaporkan kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.
Laporan mengenai kebakaran itu diterima pada pukul 07.35 WIB. Setelah menerima informasi, petugas menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas tiba enam menit setelah laporan diterima, tepatnya pada pukul 07.41 WIB. Kedatangan petugas menjadi bagian awal dari upaya penanganan terhadap api yang muncul di bangunan rumah makan tersebut.
Berdasarkan informasi awal di lokasi, api kemudian diketahui berasal dari area dapur yang berada di lantai tiga. Keterangan mengenai titik awal tersebut menjadi bagian penting dalam laporan kejadian, karena kebakaran tidak hanya melibatkan area usaha secara umum, tetapi juga berkaitan dengan ruang dapur di bangunan rumah makan. Peristiwa ini berlangsung pada pagi hari di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dan ditangani setelah laporan masuk ke dinas pemadam kebakaran setempat.
Dengan demikian, inti kejadian mencakup lokasi rumah makan di Jalan Pegambiran, waktu kejadian pada Jumat pagi, serta waktu penerimaan laporan oleh petugas. Api yang berkobar di bangunan Rumah Makan Padang itu diketahui bersumber dari dapur lantai tiga. Selang enam menit sejak laporan diterima, petugas tiba di lokasi untuk menjalankan penanganan kebakaran.
Aksi penyelamatan berlangsung ketika kebakaran melanda sebuah rumah makan Padang di kawasan Rawamangun. Dalam video yang beredar, seorang wanita mengenakan hijab hitam terlihat berusaha menyelamatkan seorang anak yang berada di area bangunan. Situasi tersebut berlangsung di tengah kepanikan, sementara asap dan kobaran api membuat penghuni harus segera mencari jalan keluar yang lebih aman.
Wanita itu tampak melompat dari lantai dua rumah makan menuju atap bangunan di sebelahnya. Atap yang menjadi lokasi penyelamatan tersebut memiliki tulisan “Mie Baso Kocok Bandung” pada bagian depannya. Setelah berhasil mencapai atap, ia bergerak mendekati posisi bocah dan mengangkat kedua lengannya untuk membantu mengamankan anak tersebut.
Bocah yang hendak diselamatkan terlihat mengenakan kaus berwarna biru. Dari bangunan sebelah, seorang pria sudah menunggu di atas pagar dengan kedua tangan terbuka. Posisi tersebut memungkinkan pria itu menerima anak setelah wanita berhijab hitam berhasil menjangkaunya. Keduanya kemudian bekerja sama memindahkan bocah tersebut menjauh dari area yang berisiko.
Dengan bantuan wanita dan pria itu, bocah tersebut akhirnya berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Momen tersebut menunjukkan upaya spontan warga untuk membantu korban ketika akses evakuasi berada dalam kondisi sulit. Keselamatan anak menjadi perhatian utama, meskipun proses pemindahan harus dilakukan melalui atap dan pagar bangunan.
Setelah memastikan bocah itu selamat dan berada dalam jangkauan orang-orang di bangunan sebelah, wanita tersebut turun dari atap. Ia menginjak pagar untuk kembali menuju area yang lebih rendah. Rekaman itu memperlihatkan rangkaian tindakan cepat, mulai dari lompatan ke atap, upaya menjangkau anak, hingga proses pemindahan dan turun dari bangunan. Aksi tersebut menjadi bagian penting dalam peristiwa kebakaran rumah makan Padang di Rawamangun.
Menurut keterangan Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta, kebakaran di rumah makan Padang kawasan Rawamangun diduga bermula dari kebocoran tabung gas. Dugaan tersebut berkaitan dengan aktivitas seorang pekerja yang sedang hendak mengganti tabung gas ketika kegiatan memasak masih berlangsung. Keterangan itu menjadi dasar informasi awal mengenai sumber munculnya api dalam peristiwa tersebut.
Api dilaporkan menyala di area dapur yang berada di lantai tiga bangunan. Pada saat kejadian, pekerja sempat berupaya mengendalikan kobaran menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Upaya awal tersebut dilakukan sebelum api dapat dipadamkan oleh petugas. Namun, berdasarkan keterangan yang disampaikan, kobaran api telanjur membesar sehingga penanganan tidak dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia di lokasi.
Peristiwa itu juga menyebabkan seorang pekerja mengalami luka bakar. Setelah kejadian, pekerja tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Informasi mengenai kondisi korban disampaikan sebagai bagian dari laporan penanganan kebakaran, tanpa keterangan lebih lanjut mengenai tingkat luka atau lamanya perawatan.
Damkar DKI Jakarta menyebut kebocoran tabung gas sebagai dugaan penyebab, sehingga sumber api tersebut belum dapat ditulis sebagai fakta yang telah dipastikan. Penetapan penyebab kebakaran tetap bergantung pada pemeriksaan dan informasi resmi lebih lanjut dari pihak berwenang. Keterangan awal mengenai tabung gas, aktivitas penggantian tabung, serta lokasi api di dapur lantai tiga digunakan untuk menjelaskan rangkaian kejadian sebagaimana dilaporkan oleh Command Center Damkar DKI Jakarta.
Penanganan kebakaran di rumah makan Padang, Rawamangun, dilakukan secara bertahap berdasarkan perkembangan situasi di lokasi. Operasi pemadaman mulai dilaksanakan pada pukul 07.42 WIB. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjangkau sumber api dan mendukung proses penanganan. Selain armada, sebanyak 40 personel turut diterjunkan agar pemadaman dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Petugas bekerja untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bagian lain bangunan maupun lingkungan di sekitarnya. Setelah penanganan berlangsung, api berhasil dilokalisasi pada pukul 07.55 WIB. Tahap ini menandai bahwa kobaran telah berada dalam kendali petugas, sehingga upaya berikutnya dapat difokuskan pada pemeriksaan titik-titik yang masih berpotensi menyimpan panas atau bara.
Proses kemudian berlanjut ke tahap pendinginan pada pukul 07.58 WIB. Dalam tahap tersebut, petugas memastikan area yang terdampak tidak kembali memunculkan api. Pendinginan dilakukan setelah api berhasil dikendalikan, sebagai bagian dari prosedur penanganan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kobaran di lokasi kejadian.
Rangkaian operasi pemadaman berlangsung hingga pukul 08.11 WIB. Pada waktu tersebut, penanganan dinyatakan selesai setelah kebakaran berhasil dipadamkan. Dengan pengerahan 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 40 personel, petugas menyelesaikan operasi sesuai tahapan waktu yang tercatat, mulai dari pemadaman awal, pelokalisasian api, pendinginan, hingga berakhirnya operasi di lokasi.

