Jakarta | Pendapatan bisnis AI cloud Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menunjukkan kenaikan kuat berdasarkan laporan keuangan terbaru. Dalam sembilan bulan 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US juta, setara sekitar Rp906 miliar. Angka tersebut telah melampaui pendapatan sepanjang 2025, yang tercatat US juta atau sekitar Rp508,2 miliar. Perbandingan ini menandakan skala kontribusi AI cloud yang semakin besar bagi bisnis IOH, meskipun periode pengukuran kedua angka tersebut berbeda.
Untuk membaca tren secara lebih utuh, pendapatan sembilan bulan 2026 perlu dibandingkan dengan capaian paruh pertama tahun yang sama. Pada enam bulan pertama, pendapatan AI cloud mencapai US$33 juta atau sekitar Rp599 miliar. Dengan demikian, nilai yang tercatat selama sembilan bulan bertambah sekitar US$17 juta, atau Rp307 miliar, dibandingkan capaian tengah tahun. Selisih itu mencerminkan pendapatan yang dibukukan pada kuartal ketiga, berdasarkan angka kumulatif yang dilaporkan.
Angka sembilan bulan tersebut sekitar 79 persen lebih tinggi daripada total pendapatan 2025. Namun, perbandingan itu belum sepenuhnya setara karena angka 2026 mencakup tiga kuartal, sementara angka tahun sebelumnya mencakup dua belas bulan. Karena itu, kenaikan tersebut sebaiknya dipahami sebagai indikasi momentum pertumbuhan, bukan sebagai perbandingan tahunan dengan durasi yang sama. Capaian paruh pertama juga memberi tolok ukur untuk melihat tambahan pendapatan sepanjang kuartal berikutnya.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memperlihatkan bahwa layanan AI cloud menjadi sumber pendapatan yang kian berarti dalam portofolio IOH. Pertumbuhan dari US$33 juta pada paruh pertama menjadi US$50 juta dalam sembilan bulan menunjukkan bahwa kontribusi bisnis terus bertambah sepanjang 2026. Sementara itu, angka setahun penuh 2025 memberikan konteks mengenai besarnya ekspansi yang telah dicapai. Kinerja berikutnya akan lebih mudah dinilai setelah laporan tahunan tersedia, sehingga pendapatan untuk periode dua belas bulan dapat dibandingkan secara langsung dengan tahun sebelumnya. Pembaca juga dapat mencermati laporan mendatang untuk mengetahui apakah tren ini berlanjut dan seberapa besar peran AI cloud dalam kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Indosat memperkirakan bisnis kecerdasan buatan (AI) dapat menghasilkan pendapatan sekitar US$100 juta, atau setara Rp1,8 triliun, hingga akhir 2026. Angka ini merupakan proyeksi pendapatan untuk tahun berjalan sampai periode tersebut, bukan nilai kontrak tahunan yang mulai berlaku pada tahun berikutnya. Perkiraan itu mencerminkan peluang komersial yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap solusi AI, termasuk layanan yang membantu mengolah data dan mengotomatisasi proses bisnis. Dengan demikian, target US$100 juta menggambarkan skala pendapatan yang diharapkan dapat diraih dalam fase pengembangan bisnis saat ini.
Perusahaan juga menyebut nilai pendapatan tahunan berdasarkan kontrak yang akan mulai berlaku pada 2027 berada di atas US$300 juta, atau lebih dari Rp5,4 triliun. Nilai tersebut mengacu pada potensi pendapatan per tahun dari kontrak-kontrak yang masa berlakunya dimulai pada 2027. Karena itu, angka ini tidak dapat disamakan dengan proyeksi US$100 juta hingga akhir 2026. Perbedaan periode dan dasar perhitungan penting diperhatikan: yang pertama adalah perkiraan pendapatan bisnis AI sampai akhir 2026, sedangkan yang kedua menunjukkan nilai tahunan kontrak setelah mulai berjalan.
Kontrak yang berlaku mulai 2027 dapat memberi gambaran mengenai peluang skala bisnis AI Indosat pada periode mendatang, tetapi bukan berarti seluruh nilai lebih dari US$300 juta tersebut sudah menjadi pendapatan yang dibukukan pada 2026. Realisasi pendapatan akan mengikuti waktu pelaksanaan dan ketentuan setiap kontrak. Dengan menyampaikan kedua angka itu secara terpisah, perusahaan menunjukkan target jangka dekat sekaligus potensi pendapatan berulang dari perjanjian yang memasuki masa berlaku pada tahun berikutnya. Investor dan pembaca dapat menilai prospeknya dengan membedakan estimasi pendapatan hingga akhir 2026 dari nilai tahunan kontrak mulai 2027, serta mempertimbangkan bahwa keduanya merujuk pada rentang waktu yang berbeda.
Indosat menyiapkan pengembangan kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari ekspansi infrastruktur digitalnya. Perusahaan menargetkan kapasitas komputasi AI mencapai 200 megawatt (MW) pada semester pertama 2027. Target tersebut mencerminkan skala yang ingin dibangun untuk menopang kebutuhan pemrosesan data dan layanan AI yang diperkirakan terus meningkat di Indonesia.
Untuk mendukung ekspansi tahap awal, Indosat memiliki fasilitas pinjaman berjangka hingga US$3,1 miliar, setara sekitar Rp56,2 triliun. Pembiayaan itu ditujukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur AI dengan kapasitas awal 100 MW. Angka 100 MW ini merujuk pada tahap awal yang didukung fasilitas pinjaman, bukan keseluruhan target kapasitas perusahaan pada semester pertama 2027. Target yang lebih luas tetap sebesar 200 MW.
Pembedaan kapasitas tahap awal dan sasaran jangka menengah penting untuk memahami rencana investasi tersebut. Fasilitas pinjaman menyediakan dukungan pembiayaan bagi pengembangan awal, sementara peningkatan menuju kapasitas 200 MW merupakan target ekspansi yang lebih besar. Realisasi setiap tahap akan bergantung pada pelaksanaan proyek, kesiapan fasilitas, serta kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan infrastruktur dan operasional yang menyertainya.
Infrastruktur komputasi AI membutuhkan pusat data, pasokan listrik yang andal, sistem pendinginan, jaringan berkapasitas tinggi, dan perangkat komputasi khusus. Karena itu, pembangunan kapasitas tidak hanya berkaitan dengan jumlah megawatt, tetapi juga dengan kesiapan ekosistem pendukung. Perencanaan bertahap dapat membantu perusahaan menyesuaikan pembangunan fasilitas dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi, sekaligus mengelola komitmen modal yang besar.
Jika target 200 MW tercapai sesuai rencana, kapasitas tersebut dapat memperkuat kemampuan Indosat dalam menyediakan sumber daya komputasi bagi berbagai kebutuhan AI. Namun, ukuran kapasitas saja belum menjelaskan tingkat pemanfaatan maupun hasil komersialnya. Perkembangan proyek, penggunaan dana pinjaman, dan jadwal pembangunan akan menjadi indikator penting untuk menilai kemajuan ekspansi. Dengan demikian, fasilitas pembiayaan hingga US$3,1 miliar mendukung tahap awal 100 MW, sedangkan sasaran 200 MW tetap merupakan target kapasitas yang hendak dicapai pada semester pertama 2027.
Indosat Intelligence Suite menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperluas bisnis kecerdasan buatan di luar layanan konektivitas. Platform ini mengintegrasikan lebih dari 300 model AI, sehingga pelanggan dapat mengakses beragam kemampuan melalui satu ekosistem. Pilihan model yang luas dapat membantu organisasi menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan operasional, mulai dari pengolahan bahasa dan analisis data hingga pengembangan aplikasi. Indosat menyebut platform tersebut berpotensi membuka sumber pendapatan baru. Peluang itu dapat berasal dari pemanfaatan model, layanan pendukung, serta hubungan komersial penyedia teknologi dan pelanggan. Dengan demikian, suite ini tidak hanya berfungsi sebagai katalog model, tetapi juga sebagai sarana untuk mempertemukan berbagai pihak dalam rantai nilai AI.
Ekosistemnya mencakup pengguna dari sejumlah sektor yang membutuhkan solusi digital berskala besar. Kelompok tersebut meliputi bank, perusahaan asuransi, pelaku e-commerce, perusahaan telekomunikasi, dan instansi pemerintah. Sektor-sektor ini dapat menggunakan model AI untuk mendukung layanan pelanggan, pemrosesan informasi, analisis risiko, maupun otomatisasi proses, sesuai kebutuhan masing-masing. Di sisi penyedia, platform menghadirkan model dari perusahaan global serta laboratorium yang mengembangkan teknologi open-source. Susunan ini memberi pengguna pilihan berbagai pendekatan dan kemampuan, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan solusi yang lebih sesuai dengan konteks lokal. Ketersediaan model dari beragam sumber juga dapat memperluas akses terhadap teknologi AI tanpa mengharuskan setiap organisasi membangun seluruh kemampuan dari awal.
Indosat turut menggandeng mitra yang mendukung akses dan penggunaan layanan.







