Empat Pekerja Terluka Saat Berupaya Memadamkan Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

oleh -94 Dilihat
oleh
Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun Melukai Pekerja Saat Pergantian Tabung Gas

PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Empat pekerja mengalami luka bakar saat berupaya memadamkan kebakaran yang melanda sebuah rumah makan Padang di Jalan Pegambiran Nomor 45B, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Insiden tersebut terjadi pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026.

Api muncul dari area dapur yang berada di lantai tiga bangunan rumah makan. Keempat pekerja terluka ketika berusaha menangani dan memadamkan api sebelum proses penanganan kebakaran dilakukan. Mereka masing-masing bernama Tya, Agung, Yusuf, dan Dede.

Nama-nama korban disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Abdul Wahid. Keterangan tersebut menjadi informasi awal mengenai korban dalam kebakaran rumah makan di kawasan Rawamangun itu.

Peristiwa bermula ketika api terlihat di dapur lantai tiga. Upaya para pekerja untuk menangani kobaran api kemudian menyebabkan empat orang mengalami luka bakar. Petugas pemadam kebakaran selanjutnya menangani kebakaran di lokasi rumah makan yang berada di Jalan Pegambiran tersebut.

Hingga informasi ini disampaikan, keterangan yang tersedia menyebutkan adanya empat pekerja yang terluka saat berupaya memadamkan api. Tidak terdapat informasi lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka maupun kondisi medis masing-masing korban. Penanganan kebakaran berfokus pada sumber api di bagian dapur bangunan.

Kebakaran di rumah makan Padang itu menambah perhatian terhadap keselamatan pekerja ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja. Area dapur, yang menjadi lokasi awal munculnya api, menjadi bagian bangunan yang ditangani dalam insiden tersebut. Identitas korban telah disampaikan oleh pihak berwenang, yaitu Tya, Agung, Yusuf, dan Dede.

Kebakaran bermula ketika aktivitas memasak masih berlangsung di area dapur rumah makan di Rawamangun. Sejumlah pekerja sedang menyiapkan makanan, sementara pada saat yang sama mereka hendak mengganti tabung gas yang digunakan untuk memasak. Dalam proses penggantian tersebut, api tiba-tiba menyala di sekitar area dapur. Kemunculan api yang berlangsung mendadak membuat para pekerja berupaya menjauh sekaligus mencari cara untuk menghentikan kobaran sebelum menyebar lebih luas.

Para pekerja kemudian mengambil alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi. Peralatan tersebut digunakan untuk mengendalikan api pada tahap awal, dengan harapan kobaran dapat segera dipadamkan dan tidak merambat ke bagian lain bangunan. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Api justru terus membesar, sehingga pemadaman menggunakan APAR tidak mampu mengatasi situasi. Kondisi tersebut membuat proses penanganan menjadi semakin sulit dan menyebabkan para pekerja yang berada di sekitar dapur terpapar panas serta kobaran api.

Abdul Wahid menyampaikan bahwa terdapat empat pekerja yang mengalami luka bakar dalam kejadian tersebut. Keempat korban mengalami cedera ketika berupaya menghadapi kebakaran yang muncul di area dapur. Setelah dievakuasi dari lokasi, seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis. Mereka menjalani pemeriksaan dan perawatan sesuai kondisi luka yang dialami. Penanganan terhadap korban dilakukan setelah upaya penyelamatan dari area kebakaran, sementara petugas melanjutkan proses pengendalian api agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.

Respons petugas pemadam kebakaran berlangsung cepat setelah laporan mengenai kebakaran rumah makan di Rawamangun diterima. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menerima laporan tersebut pada pukul 07.35 WIB. Informasi itu segera ditindaklanjuti dengan mengirimkan armada dan personel ke lokasi kejadian untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitarnya. Petugas tiba sekitar enam menit setelah laporan diterima dan langsung melakukan penilaian awal terhadap kondisi bangunan serta sumber api.

Proses pemadaman dimulai pada pukul 07.42 WIB. Dalam penanganan tersebut, sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama kendaraan pendukung. Operasi itu melibatkan total 40 personel yang bekerja secara terkoordinasi untuk mengendalikan kobaran api dari sejumlah titik. Pengerahan armada dalam jumlah besar dilakukan untuk mempercepat pemadaman, mengamankan area sekitar, serta memberikan dukungan apabila api menjalar ke bagian lain rumah makan atau bangunan yang berdekatan. Petugas juga harus bekerja dengan memperhatikan keselamatan tim di tengah kondisi bangunan yang terbakar.

Upaya pemadaman membuahkan hasil pada pukul 07.55 WIB, ketika api berhasil dilokalisasi. Tahap ini menunjukkan bahwa kobaran tidak lagi menyebar ke area lain, meskipun petugas masih harus memastikan seluruh bagian yang terdampak benar-benar aman. Tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.58 WIB, petugas memulai proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan dengan menyemprotkan air ke puing, dinding, peralatan, dan bagian bangunan yang masih menyimpan panas. Pendinginan penting untuk menghilangkan titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Selama proses berlangsung, personel tetap memantau lokasi dan memeriksa area terdampak hingga situasi dinilai terkendali.

Operasi pemadaman kebakaran di rumah makan kawasan Rawamangun dinyatakan selesai pada pukul 08.11 WIB. Berakhirnya operasi tersebut menandai selesainya upaya pemadaman yang dilakukan di lokasi kejadian. Waktu penyelesaian itu menjadi keterangan akhir dalam penanganan kebakaran rumah makan tersebut. Dengan demikian, kegiatan pemadaman tercatat berakhir pada pukul 08.11 WIB, sesuai informasi mengenai penanganan kejadian di lokasi.

Objek yang terbakar merupakan sebuah rumah makan yang disebut milik Amru, 69 tahun. Rumah makan tersebut memiliki luas bangunan sekitar 200 meter persegi. Keterangan mengenai kepemilikan dan luas bangunan itu menjadi bagian dari informasi tentang objek yang terbakar dalam peristiwa di Rawamangun. Identitas pemilik, usia Amru, serta ukuran bangunan dicatat bersama informasi berakhirnya operasi pemadaman.

Dengan selesainya operasi pada pukul 08.11 WIB, penanganan kebakaran rumah makan di Rawamangun dinyatakan rampung. Objek yang tercatat dalam kejadian ini adalah rumah makan milik Amru, 69 tahun, dengan luas bangunan sekitar 200 meter persegi. Informasi tersebut menutup rangkaian keterangan mengenai lokasi dan objek kebakaran, sekaligus mencatat waktu berakhirnya operasi pemadaman. Tidak ada keterangan lain yang ditambahkan selain data mengenai rumah makan, kepemilikan, luas bangunan, lokasi kejadian, dan waktu penyelesaian operasi.