Bogor | Kementerian Pariwisata mengajak sembilan agen dan perusahaan perjalanan asal Korea Selatan untuk menilai secara langsung potensi destinasi wisata di Jakarta dan Bogor. Melalui pengenalan beragam pilihan daya tarik di kedua wilayah, para peserta diharapkan dapat mempertimbangkan pengembangan paket perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar Korea, terutama wisatawan keluarga. Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan produk wisata Indonesia yang dapat dipasarkan kepada calon pengunjung dari Korea Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui familiarization trip atau famtrip pada 12–16 Oktober 2026. Dalam perjalanan tersebut, peserta berkesempatan mengenal destinasi Indonesia secara langsung, bukan hanya melalui informasi promosi atau materi katalog. Pengalaman di lapangan memberi mereka ruang untuk mengamati suasana, fasilitas, dan daya tarik yang dapat menjadi pertimbangan saat menyusun rencana perjalanan. Dengan demikian, penilaian terhadap setiap produk wisata dapat dilakukan berdasarkan pengalaman langsung selama kunjungan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan bahwa famtrip bertujuan agar para peserta mengenal destinasi Indonesia sekaligus menilai nilai jual produk wisata yang ditawarkan. Penilaian tersebut penting untuk melihat kemungkinan destinasi atau aktivitas tertentu dimasukkan ke dalam katalog maupun paket perjalanan yang mereka susun. Pertimbangan agen perjalanan dapat membantu menghubungkan potensi destinasi dengan minat wisatawan, termasuk keluarga yang mencari pengalaman beragam dalam satu kunjungan.
Selain mengunjungi pilihan destinasi yang telah dikenal, para peserta juga diajak mengidentifikasi alternatif yang berpotensi menarik bagi wisatawan Korea Selatan. Mereka dapat merasakan keragaman produk wisata Indonesia dan membandingkan karakter pengalaman yang tersedia di Jakarta serta Bogor. Pendekatan ini membuka kesempatan untuk merancang perjalanan dengan kombinasi aktivitas dan destinasi yang lebih luas. Hasil pengamatan para agen diharapkan mendukung pengembangan paket yang relevan, sekaligus memperkenalkan pilihan wisata yang belum banyak masuk dalam rencana perjalanan pasar tersebut.
Rangkaian kunjungan di Bogor memperlihatkan beragam pengalaman yang dapat dirangkai dalam satu perjalanan, mulai dari aktivitas alam hingga rekreasi keluarga. Di Curug Naga, peserta famtrip menjajal trekking menyusuri jalur berbukit, kemudian mencoba body rafting dan river tubing di aliran sungai. Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman petualangan yang aktif, dengan lanskap hutan dan air terjun sebagai daya tarik utama. Pilihan aktivitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan, termasuk keluarga atau kelompok kecil yang ingin menikmati alam tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan.
Di kawasan Puncak, peserta juga mengunjungi taman hiburan yang melengkapi pilihan rekreasi bagi pengunjung dengan minat berbeda. Sementara itu, Taman Safari Indonesia menawarkan pengalaman wisata satwa sekaligus edukasi mengenai konservasi dan keanekaragaman hayati. Interaksi dengan satwa dalam lingkungan pegunungan memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal berbagai spesies dan habitatnya secara lebih dekat. Kombinasi hiburan, pembelajaran, dan suasana alam ini dapat menjadi bagian menarik dari perjalanan keluarga, terutama bagi wisatawan yang mencari kegiatan beragam dalam satu destinasi.
Pengalaman bermalam dengan konsep glamping turut memperkaya kunjungan. Akomodasi ini memadukan kenyamanan dengan kedekatan pada alam, sementara panorama pegunungan menciptakan suasana berbeda dari penginapan perkotaan. Dari sisi pengembangan produk, ragam pengalaman tersebut membuka peluang menyusun paket wisata Bogor untuk pasar Korea Selatan dengan beberapa pilihan tema. Paket keluarga dapat menggabungkan taman hiburan dan Taman Safari Indonesia; paket alam dan petualangan dapat memuat trekking, body rafting, river tubing, serta glamping. Untuk free independent traveler (FIT), aktivitas dan lama kunjungan dapat disusun lebih fleksibel, misalnya dengan pilihan kegiatan tambahan sesuai minat dan tingkat aktivitas. Keterpaduan atraksi di Bogor dengan perjalanan dari Jakarta berpotensi memberi wisatawan pilihan itinerary yang variatif, baik untuk kunjungan singkat maupun perjalanan beberapa hari. Penyusunan paket yang jelas, informatif, dan mudah disesuaikan dapat membantu memperkenalkan karakter Bogor kepada calon pengunjung dari Korea Selatan.
Di Jakarta, peserta famtrip diperkenalkan pada wajah ibu kota yang memadukan wisata perkotaan modern, sejarah, budaya, dan rekreasi. Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa kota ini tidak hanya menawarkan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan, tetapi juga pengalaman yang memberi konteks tentang perjalanan Indonesia. Museum Nasional menjadi salah satu titik penting untuk mengenal warisan sejarah dan kebudayaan melalui koleksi yang merekam keragaman Nusantara. Sementara itu, Jakarta Aquarium menghadirkan pilihan rekreasi dalam ruang yang sesuai bagi keluarga maupun wisatawan yang mencari kegiatan santai di tengah agenda kota.
Selain destinasi, pengalaman akomodasi premium turut menjadi bagian dari pengenalan Jakarta. Fasilitas hotel, layanan, dan kenyamanan menginap dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang mengutamakan kualitas serta kemudahan selama perjalanan. Peserta juga berkesempatan menikmati kuliner Indonesia dalam suasana modern, sebuah pendekatan yang mempertemukan cita rasa lokal dengan penyajian dan lingkungan bersantap yang kontemporer. Pengalaman makan dengan panorama Jakarta dari ketinggian melengkapi gambaran gaya hidup perkotaan, sekaligus menawarkan sudut pandang berbeda terhadap lanskap ibu kota, terutama pada waktu malam.
Perpaduan akomodasi, wisata budaya, gastronomi, dan gaya hidup perkotaan dinilai memberi dasar yang menarik untuk mengembangkan produk perjalanan bagi pasar Korea Selatan. Wisatawan dapat menyusun agenda yang beragam dalam satu kunjungan: menjelajahi museum, menikmati atraksi rekreasi, mencicipi hidangan khas, lalu beristirahat di hotel dengan layanan premium. Kombinasi tersebut juga memungkinkan penyedia perjalanan menawarkan paket dengan pilihan durasi dan minat yang lebih fleksibel, tanpa menjadikan Jakarta sekadar titik transit sebelum menuju destinasi lain.
Peluang ini mencakup segmen premium yang mencari kenyamanan, pengalaman bersantap berkualitas, dan layanan terkurasi, serta wisatawan FIT yang menghendaki keleluasaan mengatur kegiatan sendiri. Bagi pasar Korea Selatan, variasi pengalaman di Jakarta dapat dikemas sebagai kunjungan singkat maupun bagian dari perjalanan yang lebih luas ke Bogor. Informasi yang diperoleh melalui famtrip membantu pelaku industri memahami daya tarik dan kebutuhan operasional setiap produk. Dengan demikian, pengenalan langsung terhadap destinasi, hotel, dan pengalaman kuliner dapat mendukung penyusunan penawaran yang lebih relevan, kompetitif, dan mudah dipasarkan kepada calon pengunjung.
Selain memperkenalkan destinasi, famtrip ini menjadi ruang untuk memperluas hubungan bisnis agen perjalanan dari Korea Selatan dan pelaku industri pariwisata Indonesia. Melalui sesi jejaring, para peserta mendapat kesempatan mengenal penyedia layanan dan atraksi yang dapat mendukung penyusunan paket perjalanan Jakarta–Bogor. Pihak yang diperkenalkan mencakup Grand Hyatt Jakarta, Keraton at The Plaza, Damar Langit, Ismaya Group, DMC White Tiger, Cimory Dairyland, White Horse, Taman Safari Indonesia, serta Jakarta Aquarium. Pertemuan tersebut membuka peluang bagi para agen untuk menggali pilihan akomodasi, transportasi, kuliner, dan pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan mereka. Interaksi langsung juga membantu membangun pemahaman tentang ragam produk, sekaligus menjadi dasar penjajakan kerja sama komersial mitra Korea dan Indonesia.
Park Si Nung menilai Jakarta dan Bogor memiliki potensi menarik bagi wisatawan Korea Selatan karena menawarkan pengalaman yang beragam dalam satu perjalanan. Salah satu kegiatan yang paling berkesan baginya adalah interaksi dengan satwa di Taman Safari Indonesia. Pengalaman tersebut memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat satwa secara lebih dekat dan menjadi daya tarik yang dapat membedakan perjalanan dari kunjungan kota biasa. Ia juga menyoroti atraksi luge sebagai aktivitas yang menarik, serta pilihan kuliner yang dapat melengkapi agenda wisata. Menurutnya, panorama dan suasana malam Jakarta turut memberi nilai tambah.
Baca juga: Peluang Kerja di Jakarta Pusat: Job Fair 2026 Siap Digelar | Kondisi Musim Hujan yang Tertunda dan Dampaknya bagi Kesehatan Warga Jakarta | Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan







