Kelangkaan BBM Picu WFH ASN dan Pembelajaran Daring di Jembrana

oleh -104 Dilihat
oleh
Kelangkaan BBM Picu WFH ASN dan Pembelajaran Daring di Jembrana

Kabupaten Jembrana | Pemerintah Kabupaten Jembrana memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pembelajaran daring bagi siswa di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Penyesuaian kegiatan tersebut berlaku pada 15–17 Oktober 2026. Dengan kebijakan ini, aktivitas kerja ASN dan kegiatan belajar siswa di Jembrana untuk sementara dilaksanakan dari rumah selama tiga hari sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah kabupaten.

Kebijakan tersebut mencakup dua kelompok kegiatan yang berbeda. ASN menjalankan pekerjaan dari rumah, sementara siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Perubahan itu berkaitan dengan pengaturan tempat kerja dan cara kegiatan belajar berlangsung selama tanggal pemberlakuan. Rentang waktu yang telah ditentukan memberi batas jelas bagi pelaksanaan penyesuaian, yakni mulai 15 Oktober hingga 17 Oktober 2026. Informasi yang tersedia tidak merinci perubahan lain di luar kedua kegiatan tersebut.

Kelangkaan BBM di Bali menjadi konteks bagi kebijakan Jembrana ini. Namun, keterangan mengenai keputusan tersebut tidak menyebutkan penyebab kelangkaan, sehingga sebabnya tidak dapat disimpulkan dari informasi yang ada. Demikian pula, kebijakan untuk tiga hari itu tidak dengan sendirinya menjelaskan dampak yang lebih luas terhadap pasokan, layanan, atau masyarakat di wilayah lain. Hal yang dapat dipastikan adalah pemerintah kabupaten menetapkan WFH bagi ASN dan pembelajaran daring bagi siswa pada 15–17 Oktober 2026. Dengan demikian, inti pengumuman terletak pada penyesuaian sementara terhadap pelaksanaan kerja pemerintahan dan kegiatan belajar di Jembrana selama periode tersebut, dalam situasi kelangkaan BBM yang disebut terjadi di Bali.

Kebijakan pembelajaran dari rumah di Kabupaten Jembrana mencakup satuan pendidikan pada berbagai jenjang, bukan hanya sekolah menengah atau kelompok sekolah tertentu. Pelaksanaannya diarahkan untuk berlangsung secara daring, dengan cakupan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA). Dengan demikian, perubahan kegiatan belajar berlaku bagi peserta didik di seluruh rentang pendidikan yang disebutkan dalam kebijakan tersebut.

Cakupan kebijakan itu juga meliputi sekolah negeri dan swasta. Artinya, status pengelolaan sekolah tidak menjadi pembeda dalam penerapan arahan belajar dari rumah. Satuan pendidikan pada kedua kelompok tersebut termasuk dalam pelaksanaan pembelajaran daring, sehingga kebijakan berlaku secara luas di lingkungan pendidikan Kabupaten Jembrana. Keterangan mengenai jenjang dan jenis sekolah ini memberi gambaran bahwa langkah tersebut disiapkan untuk diterapkan lintas satuan pendidikan.

Kepala SMP Negeri 1 Negara, I Ketut Tastra, menyampaikan bahwa surat edaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana mengarahkan satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran daring dalam rangka kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Arahan tersebut menjadi dasar bagi sekolah untuk mengalihkan kegiatan belajar dari rumah, sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah. Pernyataan Tastra menjelaskan hubungan penerbitan surat edaran, pelaksanaan belajar secara daring, dan kondisi kelangkaan BBM yang melatarbelakanginya.

Dengan cakupan dari PAUD hingga SMA serta keterlibatan sekolah negeri dan swasta, kebijakan ini menjangkau peserta didik di beragam tingkat pendidikan. Pelaksanaan secara daring menempatkan rumah sebagai lokasi kegiatan belajar selama arahan tersebut dijalankan. Sekolah-sekolah yang tercakup mengikuti ketentuan dalam surat edaran Dikpora Kabupaten Jembrana. Penjelasan itu menegaskan bahwa kebijakan bukan hanya ditujukan kepada satu jenjang, melainkan menjadi arahan bagi satuan pendidikan di seluruh jenjang yang disebutkan, baik negeri maupun swasta, sebagai respons terhadap kelangkaan BBM di Kabupaten Jembrana.

Setelah siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah, suasana di sejumlah sekolah di Jembrana tampak lebih lengang dibandingkan saat pembelajaran berlangsung secara langsung. Ruang kelas tidak dipenuhi murid, sementara aktivitas di lingkungan sekolah berjalan dengan jumlah orang yang lebih terbatas. Kondisi ini menjadi salah satu gambaran pelaksanaan kebijakan pembelajaran daring yang diterapkan di tengah kelangkaan bahan bakar minyak dan pengaturan kegiatan bagi aparatur sipil negara.

Namun, sekolah yang sepi bukan berarti seluruh kegiatan pendidikan berhenti. Di SDN 3 Dauhwaru, beberapa guru masih datang ke sekolah untuk menyiapkan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Mereka menjalankan pekerjaan yang diperlukan agar kegiatan belajar dari rumah tetap dapat berlangsung, termasuk mempersiapkan bahan ajar untuk digunakan murid. Kehadiran guru tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring tetap membutuhkan koordinasi dan persiapan dari pihak sekolah.

Aktivitas guru di sekolah juga memperlihatkan bahwa penyesuaian tidak selalu berarti semua tenaga pendidik bekerja dari rumah. Pengaturan yang dijalankan dapat berbeda sesuai kebutuhan dan situasi masing-masing satuan pendidikan. Dalam contoh SDN 3 Dauhwaru, sejumlah guru tetap hadir untuk mendukung proses belajar, sedangkan siswa mengikuti pembelajaran dari rumah. Informasi ini menggambarkan kondisi sekolah tersebut, bukan gambaran yang dapat langsung diterapkan kepada semua sekolah di Jembrana.

Perubahan suasana sekolah menjadi salah satu dampak yang terlihat dari kebijakan tersebut. Bagi siswa, pembelajaran berlangsung tanpa datang ke ruang kelas, sementara guru menyiapkan materi agar kegiatan belajar tetap berjalan. Situasi ini menuntut penyesuaian dalam penyampaian pelajaran dan komunikasi sekolah dengan keluarga. Meski halaman dan kelas tampak lebih lengang, tanggung jawab pendidikan tetap dilaksanakan melalui cara yang disesuaikan dengan keadaan. Pengalaman di SDN 3 Dauhwaru memberi contoh konkret tentang bagaimana sebagian kegiatan sekolah tetap berjalan ketika murid belajar dari rumah, tanpa mengabaikan kemungkinan adanya pengaturan berbeda di sekolah lain.

Suasana di SMP Negeri 1 Negara tampak nyaris tanpa aktivitas di lingkungan sekolah. Kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung dengan kehadiran guru dan siswa di ruang kelas seperti biasanya. Para guru menjalankan pekerjaan dari rumah, sedangkan siswa mengikuti pelajaran secara daring dari rumah masing-masing. Dengan demikian, kegiatan sekolah pada pelaksanaan tersebut berpindah dari lingkungan sekolah ke tempat tinggal setiap guru dan siswa. Gambaran kondisi ini menunjukkan bahwa ruang kelas dan area sekolah tidak menjadi lokasi utama kegiatan belajar pada saat itu. Aktivitas pendidikan tetap dijalankan, tetapi guru dan siswa berada di tempat yang berbeda.

Bagi para guru, pelaksanaan kegiatan dari rumah dilakukan melalui skema bekerja dari rumah atau WFH. Sementara itu, para siswa mengikuti pembelajaran secara daring, juga dari rumah masing-masing. Keterangan mengenai pelaksanaan ini menempatkan guru dan siswa pada dua bentuk kegiatan yang berkaitan: guru melaksanakan pekerjaan dari rumah, dan siswa mengikuti proses pembelajaran secara online. Tidak ada keterangan tentang penggunaan aplikasi tertentu, materi pelajaran, jadwal kelas, maupun cara guru menyampaikan pembelajaran. Informasi yang tersedia hanya menjelaskan bahwa kegiatan guru dan siswa dilakukan dari rumah, bukan dengan berkumpul di sekolah.

Karena itu, SMP Negeri 1 Negara terlihat nyaris tidak memiliki aktivitas langsung di lingkungan sekolah ketika kegiatan tersebut berlangsung. Para guru berada di rumah untuk menjalankan WFH, sementara para siswa berada di rumah masing-masing untuk mengikuti pelajaran daring. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung tanpa kehadiran siswa di kelas dan tanpa guru bekerja di sekolah. Uraian mengenai situasi ini terbatas pada lokasi dan cara kegiatan dilakukan: guru bekerja dari rumah dan siswa belajar secara daring dari rumah. Pelaksanaan WFH bagi guru serta pembelajaran daring bagi siswa menjadi bentuk kegiatan yang dijalankan pada saat itu di SMP Negeri 1 Negara.

Baca juga: Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh di Depok Akibat Abu Vulkanik | Aturan Pembelajaran Jarak Jauh di Jakarta: Apa yang Perlu Diketahui | Pemprov DKI Jakarta Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh Dampak Erupsi Anak Krakatau