Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XXVI/Mataram akan dibangun di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penetapan lokasi tersebut menjadi bagian penting dalam rencana pembentukan dan penguatan struktur komando kewilayahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan yang dipilih berada di lahan milik Kasultanan Yogyakarta atau yang dikenal sebagai Sultan Ground.
Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, mengonfirmasi bahwa titik pembangunan markas telah ditetapkan setelah melalui peninjauan akhir. Konfirmasi itu disampaikan pada Selasa, 6 Oktober. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan kebutuhan pembangunan markas, termasuk aspek wilayah, akses, serta kesiapan lahan yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan komando militer.
Penggunaan lahan untuk markas Kodam XXVI/Mataram telah memperoleh persetujuan dan izin dari pihak Keraton Yogyakarta. Dengan demikian, proses penetapan lokasi dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Kasultanan sebagai pemegang hak atas Sultan Ground. Keberadaan lahan tersebut juga tidak terlepas dari arahan Ngarsa Dalem, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menunjukkan lokasi untuk pembangunan markas.
Lokasi di Sidoluhur, Godean, menjadi titik yang dipilih setelah seluruh tahapan peninjauan dan pembahasan dilakukan. Penetapan ini memberikan kepastian awal bagi pemerintah daerah, pihak militer, serta Keraton Yogyakarta dalam melanjutkan tahapan berikutnya. Pembangunan markas nantinya diharapkan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan status tanah kasultanan dan hubungan kelembagaan Kodam, pemerintah daerah, serta Keraton Yogyakarta.
Pembentukan Kodam XXVI/Mataram menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur komando kewilayahan TNI Angkatan Darat. Kodam ini merupakan satu dari enam komando daerah militer baru yang resmi dibentuk pada 5 Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. Peresmian tersebut dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bagian dari penataan organisasi pertahanan dan penguatan kendali militer di berbagai wilayah.
Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, pembentukan Kodam XXVI/Mataram membawa perubahan langsung terhadap rantai komando. Sebelumnya, seluruh wilayah DIY berada di bawah kendali Kodam IV/Diponegoro. Setelah Kodam XXVI/Mataram resmi beroperasi, komando kewilayahan di provinsi tersebut akan beralih dan berada langsung di bawah kendali kodam baru yang bermarkas di Sultan Ground, Sleman.
Peralihan itu mencakup seluruh satuan komando distrik militer yang berada di wilayah DIY. Satuan tersebut meliputi Kodim Kota Yogyakarta, Kodim Sleman, Kodim Bantul, Kodim Kulon Progo, dan Kodim Gunungkidul. Dengan demikian, perubahan ini tidak hanya menyangkut pembentukan markas komando tingkat provinsi, tetapi juga penataan hubungan koordinasi kodam dan satuan teritorial di tingkat kabupaten serta kota.
Penunjukan pimpinan Kodam XXVI/Mataram turut memperjelas kesiapan struktur baru tersebut. Mayjen TNI Drajad Brima Yoga telah ditunjuk sebagai Pangdam XXVI/Mataram setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan enam kodam baru pada 5 Oktober. Kehadiran panglima dan organisasi komando yang baru diharapkan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas pembinaan teritorial, koordinasi pertahanan, serta pengendalian satuan TNI Angkatan Darat di seluruh wilayah DIY secara lebih terintegrasi.
Penetapan Sidoluhur, Godean, Sleman, sebagai lokasi calon Markas Kodam XXVI/Mataram dilakukan setelah melalui rangkaian pencarian dan peninjauan terhadap sejumlah alternatif. Sebelum titik akhir ditentukan, tim survei menelaah beberapa wilayah yang dinilai dapat menjadi lokasi pembangunan markas baru. Proses tersebut melibatkan unsur dari Mabes TNI Angkatan Darat, Kodam IV/Diponegoro, serta Korem 072/Pamungkas.
Dalam penjajakan awal, sejumlah pilihan berada di wilayah Bantul dan Kulon Progo. Tim juga meninjau kawasan lain di Kabupaten Sleman sebagai bagian dari proses pembandingan lokasi. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh titik yang paling sesuai dengan kebutuhan pembangunan markas, sebelum keputusan diarahkan ke Sidoluhur, Godean.
Godean kemudian dinilai sebagai lokasi yang paling ideal berdasarkan beberapa pertimbangan utama. Salah satunya adalah kondisi lahan yang siap digunakan. Kesiapan tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan titik pembangunan, sehingga lokasi yang dipilih dapat mendukung tahapan berikutnya sesuai rencana.
Selain kesiapan lahan, posisi Godean juga dipandang strategis. Pertimbangan mengenai letak ini menjadi bagian dari hasil penilaian tim survei terhadap berbagai alternatif yang telah dijajaki. Dengan demikian, Sidoluhur dipilih setelah melewati proses pemeriksaan dan perbandingan terhadap beberapa lokasi di wilayah Yogyakarta.
Pertimbangan lain yang turut memperkuat pilihan tersebut adalah kedekatan lokasinya dengan rencana pembangunan markas baru Polda DIY di Sidomulyo, Godean, Sleman. Kedua rencana pembangunan itu berada dalam kawasan yang berdekatan, sehingga hubungan lokasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam penetapan Sidoluhur sebagai calon tempat bermarkasnya Kodam XXVI/Mataram.
Melalui proses survei yang melibatkan Mabes TNI AD, Kodam IV/Diponegoro, dan Korem 072/Pamungkas, berbagai alternatif akhirnya mengerucut pada satu titik. Sidoluhur, Godean, dipilih karena lahannya siap, posisinya strategis, serta berdekatan dengan rencana pembangunan markas baru Polda DIY di Sidomulyo.
Pembangunan fisik markas Kodam XXVI/Mataram di kawasan Sultan Ground, Godean, Sleman, belum memiliki kepastian pelaksanaan. Rencana tersebut masih menunggu pengalokasian anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, pelaksanaan pembangunan belum dapat ditetapkan sebelum dukungan pembiayaan dan keputusan terkait tersedia. Tahapan ini menjadi bagian penting agar pembangunan markas dapat berjalan sesuai kebutuhan organisasi serta ketentuan yang berlaku.
Selain dukungan anggaran, pembangunan markas memerlukan persiapan organisasi secara menyeluruh. Sejumlah badan pelaksana pendukung perlu dipenuhi agar setiap fungsi dapat berjalan, mulai dari perencanaan, administrasi, logistik, hingga pelaksanaan teknis di lapangan. Penyiapan unsur-unsur tersebut dilakukan secara bertahap, sejalan dengan perkembangan kebutuhan Kodam dan kesiapan sarana yang tersedia.
Selama menunggu pembangunan markas di Godean, kegiatan operasional awal Kodam XXVI/Mataram ditempatkan di Markas Korem 072/Pamungkas, Kota Yogyakarta. Lokasi itu sekaligus digunakan sebagai markas sementara untuk mendukung pelaksanaan tugas awal dan koordinasi organisasi. Penggunaan fasilitas yang telah tersedia memungkinkan kegiatan berjalan tanpa harus menunggu selesainya pembangunan markas permanen.
Dalam tahap penataan fasilitas, sebagian aktivitas perkantoran dan logistik Korem 072/Pamungkas secara bertahap dipindahkan ke Markas Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista Kompi C di Demak Ijo, Sleman. Pemindahan ini dilakukan untuk menyesuaikan penggunaan ruang dan mendukung kelancaran operasional masing-masing satuan. Pengaturan tersebut tetap berlangsung secara bertahap berdasarkan kebutuhan serta kesiapan fasilitas.
Di sisi sumber daya manusia, proses pemetaan dan perekrutan personel juga berjalan secara bertahap dari jajaran Kodim di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penawaran disampaikan kepada anggota yang dinilai sesuai dengan kebutuhan organisasi, kemudian penempatan dilakukan berdasarkan kemampuan dan kompetensi. Keahlian seperti pengoperasian komputer atau mengemudi menjadi salah satu pertimbangan dalam penugasan. Dengan mekanisme tersebut, penyiapan personel diarahkan untuk mendukung kebutuhan kerja secara tepat tanpa mengabaikan pengalaman serta kecakapan setiap anggota.

