KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Pengendara yang biasa melintasi Jalan Lereng Cinere menuju Pondok Cabe, Pamulang, diimbau untuk sementara waktu memilih rute alternatif. Imbauan tersebut berkaitan dengan pekerjaan galian drainase yang sedang berlangsung di ruas jalan tersebut. Aktivitas proyek berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan, terutama ketika kendaraan harus melintas di sekitar area pekerjaan.
Jalan Lereng Cinere berada di wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat menuju kawasan Pondok Cabe, Pamulang. Dengan adanya pekerjaan drainase, kondisi jalan dapat mengalami penyesuaian selama proses pengerjaan berlangsung. Pengendara yang tetap melintas diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengikuti pengaturan lalu lintas di lapangan, serta memperhatikan petunjuk dari petugas.
Pemilihan jalur alternatif dinilai dapat membantu pengendara menghindari potensi perlambatan dan kepadatan di sekitar lokasi galian. Masyarakat disarankan mempertimbangkan waktu perjalanan serta memeriksa kondisi rute sebelum berangkat agar dapat menyesuaikan perjalanan dengan situasi terkini. Langkah tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan selama proyek berjalan.
Pekerjaan drainase dijadwalkan berlangsung hingga Desember. Karena itu, imbauan untuk menghindari Jalan Lereng Cinere menuju Pondok Cabe bersifat sementara, selama kegiatan konstruksi masih dilakukan. Pengendara perlu memperbarui informasi mengenai perkembangan pekerjaan dan menggunakan jalur yang dianggap lebih aman serta lancar. Dengan demikian, mobilitas masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa menambah beban lalu lintas di area pengerjaan.
Pengerjaan drainase di kawasan pertigaan South City hingga Jalan Lereng Cinere dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Kegiatan tersebut mencakup pekerjaan fisik saluran air yang berlangsung di sepanjang kawasan tersebut. Informasi mengenai pelaksanaan proyek disampaikan oleh Kanit Lantas Polsek Cinere, Iptu Suharyoko, sebagai bagian dari pemberitahuan kepada masyarakat yang melintasi wilayah terdampak.
Berdasarkan keterangan Iptu Suharyoko, pekerjaan drainase dimulai pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung sampai 28 Desember 2026. Rentang waktu tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penataan saluran air akan berjalan selama beberapa bulan, mulai dari awal Oktober hingga menjelang penghujung tahun.
Pekerjaan fisik saluran air di kawasan pertigaan South City sampai Jalan Lereng diperkirakan berlangsung hingga akhir Desember. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas atau melintas di sekitar lokasi perlu memperhatikan perkembangan pekerjaan selama masa pelaksanaan. Proyek yang dikerjakan Dinas PUPR Kota Depok tersebut tetap berlangsung sesuai waktu yang telah disampaikan, yakni dari 2 Oktober sampai 28 Desember 2026.
Keterangan mengenai jadwal ini menjadi acuan bagi pengguna jalan dan warga di sekitar kawasan untuk mengetahui bahwa pekerjaan drainase belum selesai dalam waktu singkat. Pelaksanaan proyek akan berlanjut hingga periode akhir Desember, sesuai informasi dari pihak kepolisian. Dengan demikian, pekerjaan di ruas pertigaan South City hingga Jalan Lereng masih berlangsung sepanjang sebagian besar bulan Oktober, November, dan Desember 2026.
Pengaturan pekerjaan drainase di Jalan Lereng Cinere dilakukan dengan mempertimbangkan kelancaran mobilitas masyarakat. Selama proyek berlangsung hingga Desember, ruas jalan tersebut tidak akan ditutup secara total. Kendaraan masih dapat melintas, meskipun pengguna jalan perlu mengikuti pengaturan lalu lintas dan mengurangi kecepatan ketika melewati area pekerjaan. Skema ini diterapkan agar pembangunan gorong-gorong tetap berjalan tanpa menghentikan akses warga, angkutan umum, maupun kendaraan lain yang menggunakan jalur tersebut.
Aktivitas penggalian dipusatkan pada malam hari, yakni sekitar pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB. Pemilihan waktu tersebut dimaksudkan untuk menekan dampak pekerjaan terhadap arus kendaraan, terutama pada periode siang ketika intensitas perjalanan cenderung lebih tinggi. Pada jam kerja malam, petugas dapat melakukan pembongkaran dan pemasangan gorong-gorong dengan ruang kerja yang lebih leluasa. Pengguna jalan tetap diimbau berhati-hati karena kemungkinan terdapat penyempitan lajur, petugas proyek, serta peralatan konstruksi di sekitar lokasi.
Setelah bagian jalan digali untuk kebutuhan pemasangan gorong-gorong, area itu akan ditutup sementara menggunakan pelat besi baja. Penutup tersebut memungkinkan kendaraan melintas pada siang hari ketika pekerjaan penggalian dihentikan. Dengan demikian, pernyataan bahwa jalan tetap terbuka berarti akses kendaraan tidak ditiadakan sepenuhnya, bukan berarti seluruh ruas bebas dari pengaturan atau gangguan pekerjaan. Pengendara tetap perlu memperhatikan rambu, arahan petugas, dan kondisi permukaan jalan saat melintasi pelat baja. Pengaturan ini dapat berubah secara terbatas sesuai tahapan proyek dan kebutuhan keselamatan di lapangan, sehingga masyarakat disarankan merencanakan perjalanan dengan waktu tambahan.
Polsek Cinere mengingatkan pengguna jalan mengenai potensi kemacetan parah di sekitar lokasi pengerjaan drainase Jalan Lereng Cinere. Peringatan tersebut disampaikan karena aktivitas proyek berpotensi mengurangi ruang gerak kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume lalu lintas meningkat. Pengendara yang tetap melintas perlu meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan.
Penyempitan badan jalan menjadi salah satu faktor utama yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas. Tumpukan material konstruksi di sisi jalan mengambil sebagian ruang yang biasanya digunakan kendaraan untuk bergerak. Selain itu, keberadaan alat berat yang digunakan dalam proses penggalian dan pembangunan saluran drainase dapat menyebabkan kendaraan harus melaju secara bergantian atau menunggu hingga jalur kembali aman untuk dilewati.
Jalan tersebut memang tidak ditutup sepenuhnya selama pengerjaan berlangsung. Namun, kondisi badan jalan yang menyempit tetap dapat menimbulkan antrean panjang, khususnya apabila terjadi pertemuan kendaraan dari dua arah, kendaraan berhenti sementara, atau alat berat sedang melakukan manuver. Situasi ini juga berisiko menimbulkan perlambatan berantai pada ruas jalan di sekitar lokasi proyek.
Karena itu, masyarakat diimbau mempertimbangkan rute alternatif dan menghindari Jalan Lereng Cinere apabila tidak memiliki keperluan mendesak di kawasan tersebut. Pengendara yang harus melintas sebaiknya mengatur waktu perjalanan, memantau kondisi lalu lintas, serta tidak memaksakan diri melewati area proyek ketika antrean mulai terbentuk. Imbauan ini berlaku selama pekerjaan drainase berlangsung hingga Desember, sehingga pengguna jalan dapat membantu menjaga keselamatan sekaligus mengurangi beban lalu lintas di sekitar lokasi.

