Penyambutan Dengan Adat Arfak Warnai Pembukaan TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel di Manokwari Selatan

oleh -25 Dilihat
oleh

MANOKWARI SELATAN – Suasana penuh khidmat dan kebanggaan budaya mewarnai Lapangan Garuda Ransiki, Jl. Sujarwo Condronegoro, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Selasa (13/10/2026). Sebelum Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodam XVIII/Kasuari wilayah Kodim 1808/Mansel resmi dimulai, prosesi adat Arfak menjadi pembuka yang memukau.

Momen sakral tersebut adalah penyambutan kepada Wakil Bupati Manokwari Selatan, Mesak Inyomusi, S.E., M.M., yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Sebagai putra asli Arfak yang mengabdi di tanah kelahirannya, Mesak Inyomusi mendapat penghormatan tertinggi dari masyarakat adatnya.

Secara langsung, Komandan Kodim 1808/Mansel Letkol Czi Sunandar Parius Sudarmono, S.E., M.I.P., M.M., mengalungkan manik-manik khas Papua dan memasangkan Mahkota Adat Papua kepada Wakil Bupati. Prosesi yang dilakukan dengan penuh rasa hormat itu disambut tepuk tangan haru dari tamu undangan, prajurit TNI-Polri, dan masyarakat yang hadir.

Dandim 1808/Mansel menegaskan, prosesi adat ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah komitmen TNI AD, khususnya Kodam XVIII/Kasuari, untuk selalu menjunjung tinggi kearifan lokal di manapun bertugas.

“Kami pegang teguh prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kehadiran TMMD ke-130 di Mansel bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tapi yang utama membangun hati dan persaudaraan dengan masyarakat Arfak. Penyambutan ini adalah wujud penghormatan kami kepada tuan rumah,” tegas Letkol Sunandar.

Diketahui, pengalungan manik-manik dan mahkota Arfak memiliki makna filosofis yang mendalam. Manik-manik melambangkan persaudaraan, ketulusan, dan restu leluhur, sedangkan mahkota adalah simbol kepemimpinan, kehormatan, dan tanggung jawab menjaga tanah dan rakyatnya.

Sementara itu, Wabup Mesak Inyomusi menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, sinergi antara adat, pemerintah daerah, dan TNI adalah kunci suksesnya TMMD.

“Saya sebagai anak Arfak sangat terharu. Ini menunjukkan TNI sangat dekat dengan rakyat dan adat. TMMD ke-130 ini akan menjadi bukti nyata Manunggalnya TNI dengan rakyat Mansel untuk membangun dari kampung,” ujarnya.

Pembukaan TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel tahun ini mengusung semangat kebersamaan untuk percepatan pembangunan di wilayah pedalaman. Kehadiran unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam balutan adat Arfak menjadi simbol kuatnya persatuan dalam bingkai NKRI dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan dimulainya TMMD secara resmi, Satgas TMMD bersama masyarakat akan segera bergerak melaksanakan sasaran fisik dan non-fisik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Manokwari Selatan.

(Tim/Red)