Penyerangan Antargeng Motor di Makassar Menewaskan Satu Orang dan Membakar Dua Kendaraan

oleh -249 Dilihat
oleh
Penyerangan Antargeng Motor di Makassar Menewaskan Satu Orang dan Membakar Dua Kendaraan

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Penyerangan antarkelompok geng motor terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara seorang lainnya mengalami luka berat. Kejadian ini menjadi perhatian karena melibatkan kekerasan antar kelompok dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada kendaraan.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Ahmad menyampaikan bahwa terdapat dua korban dalam kejadian tersebut. Dari dua korban itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan korban lainnya menderita luka berat. Keterangan tersebut menjadi informasi awal mengenai dampak penyerangan yang berlangsung pada waktu dini hari itu.

Penganiayaan dalam penyerangan tersebut diduga dilakukan menggunakan senjata tajam. Dugaan penggunaan senjata tajam menjadi bagian dari keterangan terkait cara kekerasan dilakukan terhadap para korban. Namun, informasi mengenai peristiwa ini disampaikan berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian, tanpa menguraikan hal-hal lain di luar kejadian yang telah dilaporkan.

Selain menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lain mengalami luka berat, peristiwa penyerangan antarkelompok geng motor itu juga berkaitan dengan pembakaran dua kendaraan. Dengan demikian, kejadian di Makassar tersebut mencakup kekerasan terhadap korban dan tindakan pembakaran kendaraan dalam rangkaian peristiwa yang sama. Pihak kepolisian melalui keterangan Kasi Humas Polrestabes Makassar memastikan jumlah korban dalam kejadian itu sebanyak dua orang, dengan kondisi satu meninggal dunia dan satu mengalami luka berat.

Rangkaian penyerangan antargeng motor di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, bermula sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, kelompok yang kemudian menjadi korban sedang berkumpul di Jalan DG Ramang, Kelurahan Pai. Situasi berubah ketika kelompok lain yang beranggotakan sekitar 12 sepeda motor datang dari arah yang tidak jauh dari lokasi. Mereka diduga membawa senjata tajam berupa parang serta anak busur.

Kedatangan kelompok tersebut memicu perlawanan dari kelompok korban. Setelah terjadi ketegangan, kelompok korban berusaha mengejar para penyerang yang melarikan diri ke arah Kabupaten Maros. Kejar-kejaran itu berlanjut hingga Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, tepat di depan sebuah minimarket.

Di lokasi tersebut, sepeda motor yang ditumpangi Arif, Nizar, dan Muh. Akmal Makmur bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga bersama Muh. Farel SM. Benturan itu membuat kedua kendaraan mengalami kecelakaan dan para penumpangnya berada dalam kondisi sulit untuk segera menyelamatkan diri.

Kelompok yang diduga datang dari arah Maros kemudian berbalik setelah melihat kecelakaan tersebut. Mereka mendatangi para korban dan melakukan penyerangan menggunakan parang serta anak busur. Akmal dan Farel disebut tidak sempat menyelamatkan diri karena masih berada dalam kondisi setelah kecelakaan, sehingga menjadi sasaran serangan ketika belum mampu menjauh dari lokasi.

Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Selain korban jiwa, dua kendaraan juga dilaporkan dibakar dalam rangkaian bentrokan tersebut. Kejadian ini memperlihatkan eskalasi konflik yang bermula dari pertemuan antarkelompok, berlanjut menjadi kejar-kejaran hingga ke wilayah perbatasan Makassar dan Maros, kemudian berakhir dengan kecelakaan serta penganiayaan terhadap sejumlah orang yang terlibat.

Muh. Akmal Makmur, 24 tahun, menjadi salah satu korban dalam penyerangan antargeng motor yang terjadi di Makassar. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, sekitar pukul 03.35 Wita. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari kepolisian, Akmal diduga menjadi sasaran penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama. Korban disebut meninggal di lokasi kejadian akibat serangan tersebut.

Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah Akmal. Sekitar pukul 05.08 Wita, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan forensik. Pemeriksaan itu mencakup visum et repertum dan autopsi guna mengetahui secara lebih rinci penyebab kematian, jenis luka yang dialami, serta rangkaian kekerasan yang menimpa korban. Hasil pemeriksaan medis tersebut diharapkan dapat mendukung penyelidikan dan menjadi bagian dari proses pembuktian hukum.

Selain Akmal, seorang korban lainnya, Muh. Farel SM, berusia 16 tahun, mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Polisi menyebut terdapat luka robek di bagian belakang kepala yang diduga disebabkan tebasan senjata tajam jenis parang. Selain itu, sebuah anak panah busur dilaporkan masih tertancap di kepala Farel ketika ia mendapatkan penanganan medis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa korban mengalami cedera serius akibat serangan menggunakan lebih dari satu jenis senjata.

Farel selanjutnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Tim medis melakukan pemantauan dan penanganan terhadap luka pada kepala serta punggungnya. Sementara itu, penyidik masih mendalami keterangan saksi, mengumpulkan bukti di lokasi, dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan. Penanganan terhadap korban selamat dan pemeriksaan jenazah menjadi langkah penting untuk mengungkap kronologi peristiwa secara menyeluruh.

Pada waktu yang hampir bersamaan, aksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas geng motor juga terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru, Makassar. Berdasarkan keterangan warga, sekitar 20 sepeda motor melintas dari arah timur pada sekitar pukul 05.00 Wita. Rombongan tersebut diduga merupakan kelompok geng motor yang sedang bergerak melintasi kawasan itu sebelum akhirnya memasuki area inspeksi kanal atau Lorong Lonner.

Saat berada di kawasan tersebut, Kelurahan Barabaraya Selatan, Kecamatan Makassar, kelompok pengendara itu diduga dihadang oleh sekelompok pemuda. Warga menyebut para pemuda melakukan penyerangan menggunakan petasan dan busur. Serangan tersebut diduga membuat sejumlah pengendara terjatuh. Beberapa di antaranya kemudian meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi dan melarikan diri dari kawasan kejadian.

Dua sepeda motor yang tertinggal selanjutnya dibakar. Kobaran api dan keberadaan kendaraan yang ditinggalkan kemudian menarik perhatian warga sekitar. Petugas mengevakuasi dua kendaraan tersebut ke Mapolsek Makassar sekitar pukul 06.20 Wita untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan. Belum diketahui secara pasti identitas pemilik maupun kondisi seluruh pengendara yang terlibat dalam insiden di Jalan Sungai Saddang Baru itu.

Peristiwa tersebut menambah rangkaian kejadian yang diduga melibatkan kelompok pemuda dan geng motor di Makassar dalam waktu berdekatan. Polisi masih menyelidiki pelaku penyerangan yang menewaskan satu orang, termasuk pihak yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran dua sepeda motor. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan hubungan insiden di Jalan Sungai Saddang Baru dan kejadian lain yang berlangsung pada waktu hampir bersamaan.