Penyerangan Geng Motor di Makassar Tewaskan Satu Mahasiswa

oleh -359 Dilihat
oleh
Penyerangan Geng Motor di Makassar Tewaskan Satu Mahasiswa

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Penyerangan yang diduga dilakukan oleh geng motor menewaskan satu mahasiswa di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026, dan mengakibatkan dua mahasiswa menjadi korban.

Satu korban dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami penyerangan di lokasi kejadian. Sementara itu, seorang mahasiswa lainnya mengalami luka serius. Kondisi tersebut membuat peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan dua mahasiswa yang berada di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan pada waktu dini hari.

Berdasarkan informasi yang tersedia, penyerangan terjadi setelah kedua mahasiswa mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Seusai kecelakaan itu, keduanya kemudian menjadi korban serangan yang diduga dilakukan oleh geng motor. Rangkaian peristiwa tersebut menyebabkan satu korban kehilangan nyawa, sedangkan korban lainnya harus menghadapi luka serius.

Lokasi kejadian berada di wilayah Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19. Peristiwa pada Minggu dini hari itu menambah catatan insiden kekerasan yang melibatkan korban dari kalangan mahasiswa. Namun, informasi mengenai penyerangan ini sejauh yang disampaikan berfokus pada dua hal utama, yakni kecelakaan yang dialami kedua mahasiswa sebelum serangan serta dampak serangan tersebut terhadap para korban.

Akibat kejadian itu, satu keluarga harus kehilangan anggota keluarganya, sementara korban lain menjalani kondisi dengan luka serius. Penyerangan tersebut berlangsung setelah kecelakaan di lokasi, tanpa keterangan tambahan mengenai latar belakang maupun rangkaian kejadian di luar informasi yang telah disampaikan.

Dalam peristiwa penyerangan yang terjadi di Makassar, dua orang menjadi korban, yakni Muh Akmal Makmur yang berusia 24 tahun dan Muh Farel SM. Keduanya disebut mengalami serangan dengan senjata tajam dalam insiden yang melibatkan geng motor tersebut. Identitas kedua korban telah disampaikan dalam keterangan terkait penanganan perkara, sementara aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.

Muh Akmal Makmur dilaporkan meninggal dunia akibat luka serius pada bagian belakang kepala. Berdasarkan keterangan kepolisian, pada kepala korban juga ditemukan sebuah busur yang tertancap. Selain itu, terdapat luka terbuka yang diduga berasal dari tebasan senjata tajam. Kombinasi luka tersebut menunjukkan bahwa Akmal mengalami kekerasan berat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal. Jenazah korban kemudian ditangani sesuai prosedur, sedangkan penyidik mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lain untuk memastikan penyebab serta urutan kejadian.

Korban lainnya, Muh Farel SM, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Tadjuddin Chalid. Farel mengalami luka robek pada bagian punggung dan kepala. Dari keterangan awal, luka-luka tersebut diduga disebabkan oleh sabetan senjata tajam. Kondisinya masih dipantau oleh tim medis sehingga informasi mengenai perkembangan kesehatannya dapat berubah mengikuti hasil pemeriksaan. Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan keluarga korban untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses penyidikan.

Rangkaian kejadian tersebut bermula ketika sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 sepeda motor bergerak di kawasan Jalan Dg Ramang, Makassar. Berdasarkan keterangan saksi dan informasi dari kepolisian, kelompok itu disebut membawa senjata tajam, lain parang dan busur. Mereka juga diduga mengancam warga yang sedang melintas di jalan tersebut. Situasi itu kemudian memicu kepanikan sekaligus reaksi dari warga sekitar.

Warga disebut melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut. Dalam pengejaran itu, kelompok pengendara motor tersebut melarikan diri ke arah Kabupaten Maros. Keterangan mengenai pergerakan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena polisi masih perlu memastikan hubungan kejadian di Jalan Dg Ramang dan peristiwa yang menimpa dua mahasiswa di lokasi berbeda.

Dalam waktu yang berdekatan, kedua mahasiswa itu mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19. Menurut keterangan yang dihimpun, kelompok yang sebelumnya dikejar warga melihat kecelakaan tersebut, kemudian berbalik arah menuju lokasi. Kedua korban disebut masih berada dalam kondisi setelah kecelakaan sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika kelompok itu datang.

Polisi menyebut kedua mahasiswa kemudian menjadi sasaran penganiayaan secara bersama-sama. Serangan tersebut berlangsung ketika korban berada dalam keadaan rentan akibat kecelakaan. Rangkaian informasi ini masih didalami untuk mengungkap peran masing-masing pihak, termasuk memastikan urutan pergerakan kelompok, penyebab kecelakaan, serta keterkaitan pengejaran dan penyerangan. Penyidik juga perlu mencocokkan keterangan saksi dengan bukti di lokasi dan hasil pemeriksaan terhadap para korban.

Setelah penyerangan terjadi, proses penanganan terhadap korban segera dilakukan oleh pihak terkait. Jenazah Muh Akmal Makmur dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Di rumah sakit tersebut, jenazah menjalani visum untuk membantu kepentingan penyelidikan serta mendokumentasikan kondisi korban secara medis. Pemeriksaan itu menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara, terutama untuk melengkapi informasi mengenai dampak serangan yang menewaskan mahasiswa tersebut.

Sementara itu, korban lainnya, Muh Farel, dibawa untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tadjuddin Chalid. Kondisi dan perkembangan perawatannya menjadi perhatian dalam penanganan pascakejadian. Keterangan dari korban, apabila memungkinkan, dapat menjadi salah satu informasi penting bagi penyidik untuk mengurai rangkaian peristiwa dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Jafar Ahmad, mengatakan bahwa kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kejadian, termasuk kronologi penyerangan, lokasi peristiwa, serta aktivitas para pelaku sebelum dan sesudah insiden berlangsung. Polisi juga dapat mencocokkan keterangan saksi dengan temuan di lokasi dan hasil pemeriksaan terhadap korban.

Penyidik masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Upaya pencarian dilakukan bersamaan dengan pendalaman keterangan saksi dan pengumpulan bukti pendukung. Kepolisian belum menyampaikan identitas maupun jumlah tersangka karena informasi tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Masyarakat diharapkan memberikan informasi yang relevan kepada polisi dan tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi, agar proses penegakan hukum dapat berjalan secara cermat serta tidak mengganggu penyidikan.