Pramono Anung Ungkap Pertanyaan Wali Kota New York soal Transportasi Jakarta

oleh -23 Dilihat
oleh
Pramono Anung Ungkap Pertanyaan Wali Kota New York soal Transportasi Jakarta

Kota New York Soal Transportasi Jakarta Gubernur | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Pramono selama memenuhi undangan di New York pada 19–21 September 2026. Dalam kesempatan itu, Pramono hadir untuk mengikuti Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026, forum yang mempertemukan para pemimpin kota dari berbagai negara.

Pengalaman bertemu Mamdani menjadi perhatian utama dalam cerita Pramono mengenai kunjungannya ke New York. Ia mengungkapkan adanya pertanyaan dari Wali Kota New York tersebut mengenai transportasi Jakarta. Pertanyaan itu disampaikan dalam pertemuan yang mempertemukan kedua pemimpin daerah tersebut.

Pramono kemudian membagikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari keterlibatannya dalam agenda U20 Mayors Summit 2026. Pertemuan dengan Zohran Kwame Mamdani berlangsung di tengah rangkaian kegiatan yang dijalani Pramono selama berada di New York. Agenda tersebut berlangsung pada 19–21 September 2026, sesuai undangan yang diterimanya untuk menghadiri pertemuan wali kota dalam forum U20.

Dalam narasi yang disampaikannya, Pramono menempatkan percakapannya dengan Mamdani sebagai pengalaman penting selama kunjungan tersebut. Ia menceritakan bagaimana Wali Kota New York City mengajukan pertanyaan mengenai transportasi Jakarta. Hal itu menjadi bagian dari pembicaraan Pramono dan Mamdani ketika keduanya bertemu dalam rangkaian Urban 20 Mayors Summit 2026.

Pertemuan tersebut mempertemukan Pramono sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan Zohran Kwame Mamdani sebagai Wali Kota New York City. Keduanya bertemu dalam konteks agenda internasional yang dihadiri para pemimpin kota. Dari pertemuan itu, Pramono mengungkapkan kembali pertanyaan mengenai transportasi Jakarta yang diajukan oleh Mamdani selama rangkaian kegiatan di New York.

Pramono Anung dijadwalkan melakukan perjalanan ke New York untuk memenuhi undangan Zohran Kwame Mamdani, Wali Kota New York. Undangan tersebut berkaitan dengan kehadiran Pramono dalam U20 Mayors Summit 2026, sebuah agenda yang mempertemukan para wali kota dari berbagai kota untuk membahas isu perkotaan. Perjalanan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Pramono dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, sekaligus membuka ruang bagi pertukaran pandangan mengenai pengelolaan kota.

U20 Mayors Summit 2026 akan berlangsung di New York pada 19–21 September 2026. Selama periode tersebut, Pramono dijadwalkan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan forum para pemimpin kota. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan, termasuk pengembangan layanan publik dan transportasi. Kehadiran Jakarta dalam forum itu juga menunjukkan keterlibatan ibu kota Indonesia dalam pembahasan mengenai masa depan kota-kota besar.

Agenda tersebut turut menjadi latar belakang pertemuan Pramono dan Zohran Kwame Mamdani. Dalam pertemuan di New York, keduanya dapat membahas sejumlah persoalan yang relevan bagi pemerintahan kota, dengan transportasi Jakarta menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Perjalanan pada 19–21 September 2026 itu tidak hanya berkaitan dengan kehadiran dalam U20 Mayors Summit 2026, tetapi juga mencerminkan hubungan antarkota yang dibangun melalui dialog dan pertukaran pengalaman. Bagi Jakarta, forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan kota serta memahami pendekatan yang diterapkan oleh kota lain dalam mengelola kebutuhan masyarakatnya.

Pramono Anung mengungkapkan momen ketika dirinya duduk bersama Mamdani dalam sebuah pertemuan. Pada awalnya, Pramono mengira dirinya akan menjadi pihak yang lebih dahulu mengajukan pertanyaan. Namun, percakapan justru dibuka oleh Mamdani dengan pertanyaan mengenai transportasi Jakarta.

Mamdani menanyakan alasan transportasi Jakarta dinilai lebih baik dibandingkan transportasi di New York. Pertanyaan tersebut disampaikan secara langsung kepada Pramono saat keduanya berada dalam pertemuan. Pramono kemudian mengutip pertanyaan Mamdani yang membandingkan kondisi penduduk di kedua kota tersebut.

Dalam pertanyaan itu, Jakarta disebut memiliki 11 juta penduduk, sedangkan New York memiliki 8,4 juta penduduk. Perbandingan jumlah penduduk tersebut menjadi bagian dari pertanyaan Mamdani mengenai transportasi di Jakarta dan New York. Pramono menyampaikan bahwa Jakarta berada di peringkat ke-17 dunia. Ia mengungkapkan bahwa pertanyaan tersebut justru lebih dahulu diajukan oleh Mamdani, meskipun sebelumnya ia memperkirakan akan membuka pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan terlebih dahulu.

Pramono Anung mengatakan pertanyaan yang disampaikan Wali Kota New York, Mamdani, membuatnya semakin percaya diri untuk menjelaskan pengelolaan transportasi di Jakarta. Menurut Pramono, pertanyaan tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap cara ibu kota membangun dan mengembangkan sistem transportasi publik yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam jumlah besar.

Ia pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menerangkan berbagai upaya yang dilakukan Jakarta dalam mengelola transportasi. Penjelasan tersebut disampaikan kepada Mamdani dengan menekankan pengalaman ibu kota dalam mengintegrasikan layanan, memperluas akses, serta mendorong penggunaan angkutan umum. Bagi Pramono, pertemuan itu menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan dan kebijakan transportasi perkotaan.

Dalam suasana yang santai, Pramono menyebut momen tersebut sebagai kesempatan untuk sedikit menyombongkan diri kepada Mamdani. Ungkapan itu disampaikannya untuk menggambarkan rasa bangga terhadap perkembangan transportasi Jakarta, bukan sebagai pernyataan yang bersifat berlebihan. Ia merasa memiliki alasan untuk menerangkan capaian dan pengelolaan transportasi ibu kota ketika mendapat pertanyaan langsung dari pemimpin kota besar seperti New York.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di Jakarta Convention Center pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ia menilai kesempatan berbicara dengan Mamdani memberikan pengalaman tersendiri, terutama karena transportasi menjadi salah satu isu penting bagi kota-kota besar di dunia. Dengan nada ringan, Pramono mempertahankan makna bahwa Jakarta memiliki pengalaman yang patut dibagikan, sekaligus memperlihatkan keyakinannya terhadap pengelolaan transportasi yang telah dikembangkan di ibu kota.