Profil Thevi Angandowa Zebua, Komandan Kodam Baru di Nusa Tenggara Timur

oleh -53 Dilihat
oleh
Profil Thevi Angandowa Zebua, Komandan Kodam Baru di Nusa Tenggara Timur

Presiden Prabowo Subianto meresmikan enam komando daerah militer baru dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin, 5 Oktober 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian agenda kenegaraan yang berlangsung bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun TNI. Dalam kesempatan itu, pembentukan enam komando daerah militer baru diumumkan secara resmi di hadapan peserta upacara.

Upacara peringatan HUT ke-81 TNI tersebut diselenggarakan di Lapangan Prima Markas Besar TNI (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur. Presiden Prabowo hadir dalam agenda itu untuk meresmikan satu per satu komando daerah militer yang baru dibentuk. Dengan peresmian tersebut, sejumlah wilayah memperoleh struktur komando daerah militer baru yang secara resmi menjadi bagian dari jajaran TNI.

Salah satu komando daerah militer yang diresmikan adalah Komando Daerah Militer XXVII/Sobe Sonbai, atau Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Kodam ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penempatan komandan yang akan memimpin wilayah tersebut. Setelah peresmian, pembahasan mengenai Kodam XXVII/Sobe Sonbai berlanjut pada sosok pemimpinnya, termasuk profil Thevi Angandowa Zebua sebagai komandan kodam baru di Nusa Tenggara Timur.

Peresmian Kodam XXVII/Sobe Sonbai dalam upacara tersebut menjadi konteks utama untuk memahami posisi dan tanggung jawab komandan yang ditunjuk. Agenda di Lapangan Prima Mabes TNI menandai pengesahan komando baru itu secara resmi, sekaligus membuka informasi mengenai kepemimpinan di dalamnya. Karena itu, profil Thevi Angandowa Zebua perlu ditempatkan setelah penjelasan tentang peresmian kodam dan pembentukan enam komando daerah militer baru oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kodam XXVII/Sobe Sonbai merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang mencakup Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam cakupan tersebut, wilayah administratif provinsi itu menjadi ruang lingkup keberadaan komando kewilayahan ini. Penyebutan Kodam XXVII/Sobe Sonbai merujuk pada satu kesatuan komando yang menaungi wilayah Nusa Tenggara Timur, sebagaimana disebutkan dalam sumber. Oleh karena itu, pembahasan mengenai Kodam Sobe Sonbai dalam konteks ini berkaitan dengan cakupan provinsi dan susunan satuan yang berada di bawahnya.

Kodam XXVII/Sobe Sonbai dipimpin oleh Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua. Kedudukan tersebut menempatkannya sebagai pimpinan komando kewilayahan yang wilayah cakupannya meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nama Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua menjadi bagian dari informasi mengenai struktur kepemimpinan Kodam yang baru disebutkan. Dengan demikian, struktur yang dimaksud terdiri atas komando kewilayahan Kodam XXVII/Sobe Sonbai, wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai cakupannya, serta pimpinan komando yang disebutkan dalam sumber.

Dalam struktur satuan tempur yang berada di bawah Kodam XXVII/Sobe Sonbai, terdapat Brigif 21/Komodo dan Brigif TP 42/Ksatria Elang Floris. Keduanya disebut sebagai satuan tempur di bawah kodam tersebut. Brigif 21/Komodo tercantum sebagai satuan pertama, sedangkan Brigif TP 42/Ksatria Elang Floris tercantum sebagai satuan lainnya. Penyebutan kedua brigif ini melengkapi gambaran susunan Kodam Sobe Sonbai, tanpa memperluas cakupan informasi ke luar wilayah dan satuan yang disebutkan. Dengan susunan tersebut, Kodam XXVII/Sobe Sonbai memiliki cakupan kewilayahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan mencantumkan dua satuan tempur dalam struktur di bawahnya, yakni Brigif 21/Komodo serta Brigif TP 42/Ksatria Elang Floris.

Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua merupakan pejabat yang dipercaya memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur. Penunjukan tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam struktur kepemimpinan TNI Angkatan Darat, khususnya dalam menjalankan tanggung jawab komando di wilayah tersebut. Identitasnya dikenal melalui pangkat Mayor Jenderal TNI serta pengalaman panjang dalam lingkungan militer.

Thevi Angandowa Zebua lahir di Jambi pada 21 Juli 1971. Ia tercatat sebagai lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993. Latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di TNI Angkatan Darat. Sebagai perwira lulusan Akmil, ia menempuh proses karier militer hingga mencapai pangkat Mayjen TNI dan kemudian memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai.

Sebagian besar perjalanan karier militernya berlangsung di lingkungan Korps Baret Merah, yakni Kopassus. Lingkungan tersebut menjadi bagian utama dalam pembentukan pengalaman profesional Thevi Angandowa Zebua sebagai perwira TNI. Keterkaitannya dengan Kopassus menjadi unsur penting dalam memahami latar belakangnya sebelum menjalankan amanah sebagai pemimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai.

Dengan demikian, profil dasar Thevi Angandowa Zebua mencakup beberapa keterangan utama: ia berpangkat Mayjen TNI, merupakan lulusan Akmil 1993, lahir di Jambi pada 21 Juli 1971, serta memiliki perjalanan karier yang banyak berlangsung di lingkungan Kopassus. Rangkaian informasi tersebut menggambarkan identitas dan latar belakang militernya secara ringkas dalam kaitannya dengan jabatan sebagai pemimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai.

Rangkaian penugasan Thevi Angandowa Zebua memperlihatkan perjalanan karier yang berlangsung di lingkungan Kopassus maupun sejumlah satuan TNI lainnya. Berdasarkan periode yang tercantum, penugasan tersebut dimulai pada 2009 ketika ia menjabat sebagai Danyon 812/Ban Sat 81/Gultor. Posisi ini diembannya hingga 2010. Dalam jabatan tersebut, ia berada di lingkungan satuan yang berkaitan dengan kemampuan penanggulangan teror, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan kedinasan pada penugasan berikutnya.

Pada 2014–2015, Thevi tercatat menjabat sebagai Asren Danjen Kopassus. Jabatan tersebut menempatkannya dalam unsur perencanaan di tingkat Komando Pasukan Khusus. Setelah periode itu, ia mendapat penugasan sebagai Dansat 81/Gultor Kopassus pada 2015–2016. Peralihan jabatan ini menunjukkan kesinambungan tugasnya di lingkungan Kopassus, khususnya pada satuan yang memiliki kemampuan dan fungsi penanggulangan teror.

Berikutnya, pada 2016–2017, Thevi menjalankan tugas sebagai Asops Kasdam VII/Wirabuana. Dalam posisi tersebut, lingkup penugasannya berada pada aspek operasi di tingkat komando daerah militer. Setelah itu, pada 2017–2018, ia tercatat menjabat sebagai Danrindam XVII/Cenderawasih. Jabatan ini berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan bagi personel di lingkungan komando tersebut.

Pada periode 2018–2020, Thevi tercatat sebagai Pamen Denmabesad serta Pamen Ahli Danjen Kopassus Bidang Gultor. Kedua keterangan jabatan itu menjadi bagian akhir dari rangkaian periode yang tersedia. Sebagai Pamen Denmabesad, ia berada dalam penugasan perwira menengah di lingkungan Detasemen Markas Besar Angkatan Darat. Sementara itu, sebagai Pamen Ahli Danjen Kopassus Bidang Gultor, ia menjalankan peran keahlian yang berkaitan dengan bidang penanggulangan teror di lingkungan Kopassus. Secara kronologis, rangkaian tersebut mencakup penugasan operasional, perencanaan, pendidikan, serta fungsi keahlian militer.