Independen, Aktual dan Cepat
TNI  

Tingkatkan Kesiapsiagaan Ancaman Bencana, Koarmada III Gelar Simulasi Latihan Penyelamatan Korban Musibah di Kapal

Kota Sorong PBD – Sebanyak 715 orang gabungan dari TNI-POLRI bersama sekolder mengikuti simulasi latihan penanggulangan operasi (LKO) guna menanggulangi dampak bahaya di laut maupun bencana alam, untuk itu TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada III melaksanakan simulasi latihan Penanggulangan operasi penyelamatan di laut maupun Bencana Alam atau musibah yang terjadi di laut yang dilaksanakan di wilayah kerja Koarmada III, Selasa, (14/05/24).

Kegiatan ini dilaksanakan tiap tahun dan diutamakan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dari TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat masyarakat dalam menghadapi bencana.

Simulasi pada latihan kesiapsiagaan bencana dan evakuasi korban musibah kapal yang tenggelam, untuk itu TNI-Polri bersama pemerintah dan masyarakat pesisir harus selalu siap siaga terhadap bencana baik itu ancaman gempa bumi dan tsunami selain melibatkan personil TNI-Polri, Pemda setempat, KSOP, Basarnas, BMKG dan masyarakat maritim.

Selanjutnya menurut panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI Hersan, selaku Penanggungjawab simulasi pada latihan kesiapsiagaan operasi (LKO) menerangkan bahwa, latihan kesiapsiagaan operasi ini merupakan program latihan rutin yang dilaksanakan oleh mabes TNI dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi kontijensi di wilayah sesuai undang-undang RI No 34 tahun 2004, bahwa TNI mempunyai tugas pokok untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, oleh karena itu Koarmada III selaku kalakops TNI dari Koarmada RI di tuntut untuk senantiasa memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dalam menghadapi berbagai ancaman di wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab secara berhasil dan berdaya guna. Karena wilayah kerja Koarmada III memiliki kerawanan yang harus di hadapi dengan menyiapkan rencana tindakan kontinjensi (Rentikon), dalam rangka menguji kesiapsiagaan di Koarmada III, untuk itu mabes TNI selalu melaksanakan latihan kesiapsiagaan operasi (LKO) guna merevisi dan menguji Rentikon pada Koarmada RI sesuai dengan tema “Koarmada III Melaksanakan operasi Pencarian dan Penyelamatan atau SAR di Wilayah Perairan Papua Barat Daya dan Papua Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam rangka memperkokoh Kemanunggalan TNI-Polri bersama sekolder dan Rakyat.

“Sehingga kita akan sadar di saat latihan kesiapsiagaan operasi (LKO), Untuk itu diperlukan pembelajaran dalam rangka membangun kesadaran terhadap pentingnya memahami karakteristik terhadap Latihan kesiapsiagaan operasi,” tutur Pangkoatmada III.

Adapun materi yang diberikan dalam simulasi latihan kesiapsiagaan operasi ini meliputi sistem peringatan dini untuk menghadapi ancaman penyelamatan baik di laut maupun gempa bumi dan tsunami, pada penanganan korban penyelamatan di laut maupun gempa bumi dan tsunami, sehingga dengan sistem sinergitas maka penanganan darurat bencana dan pengungsi, terhadap kesiapsiagaan sesuai prosedur pelaksanan proses evakuasi sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kegiatan latihan simulasi kesiapsiagaan operasi penyelamatan maupun bencana dan evakuasi mandiri masyarakat pesisir terhadap musibah penyelamatan di laut mengakhiri simulasi penyelamatan.

Pada kesempatan terpisah, dari salah satu ibu dari pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas simulasi ini, sehingga kita bisa dapat memahami sebagai masyarakat bagaimana pentingnya kesiap Siagaan saat terjadi musibah penyelamatan, untuk itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI AL khususnya (Koarmada III dan Lantamal XIV) agar selalu dapat meningkatkan kemampuan prajurit dalam kesiapsiagaan dalam merespon cepat terhadap penyelamatan dan kesulitan masyarakat yang mengalami musibah guna mewujudkan prajurit yang profesional dan tangguh.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *