Soroti Dugaan Penistaan Agama, FBR Desak Manajemen Ancol Segera Bertindak

oleh -13 Dilihat
oleh
Soroti Dugaan Penistaan Agama, FBR Desak Manajemen Ancol Segera Bertindak

Jakarta Utara — Puluhan anggota Forum Betawi Rempug (FBR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Barat Ancol, Jalan Lodan Timur Nomor 7, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026). Aksi yang berlangsung sekitar pukul 12.20 hingga 13.00 WIB tersebut diikuti kurang lebih 50 orang dengan Yuliansyah sebagai koordinator lapangan.

Sebelum menyampaikan tuntutan, massa FBR terlebih dahulu melantunkan sholawat di sekitar lokasi. Setelah itu, peserta aksi bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara. Massa membawa sejumlah atribut organisasi, antara lain bendera FBR, poster, kaus FBR, serta perangkat speaker aktif.

Dalam orasinya, perwakilan FBR menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk membuat keributan. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai sekaligus meminta penjelasan dari pihak manajemen Ancol terkait persoalan yang menjadi latar belakang aksi.

FBR mendesak manajemen Ancol memberikan permintaan maaf secara tertulis. Selain itu, massa meminta penyelenggara acara yang dinilai terkait dengan dugaan penistaan agama agar ditangkap dan diproses sesuai hukum. Mereka juga menyerukan agar posisi Direktur Utama Ancol dievaluasi serta sistem keamanan di kawasan wisata tersebut diperketat.

Massa juga meminta adanya aturan tertulis yang secara jelas mengatur larangan penistaan agama maupun penghinaan terhadap simbol-simbol keagamaan. Menurut mereka, ketentuan tersebut perlu ditempatkan di setiap pintu masuk agar dapat diketahui oleh seluruh pengunjung sebelum memasuki kawasan Ancol.

Dalam penyampaian aspirasinya, FBR mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengirimkan surat kepada manajemen Ancol, namun belum memperoleh tanggapan yang dianggap memuaskan. Mereka memperingatkan bahwa aksi kali ini masih dilakukan dengan jumlah massa terbatas dan tidak menutup kemungkinan akan kembali menggelar aksi dengan peserta yang lebih banyak apabila tuntutan tidak mendapat respons.

Sekitar pukul 13.00 WIB, aksi berakhir dan massa FBR membubarkan diri secara tertib. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap manajemen Ancol yang dinilai belum memberikan permintaan maaf secara terbuka terkait dugaan penistaan agama dalam acara konser The Saunds Project yang sebelumnya berlangsung di kawasan Ancol.

Pewarta: Abdul Latif