Depok | Sebanyak 100 tablet pintar bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mulai dimanfaatkan untuk kegiatan belajar siswa sekolah dasar di Kota Depok, Jawa Barat. Perangkat tersebut disalurkan ke sejumlah sekolah sebagai sarana pendukung pembelajaran, terutama bagi siswa yang mengikuti kegiatan belajar dengan keterbatasan akses jaringan internet. Pemanfaatan tablet itu terlihat dalam proses pembelajaran yang berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, di SD Negeri Kukusan, Beji, Depok.
Di sekolah tersebut, tablet bantuan digunakan sebagai perangkat belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Kehadiran perangkat digital itu mendukung pelaksanaan pembelajaran yang membutuhkan akses terhadap materi melalui perangkat elektronik, termasuk bagi sekolah yang menghadapi kendala jaringan internet. Dengan demikian, bantuan tablet tidak hanya disalurkan, tetapi juga langsung dipakai dalam kegiatan belajar mengajar siswa sekolah dasar.
Penyaluran 100 tablet tersebut mencakup sejumlah sekolah di wilayah Kota Depok. SD Negeri Kukusan menjadi salah satu lokasi yang menunjukkan pemanfaatan bantuan dalam pembelajaran siswa. Pada Senin itu, perangkat yang diberikan melalui bantuan Presiden Prabowo Subianto digunakan dalam kegiatan belajar oleh siswa di sekolah tersebut. Penggunaan tablet ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pembelajaran digital di tingkat sekolah dasar, dengan perhatian pada kebutuhan sekolah yang mengalami hambatan dalam akses jaringan internet.
Kegiatan belajar di SD Negeri Kukusan, Beji, berlangsung dengan memanfaatkan perangkat yang telah disalurkan tersebut. Para siswa menggunakan tablet sebagai media pendukung selama proses pembelajaran. Bantuan ini menempatkan perangkat digital sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar, khususnya di lingkungan sekolah yang memerlukan dukungan perangkat dan menghadapi kendala konektivitas internet.
SDN Kukusan, Depok, menjadi salah satu sekolah yang menerima bagian dari bantuan 100 tablet untuk mendukung kegiatan belajar siswa sekolah dasar. Dari keseluruhan perangkat yang disalurkan, sekolah tersebut memperoleh 10 unit tablet pintar. Penyaluran ini menempatkan SDN Kukusan sebagai salah satu penerima manfaat program yang ditujukan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.
Kesepuluh tablet itu berfungsi sebagai sarana penunjang pembelajaran, bukan sebagai perangkat yang diberikan untuk dimiliki secara pribadi oleh siswa. Perangkat dapat digunakan ketika kegiatan belajar mengajar memerlukan akses terhadap materi digital, latihan interaktif, pencarian informasi, atau bentuk pembelajaran lain yang relevan dengan pelajaran. Dengan demikian, keberadaan tablet diharapkan membantu guru menghadirkan kegiatan belajar yang lebih beragam sesuai kebutuhan kelas.
Tablet bantuan tersebut tercatat sebagai inventaris SDN Kukusan. Status ini berarti seluruh perangkat menjadi bagian dari fasilitas sekolah dan pengelolaannya berada dalam tanggung jawab pihak sekolah. Siswa menggunakan tablet selama kegiatan yang telah ditetapkan, dengan pendampingan guru serta mengikuti ketentuan pemakaian yang berlaku. Pengaturan tersebut juga membantu menjaga perangkat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Karena jumlah tablet tidak sama dengan jumlah siswa, pemanfaatannya dilakukan secara bergantian. Guru dapat menyusun jadwal atau membagi siswa ke dalam kelompok sesuai tujuan pembelajaran dan ketersediaan perangkat. Pola penggunaan bersama ini memungkinkan tablet dimanfaatkan oleh lebih banyak siswa dalam berbagai mata pelajaran. Pembagian pemakaian juga disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar, sehingga perangkat dapat mendukung proses pembelajaran secara terarah dan tertib di lingkungan SDN Kukusan.
Kepala SDN Kukusan, Lieta Amelia, menyampaikan bahwa bantuan tablet memberikan dukungan bagi guru dan siswa dalam menjalankan pembelajaran berbasis digital. Perangkat tersebut digunakan sebagai sarana untuk membantu kegiatan belajar yang memerlukan penggunaan teknologi. Dengan adanya tablet, proses pembelajaran dapat melibatkan pengerjaan tugas secara digital, sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar siswa di sekolah.
Lieta menjelaskan bahwa sebanyak 10 tablet diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 4. Penggunaan perangkat itu diarahkan untuk mendukung siswa pada jenjang tersebut ketika mengikuti kegiatan pembelajaran dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Dengan demikian, tablet bantuan digunakan secara bersama untuk menunjang kebutuhan belajar siswa dari kelas 1, kelas 2, kelas 3, dan kelas 4.
Menurut keterangan Lieta, perangkat tersebut membantu siswa mengerjakan tugas-tugas secara digital dengan lebih mudah. Siswa dapat memanfaatkan tablet ketika tugas pembelajaran perlu dikerjakan menggunakan perangkat digital, sementara guru juga memperoleh dukungan dalam melaksanakan pembelajaran berbasis digital. Manfaat yang disampaikan tersebut berkaitan dengan kemudahan dalam mengerjakan tugas dan pelaksanaan kegiatan belajar yang menggunakan teknologi.
Keterangan Kepala SDN Kukusan itu menegaskan bahwa bantuan tablet ditujukan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran guru dan siswa. Sepuluh perangkat yang tersedia digunakan untuk siswa kelas 1 sampai kelas 4, terutama dalam kegiatan yang mengharuskan mereka menyelesaikan tugas secara digital. Pemanfaatannya menjadi bagian dari pelaksanaan pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah, sebagaimana disampaikan oleh Lieta Amelia.
Sejumlah siswa SDN Kukusan tampak antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan tablet pintar. Perangkat tersebut digunakan sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran di ruang kelas. Para siswa terlihat memperhatikan perangkat yang berada di hadapan mereka sambil mengikuti arahan selama kegiatan berlangsung. Penggunaan tablet membuat proses belajar berlangsung dengan dukungan media digital, tanpa mengubah suasana pembelajaran yang tetap terarah pada materi yang disampaikan oleh guru.
Materi yang dipelajari dalam kegiatan tersebut adalah matematika. Siswa menggunakan tablet untuk mengikuti pembelajaran sesuai dengan kegiatan yang telah disiapkan. Beberapa siswa tampak berfokus pada layar masing-masing ketika mengerjakan atau menyimak materi matematika. Antusiasme mereka terlihat dari keterlibatan selama kegiatan berlangsung dan perhatian terhadap penggunaan perangkat. Pengamatan tersebut menggambarkan bahwa tablet dimanfaatkan secara langsung dalam pelajaran, terutama untuk mendukung aktivitas siswa ketika mempelajari konsep-konsep matematika.
SDN Kukusan memiliki sekitar 380 siswa yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6. Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemanfaatan perangkat yang tersedia di sekolah. Saat ini, terdapat 10 tablet yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar. Karena jumlahnya terbatas dibandingkan dengan jumlah siswa, tablet-tablet itu digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan pembelajaran. Dengan pengaturan tersebut, siswa dapat memperoleh kesempatan menggunakan perangkat dalam kegiatan matematika maupun aktivitas belajar lain yang memerlukannya.
Baca juga: Bantuan Pangan untuk Warga Depok: 2.085 Keluarga Terima Beras | 28 Hari Pasca Gempa NTT, TNI Sudah Kirim 1.246,251 Ton Bantuan | Pencairan Bantuan Sosial Bulan September 2026: Pentingnya Memahami Proses dan Kriteria

