Api di TPA Supit Urang Belum Tuntas, Pemadaman Udara Capai 30 Sorti

oleh -154 Dilihat
oleh
Api di TPA Supit Urang Belum Tuntas, Pemadaman Udara Capai 30 Sorti

Kota Malang | Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur, masih belum sepenuhnya padam pada Minggu, 25 Oktober 2026. Memasuki hari kelima sejak peristiwa tersebut, kobaran api memang mulai berkurang, tetapi kondisi itu belum menandakan bahwa penanganan telah selesai. Bara api masih tersimpan di dalam tumpukan sampah dan menjadi bagian yang perlu terus diwaspadai.

Perbedaan api yang tampak di permukaan dan bara di bagian dalam membuat proses pemadaman belum dapat dinyatakan tuntas. Meski nyala yang terlihat mulai mereda, panas dan bara yang tertahan di timbunan sampah masih dapat memicu kemunculan asap atau nyala kembali. Karena itu, kondisi di lokasi tetap memerlukan perhatian hingga titik-titik yang menyimpan bara dapat ditangani secara menyeluruh.

Situasi pada hari kelima menunjukkan bahwa berkurangnya kobaran merupakan perkembangan, tetapi belum menjadi akhir dari upaya pemadaman. Tumpukan sampah yang masih menyimpan bara membuat penanganan harus berlanjut dengan pemantauan terhadap area terdampak. Penilaian kondisi tidak cukup hanya melihat apakah api besar masih terlihat; keberadaan bara di dalam timbunan juga menjadi pertimbangan penting sebelum kebakaran dinyatakan padam.

Kebakaran yang belum sepenuhnya terkendali ini menjadi perhatian bagi pengelola dan pihak yang terlibat dalam penanganan di TPA Supit Urang. Selama bara masih tersisa, potensi munculnya titik api baru tetap perlu diantisipasi. Oleh sebab itu, upaya pemadaman dan pemantauan harus terus dilakukan sampai kondisi di lokasi benar-benar aman. Perkembangan bahwa api mulai berkurang memberi gambaran bahwa kobaran mereda, namun belum cukup untuk memastikan seluruh sumber panas telah hilang dari tumpukan sampah. Pada Minggu tersebut, pekerjaan di lokasi masih berlanjut untuk memastikan bara yang tersimpan tidak kembali membesar dan kebakaran dapat ditangani sepenuhnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Bantuan melalui operasi water bombing ini ditujukan untuk menjangkau bagian area yang sulit ditangani dari darat sekaligus menekan risiko bagi petugas dan relawan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa helikopter tersebut telah melakukan 30 sorti pada hari itu. Setiap sorti menjadi bagian dari upaya menjatuhkan air ke titik-titik yang masih terbakar atau berpotensi menyimpan panas. Pengerahan sarana udara melengkapi penanganan yang tetap dilakukan oleh tim di lokasi, bukan menggantikan pekerjaan pemadaman melalui jalur darat.

Menurut Khofifah, penanganan kebakaran di TPA tidak cukup jika hanya mengandalkan personel dan peralatan dari darat. Bara api dapat tersembunyi di bawah tumpukan sampah, sehingga permukaan yang tampak telah mereda belum tentu menunjukkan bahwa titik api benar-benar padam. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman memerlukan perhatian berkelanjutan dan dukungan untuk menyiram area yang sulit dijangkau. Operasi udara membantu petugas menangani kawasan dari atas, sementara tim darat memantau kondisi dan melanjutkan upaya sesuai situasi di lapangan. Kombinasi kedua pendekatan itu diharapkan mendukung pemadaman tanpa menempatkan personel terlalu dekat dengan sumber bahaya secara tidak perlu.

Risiko lain muncul dari kemungkinan tumpukan sampah ambles ketika petugas atau relawan berada di atas maupun di sekitar area yang tidak stabil. Jika terjadi, amblesan dapat membahayakan keselamatan mereka dan menyulitkan proses evakuasi. Karena itu, penggunaan helikopter juga dipertimbangkan sebagai langkah untuk mengurangi paparan terhadap bahaya tersebut, meski operasi udara tetap membutuhkan koordinasi dan penilaian kondisi yang cermat. Khofifah turut menjelaskan bahwa pengerahan helikopter bukan hal yang mudah, sebab daerah lain juga membutuhkan fasilitas serupa untuk menghadapi kejadian kebakaran atau keadaan darurat. Pemerintah perlu mengatur ketersediaan sarana terbatas itu berdasarkan kebutuhan dan urgensi. Dengan 30 sorti yang telah dilakukan, dukungan udara menjadi salah satu unsur penting dalam upaya pemadaman, sementara keselamatan petugas dan relawan tetap menjadi pertimbangan utama selama penanganan di TPA Supit Urang berlangsung.

Operasi pemadaman melalui udara di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang berpeluang kembali dilakukan pada Senin, 26 Oktober 2026. Rencana water bombing tersebut masih bergantung pada kondisi cuaca dan kelayakan penerbangan. Jika situasi mendukung, armada udara akan dikerahkan untuk membantu menekan titik-titik api yang belum padam. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan kebakaran yang terus berjalan, setelah pemadaman dari udara sebelumnya telah mencapai 30 sorti. Pemerintah daerah masih memantau perkembangan di lapangan sekaligus menyiapkan koordinasi yang diperlukan, agar operasi dapat dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan serta efektivitas penyiraman. Keputusan untuk melanjutkan penerbangan akan mempertimbangkan keadaan cuaca pada hari pelaksanaan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkoordinasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh terkait izin penerbangan. Koordinasi tersebut diperlukan sebelum operasi udara dilanjutkan, dengan mempertimbangkan persyaratan dan kondisi yang berlaku. Kepastian pelaksanaan water bombing belum dapat dipastikan sebelum faktor cuaca dan perizinan diperiksa. Apabila mendapat izin dan cuaca memungkinkan, operasi dapat kembali membantu upaya pemadaman di area TPA. Penggunaan pesawat untuk menjatuhkan air menjadi salah satu dukungan dalam penanganan kebakaran, sementara petugas juga melanjutkan upaya dari darat. Langkah udara dan darat diharapkan saling melengkapi untuk mempercepat pengendalian api. Rencana tersebut menunjukkan bahwa operasi masih disesuaikan dengan situasi, bukan hanya berdasarkan jadwal yang telah disiapkan.

Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa pemadaman terbantu oleh sinergi operasi udara dan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah provinsi. Operasi modifikasi cuaca itu ditujukan untuk memicu hujan, sehingga kondisi alam dapat turut membantu proses penanganan kebakaran. Menurut Wahyu, hujan deras yang turun pada sore hingga malam sebelumnya berperan mempercepat pemadaman. Curah hujan membantu upaya petugas dalam mengendalikan api, meskipun kebutuhan penanganan tetap mengikuti perkembangan di lokasi. Dukungan dari berbagai metode tersebut menjadi bagian penting dalam merespons kebakaran yang belum tuntas. Dengan kemungkinan hujan dan rencana penerbangan lanjutan, pemerintah berharap proses pemadaman dapat terus berjalan efektif, sembari menunggu kondisi yang aman untuk menerbangkan pesawat pada Senin.

Selain pemadaman dari udara, upaya penanganan kebakaran di TPA Supit Urang juga tetap dilakukan oleh tim darat. Pekerjaan di lapangan diarahkan untuk menangani bara yang masih tersembunyi di dalam tumpukan sampah. Bara semacam ini tidak selalu tampak dari permukaan, sehingga penanganannya mencakup tindakan langsung pada material di area terdampak. Upaya darat tersebut berjalan sebagai bagian dari operasi pemadaman, berdampingan dengan dukungan udara yang telah dikerahkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah injeksi air ke dalam tumpukan sampah. Air dimasukkan ke bagian dalam material untuk membantu menjangkau titik yang masih menyimpan bara. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berfokus pada bagian luar tumpukan yang terlihat, tetapi juga menjangkau lapisan di dalamnya. Injeksi air menjadi salah satu cara tim darat menangani bara tersembunyi di lokasi kebakaran.

Tim juga membongkar tumpukan sampah di area terdampak. Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan pemadaman di darat, bersama injeksi air. Melalui kegiatan tersebut, material yang berada di area terdampak ditangani langsung oleh petugas. Kedua langkah ini menunjukkan bahwa penanganan di lokasi mencakup pekerjaan pada tumpukan sampah, bukan hanya pemantauan dari udara. Upaya tersebut tetap berjalan untuk memadamkan bara yang berada di dalam material.

Berdasarkan data cakupan kebakaran, luas area yang terdampak mencapai 15 hektare.

Baca juga: Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta: Apa dan Kapan? | Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta Malam Ini: Apa yang Perlu Diketahui | Kebakaran Terulang di TPA Putri Cempo: Upaya Pemadaman Melibatkan Berbagai Pihak