Dari Toko Pulsa ke Sembilan Agen, Shifa Celluler Dekatkan Layanan Keuangan di Binjai

oleh -34 Dilihat
oleh
Dari Toko Pulsa ke Sembilan Agen, Shifa Celluler Dekatkan Layanan Keuangan di Binjai

Jakarta | Shifa Celluler berawal dari usaha sederhana yang dirintis Ibrahim, atau Baim, pada 2021. Saat memulai, ia menyediakan pulsa dan alat tulis kantor. Usaha tersebut menjadi titik awal perjalanan yang kemudian berkembang jauh melampaui bentuk toko pertamanya. Dari kegiatan melayani kebutuhan sehari-hari pelanggan, Shifa Celluler bertumbuh menjadi jaringan layanan keuangan yang hadir melalui sembilan outlet BRILink Agen di Binjai.

Perubahan itu menunjukkan bagaimana sebuah usaha lokal dapat berkembang dengan menjawab kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Baim membangun Shifa Celluler secara bertahap, berangkat dari layanan yang dekat dengan aktivitas warga dan kemudian memperluas perannya. Kini, keberadaan sembilan outlet membuat layanan BRILink Agen Shifa Celluler tersebar di sejumlah titik di Binjai. Jaringan tersebut membantu mendekatkan akses transaksi keuangan kepada warga yang membutuhkan layanan yang mudah dijangkau.

Skala kegiatan usahanya tercermin dari sekitar 4.500 transaksi keuangan yang dilayani setiap bulan. Jumlah tersebut menggambarkan besarnya aktivitas layanan yang berlangsung melalui jaringan agen Shifa Celluler. Bagi warga, outlet yang tersedia di lingkungan yang lebih dekat dapat menjadi pilihan untuk mengakses layanan keuangan tanpa harus bergantung pada satu lokasi saja. Dengan demikian, pertumbuhan usaha Baim tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah outlet, tetapi juga dari kapasitasnya melayani kebutuhan transaksi masyarakat.

Perjalanan dari toko pulsa dan alat tulis kantor menuju sembilan BRILink Agen memperlihatkan perkembangan Shifa Celluler sejak 2021. Usaha yang dirintis Baim kini memiliki jangkauan layanan yang lebih luas di Binjai, sekaligus menangani ribuan transaksi dalam sebulan. Pertumbuhan tersebut terkait erat dengan kebutuhan warga akan layanan keuangan yang dekat dan mudah dijangkau. Shifa Celluler menjadi contoh usaha yang berawal dari skala sederhana, lalu berkembang menjadi jaringan layanan yang berperan dalam mendukung akses keuangan sehari-hari masyarakat setempat.

Sebelum layanan keuangan hadir lebih dekat di lingkungan mereka, warga Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, perlu menempuh perjalanan sekitar 4–5 kilometer untuk mencapai kantor bank terdekat. Jarak tersebut mungkin tampak singkat bagi sebagian orang, tetapi dapat menjadi hambatan ketika seseorang hanya ingin menyetorkan uang hasil usaha atau menabung dalam jumlah kecil. Perjalanan juga memerlukan waktu dan biaya, sehingga transaksi sederhana kerap ditunda.

Kehadiran agen Shifa Celluler memberi warga pilihan untuk melakukan transaksi lebih dekat dengan rumah dan tempat usaha. Mereka dapat menyetor hasil jualan atau menyisihkan uang secara bertahap tanpa harus pergi ke pusat kota. Bagi pedagang kecil, kemudahan ini penting karena pemasukan harian tidak selalu besar atau datang dalam jumlah yang sama. Menabung sedikit demi sedikit pun menjadi lebih praktis ketika layanan tersedia di sekitar lingkungan.

Manfaat itu terasa bagi pedagang lokal, termasuk penjual bakso bakar. Setelah berjualan, ia dapat menyimpan sebagian hasil usaha melalui agen tanpa meninggalkan kawasan untuk menuju bank. Sebelumnya, mengurus setoran bisa berarti menyediakan waktu khusus, membayar ongkos perjalanan, mencari tempat parkir, lalu menunggu antrean teller. Jika nilai yang hendak disimpan kecil, rangkaian biaya dan waktu tersebut dapat membuat perjalanan terasa kurang sepadan.

Baim menjelaskan bahwa jarak dan biaya menjadi pertimbangan nyata bagi warga. Menurutnya, pergi ke bank bukan hanya soal menempuh 4–5 kilometer, tetapi juga memperhitungkan ongkos perjalanan, biaya parkir, serta waktu yang tersita dalam antrean. Karena itu, keberadaan agen di sekitar Jati Karya membantu mengurangi beban praktis tersebut dan membuat transaksi rutin lebih mudah dijangkau.

Layanan dekat rumah tidak menghapus kebutuhan warga untuk mendatangi bank dalam urusan tertentu. Namun, untuk transaksi sehari-hari seperti menyetor uang usaha atau menabung dengan nominal kecil, pilihan agen memberikan jalur yang lebih sederhana. Warga dapat mengelola uang tanpa harus menunggu saldo terkumpul dalam jumlah besar atau menyesuaikan diri dengan perjalanan ke kota. Bagi pedagang dengan jadwal berjualan yang padat, waktu yang dihemat dapat digunakan kembali untuk melayani pelanggan dan menjalankan usaha. Dengan akses yang lebih dekat, kebiasaan menabung dapat tumbuh secara bertahap, sementara layanan keuangan terasa lebih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat.Bagi sebagian warga lanjut usia di Binjai, kiriman uang dari anak-anak yang merantau menjadi penopang kebutuhan sehari-hari. Jumlahnya kadang sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, sehingga setiap rupiah terasa berarti. Untuk mengambil uang melalui bank, mereka perlu mengeluarkan biaya perjalanan. Ongkos tersebut dapat mengurangi jumlah yang tersisa untuk membeli keperluan harian. Layanan keuangan yang lebih dekat membantu mengurangi beban perjalanan itu, terutama ketika nilai kiriman yang diterima terbatas.

Namun, akses yang dekat saja belum tentu cukup. Sebagian lansia memerlukan penjelasan transaksi dengan bahasa sederhana agar memahami langkah yang dilakukan dan merasa yakin saat menerima layanan. Baim melihat bahwa pendampingan perlu disampaikan dengan sabar, tanpa menganggap semua nasabah telah terbiasa menggunakan kartu atau memahami proses penarikan. Menjelaskan transaksi secara jelas juga memberi ruang bagi mereka untuk bertanya. Bagi warga yang tidak sering berurusan dengan layanan keuangan, percakapan yang mudah dipahami dapat membantu membuat proses terasa lebih terang.

Dalam melayani nasabah, Baim juga menemukan persoalan terkait keamanan PIN. Ada nasabah yang menyimpan PIN bersama kartu ATM, bahkan ada yang menuliskannya pada amplop. Kebiasaan tersebut berisiko membuka akses ke rekening apabila kartu dan catatan PIN diketahui atau dipegang orang lain. Karena itu, Baim dan tim berupaya mengedukasi nasabah agar merahasiakan PIN dan tidak menyimpannya bersama kartu ATM. Pesan disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga nasabah mengetahui bahwa PIN harus dijaga dan tidak dibagikan kepada pihak lain.

Salah satu kisah yang diingat Baim adalah seorang lansia yang datang untuk menarik kiriman sebesar Rp50.000. Nilai itu menggambarkan betapa pentingnya akses yang dekat bagi penerima uang dalam jumlah terbatas. Bagi nasabah tersebut, biaya perjalanan ke bank dapat mengambil sebagian dari uang yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kisah itu juga menunjukkan bahwa layanan bukan hanya soal memproses penarikan. Penjelasan yang sederhana dan edukasi keamanan PIN menjadi bagian dari pendampingan, agar warga lanjut usia dapat mengakses kiriman sekaligus lebih memahami cara menjaga keamanan uangnya.

Selain menyediakan layanan transaksi sehari-hari, Shifa Celluler berupaya menghadirkan manfaat yang terasa langsung bagi warga sekitar. Salah satu inisiatifnya adalah program Jumat Berkah, yang membebaskan biaya administrasi untuk penarikan tunai hingga Rp300.000. Melalui program ini, pelanggan dapat mengambil uang tanpa dikenai biaya administrasi selama memenuhi batas nominal yang ditetapkan. Inisiatif tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada komunitas sekaligus mendorong warga mengenal pilihan layanan keuangan yang tersedia di lingkungan mereka.

Bagi sebagian warga, jarak dan ongkos perjalanan menjadi pertimbangan saat memilih tempat bertransaksi. Dengan adanya agen yang dekat dari rumah, mereka dapat menghemat waktu tanpa perlu bepergian jauh ke kantor layanan atau lokasi lain. Penghematan biaya juga penting, terutama bagi pelanggan yang biasanya harus membayar becak atau angkot untuk mencapai tempat transaksi. Karena itu, keberadaan layanan di sekitar tempat tinggal membantu transaksi terasa lebih praktis dan terjangkau, sesuai kebutuhan harian warga.

Namun, layanan yang dekat pelanggan tetap membutuhkan dukungan agar kegiatan transaksi berjalan lancar.

Baca juga: Edukasi Keuangan untuk Mitra GrabMerchant | Penggerebekan Jaringan Kriminal: Sembilan Tersangka Ditangkap di Purwakarta | Ungkap Skandal Keuangan: KPK Amankan Pejabat ATR/BPN dan Uang Miliaran