Embong Miring Jadi Sorotan, Kasatpol PP Taufik Pastikan Segera Turun ke Lokasi

oleh -2 Dilihat
Embong Miring Jadi Sorotan, Kasatpol PP Taufik Pastikan Segera Turun ke Lokasi

PROBOLINGGO — Pemberitaan terkait keberadaan kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Embong Miring di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mendapat respons dari Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taufik. Sebelumnya, saat dikonfirmasi media terkait dugaan keberadaan lokasi prostitusi yang disebut telah berlangsung puluhan tahun serta adanya pria 66 tahun yang ditemukan meninggal dunia di lokasi tersebut, Taufik belum memberikan respons.

Namun setelah berita tersebut diterbitkan oleh sejumlah media online dan menjadi perhatian tim investigasi gabungan media online Nusantara, Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo akhirnya memberikan tanggapan dan menyatakan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Iya Pak, segera kami tindaklanjuti informasi sampean. Saya sangat berterima kasih. Langsung check lokasi,” ujar Taufik melalui pesan WhatsApp kepada media.

Respons tersebut menjadi perkembangan baru dalam persoalan Embong Miring yang selama ini disebut masyarakat telah dikenal selama puluhan tahun sebagai kawasan prostitusi atau tempat esek-esek.

Sebelumnya, Taufik menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui adanya peristiwa seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan tersebut.

Terkait penyebab kematian, ia menegaskan bahwa kepastian mengenai hal tersebut harus menunggu proses penyelidikan kepolisian.

“Untuk penyebab kematian tentunya harus menunggu penyelidikan kepolisian,” demikian penjelasan Taufik.

Sementara mengenai keberadaan Embong Miring, Taufik menyampaikan bahwa penertiban terhadap dugaan lokalisasi tersebut pernah dilakukan Satpol PP sebelum masa kepemimpinannya.

Ia juga menegaskan bahwa Satpol PP Kabupaten Probolinggo telah dan terus melakukan pembinaan serta penindakan terhadap berbagai bentuk kegiatan yang dianggap meresahkan dan menimbulkan gangguan ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Upaya tersebut, menurut Taufik, dilakukan dengan bersinergi bersama aparat penegak hukum, pihak kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.

Pernyataan Taufik yang menyebut akan langsung melakukan pengecekan lokasi menjadi langkah yang ditunggu masyarakat.

Sebab, sorotan terhadap Embong Miring bukan hanya muncul karena adanya seorang pria berusia 66 tahun berinisial WY yang ditemukan meninggal dunia di depan warung milik Pak Toli pada Selasa (1/9/2026).

Lebih jauh, publik mempertanyakan bagaimana sebuah kawasan yang disebut-sebut telah dikenal sebagai lokasi prostitusi selama puluhan tahun dapat terus menjadi perhatian masyarakat tanpa adanya penjelasan terbuka mengenai status, legalitas, pengawasan dan penertibannya.

Sebagai perangkat daerah yang memiliki fungsi dalam penegakan Peraturan Daerah dan penyelenggaraan ketertiban umum, Satpol PP dituntut memberikan kejelasan mengenai langkah yang akan dilakukan.

Apakah hasil pengecekan nantinya akan menemukan adanya pelanggaran Perda atau gangguan Trantibumlinmas, tentu menjadi kewenangan Satpol PP untuk menilai dan menindaklanjutinya sesuai aturan.

Sementara itu, WY ditemukan tidak memberikan respons di depan warung Pak Toli setelah sebelumnya terlihat seperti sedang beristirahat.

Polsek Tegalsiwalan bersama Pamapta, Inafis dan Reskrim Polres Probolinggo telah melakukan penanganan di lokasi.

Pihak keluarga disebut menerima kepergian korban dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Karena itu, penyebab pasti kematian Wahyudi belum dapat dipastikan secara medis.

Tidak terdapat keterangan resmi yang membuktikan bahwa korban sebelumnya melakukan aktivitas seksual di lokasi tersebut. Karena itu, berbagai dugaan mengenai aktivitas korban sebelum meninggal masih membutuhkan klarifikasi dan tidak dapat dianggap sebagai fakta.

Kini publik menunggu realisasi pernyataan Kasatpol PP Taufik yang menyatakan akan langsung mengecek lokasi Embong Miring.

Hasil pengecekan tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat mengenai kondisi kawasan, aktivitas yang berlangsung, aspek ketertiban umum, serta langkah pemerintah terhadap keberadaan lokasi yang disebut telah dikenal selama puluhan tahun tersebut.

Media ini akan terus mengawal tindak lanjut Satpol PP dan meminta keterbukaan informasi mengenai hasil pengecekan di lapangan.

Bersambung….???

(Tim Investigasi Gabungan Media Online Nusantara/**)