Jakarta | CEO sekaligus co-founder Indodax, William Sutanto, menyampaikan perkembangan terbaru terkait upaya serangan siber yang terdeteksi pada platform perdagangan aset kripto tersebut. Dalam unggahan di akun X pada Jumat, 30 Oktober 2026, ia menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan dan tindak lanjut atas temuan sebelumnya telah dijalankan. Pernyataan itu memberi pembaruan mengenai pekerjaan keamanan yang dilakukan setelah indikasi aktivitas siber diketahui, sekaligus menjawab perhatian pengguna tentang kondisi layanan dan perlindungan aset maupun informasi yang tersimpan di platform. William menegaskan bahwa proses penanganan tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi dilanjutkan dengan perbaikan atas seluruh temuan pemeriksaan yang telah dicatat. Dengan demikian, pengguna memperoleh informasi langsung dari pimpinan perusahaan mengenai status pembenahan sistem.
Menurut William, seluruh temuan yang muncul dalam pemeriksaan sebelumnya telah diperbaiki. Upaya perbaikan tersebut menjadi bagian dari respons Indodax terhadap ancaman yang terdeteksi, dengan tujuan menangani aspek-aspek keamanan yang memerlukan tindak lanjut. Keterangan bahwa semua temuan sudah ditangani menunjukkan bahwa perusahaan telah menuntaskan langkah korektif berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar menyampaikan bahwa proses evaluasi sedang berlangsung. Pembaruan ini penting bagi pengguna yang ingin mengetahui apakah pemeriksaan menghasilkan perubahan atau tindakan nyata pada platform. William menyampaikan status tersebut melalui media sosial, sehingga informasi mengenai penyelesaian perbaikan dapat diakses publik. Ia juga menyatakan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya transfer maupun transaksi tidak sah di platform. Artinya, tidak ada temuan transaksi yang dilakukan tanpa kewenangan sebagai bagian dari insiden yang diperiksa.
William turut menyampaikan bahwa pemeriksaan tidak menemukan kebocoran data nasabah. Berdasarkan hasil tersebut, Indodax menyatakan dana dan data nasabah tetap aman. Penjelasan ini membedakan temuan ancaman siber dari dampak yang dikhawatirkan pengguna: pemeriksaan tidak menunjukkan adanya pemindahan aset tanpa izin, transaksi ilegal, ataupun terbukanya informasi nasabah. Keterangan tersebut merupakan pembaruan yang disampaikan perusahaan mengenai hasil pemeriksaan, bukan alasan untuk mengabaikan pentingnya keamanan akun dan kewaspadaan pengguna. Melalui unggahan pada Jumat, 30 Oktober 2026, William memberikan gambaran tentang status penanganan sekaligus menegaskan hasil yang berkaitan langsung dengan perlindungan pengguna. Bagi nasabah, informasi bahwa temuan telah diperbaiki dan tidak ditemukan dampak terhadap dana maupun data menjadi dasar memahami situasi terkini di Indodax.
Indodax menambahkan lapisan pengamanan ekstra sebagai langkah antisipasi untuk memperkuat perlindungan sistem platform. William menjelaskan bahwa upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan dan ketahanan sistem dalam menghadapi potensi risiko keamanan. Penambahan ini menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap perlindungan layanan dan aset pengguna, sekaligus melengkapi langkah perbaikan yang telah dilakukan. Penguatan keamanan dipandang sebagai proses berkelanjutan, sehingga evaluasi dan penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan tersebut, Indodax berupaya memastikan aspek keamanan tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan platform, tanpa mengabaikan kebutuhan operasional layanan bagi para pengguna.
Lapisan tambahan itu dimaksudkan untuk memperkuat sistem sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan ancaman. William menekankan tujuan pengamanan tersebut, bukan menyatakan bahwa seluruh risiko telah dihapus atau bahwa ancaman serupa tidak mungkin terjadi lagi. Dalam lingkungan digital, sistem perlu terus diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan risiko. Karena itu, langkah antisipatif dapat membantu memperkokoh perlindungan, tetapi tetap perlu disertai pemantauan dan penanganan yang berkesinambungan. Pernyataan ini menempatkan penguatan keamanan sebagai upaya menjaga kesiapan platform, bukan sebagai jaminan mutlak terhadap seluruh kemungkinan gangguan pada masa mendatang.
Bagi pengguna, penambahan perlindungan tersebut menunjukkan bahwa pengamanan platform terus menjadi perhatian Indodax setelah proses perbaikan. Fokusnya adalah memperkuat sistem dan meningkatkan kewaspadaan, sejalan dengan tujuan yang disampaikan William. Pengguna tetap dapat mengikuti informasi resmi perusahaan terkait perkembangan layanan maupun kebijakan keamanan. Pada saat yang sama, penyampaian mengenai lapisan ekstra perlu dipahami secara proporsional: ini merupakan upaya tambahan untuk memperkuat perlindungan, bukan kepastian bahwa serangan atau insiden keamanan tidak akan terjadi. Dengan demikian, langkah tersebut mencerminkan komitmen pada peningkatan sistem secara bertahap, sembari mempertahankan pemantauan terhadap kondisi keamanan platform dan kebutuhan perlindungan pengguna.
Layanan deposit dan penarikan dana Indodax masih menjalani pemeliharaan setelah lebih dari 24 jam. Selama proses tersebut berlangsung, pengguna belum dapat melakukan penyetoran maupun penarikan melalui layanan terkait. Kondisi ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk memastikan sistem dapat kembali beroperasi dengan aman setelah penyelesaian perbaikan keamanan. Meski layanan transaksi tersebut belum tersedia, Indodax menyampaikan bahwa dana nasabah tetap aman. Pemeliharaan yang berlangsung lebih lama dari perkiraan dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi pengguna yang perlu mengakses dana atau melakukan transaksi. Karena itu, perusahaan menyampaikan perkembangan mengenai proses yang sedang berjalan dan alasan layanan belum dibuka kembali.
William menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna atas lamanya pemeliharaan layanan deposit dan penarikan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan masih perlu menuntaskan sejumlah langkah pengamanan sebelum akses transaksi dipulihkan. Selain menyelesaikan tahapan tersebut, tim juga melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan sistem telah memenuhi kebutuhan keamanan dan dapat digunakan kembali dengan baik. Pemeriksaan ini diperlukan agar pemulihan tidak dilakukan secara terburu-buru. Keputusan untuk mempertahankan layanan dalam status pemeliharaan mencerminkan upaya perusahaan mengutamakan perlindungan dana dan keamanan pengguna, meskipun hal itu berarti akses deposit serta penarikan belum tersedia selama proses berlangsung.
Perusahaan belum menyampaikan waktu pembukaan kembali layanan, sehingga pengguna sebaiknya menunggu informasi resmi dari Indodax dan tidak mengandalkan perkiraan yang belum dikonfirmasi. Selama pemeliharaan, pengguna dapat memantau pengumuman melalui saluran komunikasi resmi untuk mengetahui perkembangan terbaru. Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap pesan atau tautan yang mengatasnamakan perusahaan, khususnya jika meminta kata sandi, kode autentikasi, atau informasi pribadi. Permintaan maaf William mengakui dampak keterlambatan ini, sementara penyelesaian langkah keamanan dan pemeriksaan tambahan tetap menjadi prioritas sebelum deposit dan penarikan diaktifkan kembali. Hingga proses itu dinyatakan selesai, layanan akan tetap berada dalam pemeliharaan dan akses transaksi terkait belum dapat digunakan.
Pada Kamis, 29 Oktober 2026, William mengumumkan bahwa Indodax menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan mendeteksi peningkatan upaya serangan siber yang menyasar platform. Penghentian sementara berlaku sebagai tindakan pencegahan, sementara tim melakukan pemeriksaan terhadap sistem dan kondisi keamanan. Dengan membatasi aktivitas keluar-masuk dana, perusahaan berupaya mengurangi potensi risiko selama peninjauan berlangsung. Pengumuman itu juga menjadi pemberitahuan kepada pengguna bahwa beberapa layanan transaksi tidak dapat diakses untuk sementara waktu, sehingga nasabah diminta menunggu informasi resmi berikutnya sebelum mencoba melakukan deposit atau penarikan kembali.
Dalam situasi seperti ini, penghentian layanan dijelaskan sebagai bagian dari prosedur pengamanan, bukan sebagai pernyataan bahwa dana nasabah telah hilang atau terdampak. Indodax menyampaikan bahwa timnya melakukan evaluasi dan mitigasi untuk menilai keadaan platform, mengidentifikasi potensi celah, serta menentukan langkah yang diperlukan sebelum layanan normal dipulihkan. Pemeriksaan keamanan menjadi penting karena upaya serangan yang meningkat dapat menuntut respons cepat dan terukur. Selama proses tersebut, pengguna tidak dapat menyelesaikan transaksi deposit maupun penarikan melalui layanan yang dihentikan, tetapi informasi perusahaan menekankan bahwa pembatasan itu diterapkan demi mengutamakan perlindungan. Langkah ini memberi waktu bagi tim terkait untuk meninjau sistem tanpa menambah paparan risiko saat pemeriksaan berlangsung.
Pernyataan Indodax sebelumnya menyebut deposit dan penarikan akan dibuka kembali setelah keamanan dipastikan.
Baca juga: Peningkatan Pengawasan Keamanan Gedung di Jakarta Pasca Kebakaran | Inisiatif Baru dalam Keamanan Lingkungan Pelabuhan | Inspeksi Ombudsman di Lapas Cibinong: Temukan Fasilitas Mewah dan Jaminan Keamanan







