Kantor Baznas Depok Dibobol Dini Hari, Data Donatur dan Mustahik Ikut Raib

oleh -24 Dilihat
oleh
Pencurian Memalukan di Kantor Baznas Depok: Tiga Laptop dan Handphone Raib

KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok di Perumahan Depok Mulya 1, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, dibobol pada Kamis, 24 September 2026, menjelang pagi. Peristiwa tersebut diketahui setelah pelaku memasuki area kantor dan mengambil sejumlah perangkat elektronik. Pembobolan ini menambah persoalan bagi lembaga yang bertugas menghimpun serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.

Perangkat yang dibawa pelaku bukan sekadar aset operasional biasa. Barang-barang elektronik itu digunakan untuk mendukung administrasi, pelayanan, dan pengelolaan berbagai program Baznas Kota Depok. Sebagian perangkat juga berpotensi menyimpan informasi penting mengenai kegiatan lembaga, termasuk pencatatan penerimaan dan penyaluran dana ziswaf.

Karena itu, kerugian akibat kejadian tersebut tidak hanya diukur dari nilai fisik barang yang hilang. Hilangnya perangkat dapat mengganggu aktivitas kantor, memperlambat pelayanan, serta menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data. Informasi mengenai donatur dan mustahik, yaitu penerima manfaat zakat, merupakan bagian penting yang harus dilindungi agar tidak disalahgunakan.

Pembobolan yang terjadi pada dini hari itu juga menunjukkan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem keamanan kantor. Selain mengidentifikasi barang yang raib, pihak terkait perlu memastikan kondisi penyimpanan data, mencatat perangkat yang hilang, dan mengamankan akses ke akun atau sistem lembaga. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah gangguan lanjutan terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah serta menjaga kepercayaan masyarakat kepada Baznas Kota Depok.

Hasil pemeriksaan awal di kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok menunjukkan bahwa sejumlah perangkat kerja dinyatakan hilang setelah kantor tersebut dibobol pada dini hari. Kepala Baznas Kota Depok, Endang Ahmad Yani, menyampaikan bahwa barang yang hilang terdiri atas tiga unit laptop dan tiga unit ponsel. Keterangan tersebut merupakan hasil pemeriksaan awal terhadap kondisi ruangan dan inventaris kantor setelah kejadian.

Endang menjelaskan, pemeriksaan juga memastikan bahwa tidak ada uang tunai yang diambil dari kantor. Dengan demikian, temuan awal terkait barang yang hilang terbatas pada perangkat elektronik berupa laptop dan ponsel. Pihak Baznas mencatat kondisi tersebut berdasarkan pengecekan terhadap barang-barang yang berada di lingkungan kantor.

Perangkat yang dinyatakan hilang tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen administrasi Baznas. Di dalamnya terdapat daftar kontak donatur, data para pemohon bantuan atau mustahik, serta berkas pengajuan bantuan yang masih dalam proses. Dokumen-dokumen itu menjadi bagian dari administrasi kegiatan lembaga, termasuk pencatatan pihak yang mengajukan bantuan dan pihak yang memberikan donasi.

Endang menyampaikan informasi itu sebagai bagian dari pemeriksaan awal atas kejadian di kantor Baznas Kota Depok. Pendataan mengenai tiga laptop dan tiga ponsel yang hilang dilakukan bersamaan dengan pengecekan terhadap barang serta dokumen administrasi yang tersimpan pada perangkat tersebut. Sementara itu, uang tunai di kantor dinyatakan tidak ikut diambil dalam kejadian tersebut.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembobolan Kantor Baznas Depok. Dari gambar yang terekam, pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, berambut pendek, dan mengenakan topi. Ia juga terlihat membawa tas ransel berukuran besar yang tetap dibawanya ketika memasuki area kantor. Ciri-ciri tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses penelusuran kasus.

Berdasarkan urutan gambar pada CCTV, pelaku terlebih dahulu memanjat pagar untuk masuk ke lingkungan kantor. Setelah berada di dalam area, ia bergerak menuju pintu kantor yang terkunci. Sekitar pukul 04.33 WIB, pelaku terlihat membobol pintu tersebut hingga berhasil membuka akses ke dalam bangunan. Aksi itu dilakukan pada waktu dini hari ketika kondisi di sekitar kantor relatif sepi.

Setelah memasuki kantor, pelaku berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain. Rekaman menunjukkan pergerakannya ketika memeriksa sejumlah bagian dalam gedung dan membawa barang-barang yang ditemukannya. Kamera pengawas juga merekam bahwa pelaku beberapa kali mengganti pakaian selama berada di lokasi. Pada satu bagian rekaman, ia tampak mengenakan kaus, kemudian terlihat menggunakan kemeja putih.

Perubahan pakaian tersebut menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dari rekaman kamera pengawas. Meski berusaha mengubah penampilan, pelaku tetap terekam ketika menjalankan aksinya di sejumlah titik. Menurut Endang, pelaku beraksi seorang diri dan tidak terlihat memiliki rekan yang menunggu atau membantunya di dalam kantor. Endang juga menyebut pelaku tampak menyadari keberadaan kamera, tetapi tetap melanjutkan aksinya hingga meninggalkan lokasi.

Peristiwa pembobolan Kantor Baznas Kota Depok baru diketahui setelah staf datang untuk bekerja pada pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WIB, staf mendapati pintu utama kantor sudah dalam keadaan terbuka. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan karena kantor semestinya masih terkunci sebelum kegiatan operasional dimulai. Staf kemudian memeriksa keadaan di dalam kantor dan menemukan adanya indikasi bahwa tempat tersebut telah dimasuki secara paksa.

Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak Baznas Kota Depok untuk ditindaklanjuti. Setelah memastikan adanya dugaan pencurian, Baznas Kota Depok melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Laporan disampaikan ke Polsek Beji serta Polres Metro Depok. Pelaporan dilakukan agar perkara pembobolan kantor dapat segera ditangani dan seluruh kondisi di lokasi dapat diperiksa sesuai prosedur.

Dalam kejadian tersebut, data donatur dan mustahik dilaporkan ikut raib. Hilangnya data tersebut menjadi bagian dari laporan yang disampaikan kepada kepolisian. Informasi mengenai barang atau dokumen lain yang mungkin hilang tetap menunggu pemeriksaan lebih lanjut di lokasi kejadian.

Kepolisian telah mengirimkan personel ke Kantor Baznas Kota Depok untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menelusuri identitas serta keberadaan pelaku. Petugas akan memeriksa kondisi lokasi dan mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam penanganan perkara. Hingga tahap ini, penanganan difokuskan pada pemeriksaan TKP serta upaya mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam pembobolan tersebut.