Kepala Bappeda Kota Sorong Tutup Bimtek 2026: Perkuat Kapasitas OPD, Renja Berkualitas Jadi Kunci Pembangunan Daerah

oleh -29 Dilihat
oleh

Kota Sorong, PBD – Pemerintah Kota Sorong melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah melalui peningkatan kapasitas aparatur sipil negara. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menutup secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, Kompleks Kantor Wali Kota Sorong, Rabu (29/07/26).

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Bappeda Kota Sorong, Amos Karet, S.H., yang mewakili Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.PA. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas proses perencanaan yang dilakukan sejak awal. Karena itu, seluruh perangkat daerah dituntut memiliki kemampuan yang sama dalam menyusun dokumen perencanaan yang terukur, sistematis, serta selaras dengan arah pembangunan Kota Sorong.

Menurut Amos Karet, penyusunan Renja OPD bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi pemerintahan, melainkan menjadi tahapan strategis dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui dokumen tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan program pembangunan yang tepat sasaran, efisien, serta memiliki indikator kinerja yang jelas.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh Organisasi Perangkat Daerah terhadap mekanisme penyusunan Renja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kesamaan pemahaman tersebut dinilai sangat penting agar seluruh dokumen perencanaan dapat saling terintegrasi mulai dari RPJMD, RKPD, Renja OPD hingga penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam sambutannya, Amos Karet juga mengingatkan bahwa seluruh tahapan pembangunan daerah berjalan dalam satu siklus yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta selama dua hari pelatihan harus diterapkan secara nyata ketika kembali ke instansi masing-masing.

“Ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini sangat penting karena dari sinilah lahir program, kegiatan, hingga kebijakan pembangunan daerah. Saya berharap seluruh peserta tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi mampu mengimplementasikan seluruh materi dalam penyusunan Renja OPD sehingga menghasilkan dokumen yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dokumen Renja yang disusun harus mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah serta RPJMD sebagai pedoman utama pembangunan lima tahunan. Dengan demikian, setiap program dan kegiatan yang dirancang memiliki arah yang jelas dan mampu mendukung pencapaian target pembangunan Kota Sorong.

Dalam kesempatan tersebut, Amos Karet turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dari SmartID Malang, Jawa Timur, yang telah memberikan pendampingan teknis kepada peserta. Menurutnya, materi yang diberikan telah memperkaya pemahaman aparatur mengenai sistem perencanaan pembangunan daerah yang terus berkembang mengikuti regulasi nasional.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga terhadap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh keseriusan sejak hari pertama hingga penutupan. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa aparatur Pemerintah Kota Sorong memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas kompetensi dalam bidang perencanaan pembangunan.

Lebih lanjut, Kepala Bappeda berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak di perangkat daerah masing-masing dengan menyampaikan kembali pemahaman mengenai sistem perencanaan kepada pimpinan maupun rekan kerja, sehingga proses penyusunan dokumen pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memiliki kualitas yang seragam.

Sementara itu, dalam sambutan Wali Kota Sorong yang dibacakan oleh Kepala Bappeda ditegaskan bahwa Pemerintah Kota Sorong terus berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut harus dimulai dari penyusunan dokumen perencanaan yang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat, mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan di lapangan, serta selaras dengan visi pembangunan Kota Sorong.

Melalui pelaksanaan Bimtek Penyusunan Renja OPD Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Sorong optimistis kualitas dokumen perencanaan seluruh perangkat daerah akan semakin meningkat. Renja yang disusun secara profesional dan berbasis kebutuhan diharapkan menjadi fondasi dalam penyusunan APBD yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Sorong di Provinsi Papua Barat Daya.

(Timo)