Lewati ke konten
https://patrolihukumindonesia.com
  •  
  • Pencarian
  • Beranda
  • Advetorial
  • TNI
  • Polri
  • Hukum Kriminal
  • Opini
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • BUMN
  • Kabar Viral
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Politik
  • Redaksi Patrolihukumindonesia.com
    • Berita
  • Kebijakan Privasi
  • News
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Tumblr
    • Instagram
    • Linkedin
    • RSS
  • Beranda
  • Advetorial
  • TNI
  • Polri
  • Hukum Kriminal
  • Opini
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • BUMN
  • Kabar Viral
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Politik
  • Redaksi Patrolihukumindonesia.com
    • Berita
  • Kebijakan Privasi
  • News
  • Beranda
  • Advetorial
  • TNI
  • Polri
  • Hukum Kriminal
  • Opini
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • BUMN
  • Kabar Viral
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Politik
  • Redaksi Patrolihukumindonesia.com
    • Berita
  • Kebijakan Privasi
  • News

Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah Resmi Diperkenalkan di Surabaya

02/10/2026oleh -108 Dilihat
oleh
Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah Resmi Diperkenalkan di Surabaya

banner 160x600

Views: 108

SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah resmi memperkenalkan logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya. Peluncuran tersebut menjadi bagian penting dari persiapan organisasi untuk menyelenggarakan permusyawaratan tertinggi Pemuda Muhammadiyah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar A. Tawalla, menjelaskan bahwa logo Muktamar XIX tidak semata-mata berfungsi sebagai identitas visual kegiatan. Logo itu dirancang untuk merepresentasikan gagasan, arah gerak, serta komitmen organisasi dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Karena itu, setiap unsur yang ditampilkan di dalamnya diharapkan dapat menyampaikan pesan mengenai semangat perjuangan, kesinambungan kaderisasi, dan kesiapan Pemuda Muhammadiyah menghadapi perubahan.

Menurutnya, muktamar bukan hanya agenda rutin yang mempertemukan anggota dan pimpinan dari berbagai wilayah. Forum tersebut merupakan ruang strategis untuk melakukan evaluasi, menyusun gagasan, serta merumuskan arah kebijakan organisasi pada masa mendatang. Kehadiran logo menjadi pengingat bahwa seluruh rangkaian menuju Muktamar XIX perlu dipersiapkan dengan kesungguhan dan melibatkan unsur organisasi secara luas.

Peluncuran logo sekaligus menandai dimulainya rangkaian persiapan menuju pelaksanaan Muktamar XIX. Setelah pengenalan identitas visual ini, berbagai tahapan organisatoris diharapkan dapat berjalan secara terarah, mulai dari konsolidasi internal hingga penyiapan agenda persidangan dan partisipasi peserta. Momentum tersebut juga menunjukkan kesiapan Pemuda Muhammadiyah untuk menyambut forum permusyawaratan dengan semangat kolaborasi.

Dengan demikian, logo Muktamar XIX memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar simbol acara. Identitas tersebut menjadi representasi pesan dan harapan organisasi, sekaligus penanda dimulainya proses menuju pertemuan yang akan menentukan langkah Pemuda Muhammadiyah ke depan. Peluncurannya di Surabaya menjadi titik awal bagi seluruh jajaran untuk membangun koordinasi dan memastikan muktamar berlangsung sesuai tujuan organisasi.

Peresmian logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah di Surabaya berlangsung bersamaan dengan resepsi milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar A. Tawalla, turut meresmikan rangkaian peringatan milad organisasi tersebut. Penggabungan kedua agenda ini bukan sekadar penyesuaian kegiatan, melainkan memiliki pesan strategis mengenai hubungan momentum muktamar dan penguatan peran kader di tengah masyarakat.

Menurut Dzulfikar, penyelenggaraan secara bersamaan dimaksudkan untuk menegaskan posisi KOKAM sebagai salah satu pilar ketahanan, pengabdian, dan kesiapsiagaan kader Pemuda Muhammadiyah. KOKAM dipandang tidak hanya sebagai unsur yang hadir ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial yang terus berkontribusi dalam menjaga kehidupan persyarikatan serta melayani masyarakat. Karena itu, milad ke-61 menjadi ruang untuk mengingat kembali nilai pengabdian sekaligus memperkuat kesiapan kader menghadapi berbagai tantangan.

Rekam jejak KOKAM yang disampaikan dalam acara tersebut mencakup pengawalan ulama dan penjagaan persyarikatan. Selain itu, KOKAM terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan serta penanggulangan bencana di sejumlah daerah. Peran tersebut menunjukkan bahwa keberadaan KOKAM berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat, terutama ketika terjadi krisis yang menuntut respons cepat, terorganisasi, dan berorientasi pada kemanusiaan. Pengalaman itu juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kader yang tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial.

Acara peresmian dan resepsi milad tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, alumni Pemuda Muhammadiyah, serta pimpinan KOKAM. Hadir pula kader Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM dari berbagai daerah. Kehadiran para unsur tersebut memperlihatkan dukungan bersama terhadap perjalanan organisasi, sekaligus memperkuat semangat konsolidasi menjelang pelaksanaan Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah.

Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah memuat sejumlah unsur visual yang memiliki makna khusus. Setiap unsur disusun untuk menggambarkan karakter, semangat, serta cita-cita yang menjadi bagian dari pelaksanaan Muktamar XIX. Tugu, dua tangan, dan sinar yang mengelilinginya merupakan elemen utama yang saling melengkapi dalam menyampaikan pesan logo tersebut.

Tugu menggambarkan sosok negarawan muda. Bentuk ini merepresentasikan keteguhan dalam memegang prinsip, keberanian dalam menghadapi tantangan, serta cita-cita yang tinggi. Makna tersebut menunjukkan gambaran generasi muda yang memiliki pendirian kuat, berani mengambil sikap, dan mengarahkan langkahnya pada tujuan yang luhur. Tugu menjadi lambang karakter negarawan muda yang teguh, berani, dan memiliki pandangan terhadap cita-cita yang tinggi.

Dua tangan yang terdapat pada logo melambangkan upaya merawat persatuan. Makna ini diwujudkan melalui keterbukaan, pengayoman, perlindungan, kolaborasi, dan ukhuwah. Tangan menggambarkan sikap untuk menerima, menjaga, serta merangkul berbagai unsur dalam kebersamaan. Kehadiran dua tangan juga menegaskan pentingnya kerja bersama dalam mempertahankan persatuan, dengan mengedepankan keterbukaan dan hubungan yang dilandasi ukhuwah.

Sinar yang mengelilingi tugu menggambarkan sembilan kobaran api. Sembilan kobaran api tersebut dimaknai sebagai delapan penjuru Nusantara yang berhimpun pada satu titik pusat persatuan di Surabaya. Selain itu, nyala api merepresentasikan semangat tajdid, yaitu pembaruan dan pencerahan. Nyala tersebut juga menyimbolkan keberanian untuk mengambil peran dalam menghadirkan perubahan. Dengan demikian, sinar pada logo memuat makna tentang himpunan berbagai penjuru Nusantara, semangat pembaruan, pencerahan, serta keberanian untuk berkontribusi dalam perubahan.

Pelaksanaan Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung pada 25–29 Sya'ban 1448 Hijriah, bertepatan dengan 2–6 Februari 2027, di Surabaya, Jawa Timur. Penetapan waktu dan lokasi tersebut menjadi penanda penting bagi seluruh jajaran organisasi untuk mematangkan persiapan secara terukur. Berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari koordinasi antarpimpinan, kesiapan tempat, layanan bagi peserta, hingga rangkaian agenda persidangan, terus dipersiapkan agar muktamar berjalan tertib dan lancar. Surabaya akan menjadi ruang pertemuan bagi para utusan dan kader yang membawa aspirasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Anang Nafi'uzzaki, menyampaikan rasa syukur karena Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah forum permusyawaratan nasional tersebut. Menurutnya, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk memperkuat kebersamaan kader di wilayah Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa persiapan dilakukan melalui kerja sama PWPM Jawa Timur, pimpinan daerah, serta seluruh unsur pendukung agar setiap kebutuhan peserta dapat terlayani dengan baik. Semangat gotong royong menjadi dasar dalam memastikan agenda berjalan sesuai harapan organisasi.

PWPM Jawa Timur bersama seluruh kader di 38 kabupaten/kota menyatakan siap menyambut para utusan, pimpinan, dan kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh pelosok tanah air. Kesiapan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui dukungan teknis dan pelayanan selama acara, tetapi juga melalui komitmen untuk menjadi tuan rumah yang baik, murni, dan memuliakan tamu. Seluruh panitia diharapkan mampu menghadirkan suasana permusyawaratan yang nyaman, kondusif, dan menggembirakan. Dengan persiapan yang terarah serta dukungan berbagai pihak, Muktamar XIX diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan, menyatukan gagasan, dan memperkuat kontribusi Pemuda Muhammadiyah bagi masyarakat dan bangsa.

Ditag logo Muhammadiyah muktamar pemuda pimpinan SURABAYA tersebut xix
oleh
  • Ikuti Kami Pada

Navigasi pos

Pos sebelumnya Industri Penerbangan Dorong Keringanan Bea Suku Cadang di Tengah Tekanan Biaya
Pos berikutnya Kemkomdigi Usut Dugaan Perdagangan Data Pribadi dan Perkuat Koordinasi Keamanan Siber

Opini

  • Sewa Kios Pasar Mander Tuban Capai Rp38,5 Juta, Kades Dilaporkan
  • Anggaran Pilkades Dipertanyakan? Ini Mekanisme Pengusulan hingga Pencairannya
  • Penegakan Perda di Kota Probolinggo Disorot, Razia Maramis Diduga Tak Biasa
  • Uang Pendidikan Jadi Sorotan: Revit Sekolah Nganjuk Dihantui Potongan
  • Dinas Pendidikan Nganjuk Didesak Buka-bukaan soal Revit Sekolah, Dugaan Potongan Muncul ke Permukaan
  • Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Ngepon Tuban Kembali Mencuat, Publik Menunggu Jawaban
  • Warga Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri Pertanyakan Judi Sabung Ayam yang Disebut Bergerak Pin…
  • GEMMAKO RI Pertanyakan Mutasi Saksi Jasa BPJS: Kebetulan atau Ada Kaitan?

Kabar Viral

  • Dugaan Pungli Berkedok Kantin di Lapas Kota Probolinggo Mencuat, LSM Paskal Akan Gelar Aksi Damai
  • Kasus LIRA Kepri Disorot, DPP LSM LIRA Desak Wasidik Turun dan Propam Periksa Dugaan Pelanggaran
  • Kasus Suarni Jadi Sorotan Baru, Kinerja Penyidik PPA Dilaporkan ke Propam dan Wassidik
  • Pemberitaan Soal Sanggar Diluruskan, Setyorini: Saya Hanya Sampaikan Hal Umum
  • Seniman Bantengan Probolinggo Minta Persoalan Pribadi Tak Dikaitkan dengan Kesenian
  • Perkara Suarni Berjalan 18 Bulan, Publik Menanti Kejelasan Proses Hukumnya
  • LIRA ke Mabes Polri: Supervisi Penanganan Salam Magelang, Jaga Barang Bukti dan Pastikan Proses Tran…
  • Arena Sabung Ayam di Weru Kandat, Aparat Ditantang Tunjukkan Ketegasan

Advetorial

  • Presiden Prabowo Subianto Lantik Bamsoet Sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indone…
  • Kontingen Karate Kodam III/Siliwangi Raih Juara Umum II TNI/Polri dan Juara Umum III Open Piala Pang…
  • Mengabdi Dengan Integritas Melanglah Dengan Aamanah KODAERAL I Apresiasi Kenaikan Pangkat Personil
  • PECAK Sore, IPTU Rusandi Atur Lalu Lintas di Perempatan Cikupa Mas
  • Cooling System dan DDS, Bripka Ristyanto Sambangi Warga Desa Cibadak Perkuat Kamtibmas
  • Kunjungi Tanjung Priok, Komisi IV DPR RI Soroti Pengawasan Komoditas Impor
  • Salat Jumat Jemaat Ahmadiyah Digelar di Sawangan Depok, Diikuti Puluhan Jamaah
  • HUT ke-81 TNI, Kodam XVIII/Kasuari Gelar Doa Bersama
https://patrolihukumindonesia.com
  • Beranda
  • Advetorial
  • TNI
  • Polri
  • Hukum Kriminal
  • Opini
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • BUMN
  • Kabar Viral
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Politik
  • Redaksi Patrolihukumindonesia.com

Pos-pos Terbaru

  • BPDP Dorong Mahasiswa Kembangkan Wirausaha Berbasis Komoditas Perkebunan
  • Tarif Transjakarta 2027 Belum Final, Angka Rp5.000 Masih Berstatus Usulan
  • Panglima TNI dan Jaksa Agung Hadiri Pelepasan Listyo Sigit
  • TPID Sulawesi Selatan Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Meredam Harga Cabai
  • The Telkom Hub Raih Status Net Zero untuk Emisi Operasional Cakupan 1 dan 2

Opini

  • BPDP Dorong Mahasiswa Kembangkan Wirausaha Berbasis Komoditas Perkebunan
  • Tarif Transjakarta 2027 Belum Final, Angka Rp5.000 Masih Berstatus Usulan
  • Panglima TNI dan Jaksa Agung Hadiri Pelepasan Listyo Sigit
  • TPID Sulawesi Selatan Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Meredam Harga Cabai
  • The Telkom Hub Raih Status Net Zero untuk Emisi Operasional Cakupan 1 dan 2

Kabar Viral

  • BPDP Dorong Mahasiswa Kembangkan Wirausaha Berbasis Komoditas Perkebunan
  • Tarif Transjakarta 2027 Belum Final, Angka Rp5.000 Masih Berstatus Usulan
  • Panglima TNI dan Jaksa Agung Hadiri Pelepasan Listyo Sigit
  • TPID Sulawesi Selatan Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Meredam Harga Cabai
  • The Telkom Hub Raih Status Net Zero untuk Emisi Operasional Cakupan 1 dan 2

Hukum Kriminal

  • BPDP Dorong Mahasiswa Kembangkan Wirausaha Berbasis Komoditas Perkebunan
  • Tarif Transjakarta 2027 Belum Final, Angka Rp5.000 Masih Berstatus Usulan
  • Panglima TNI dan Jaksa Agung Hadiri Pelepasan Listyo Sigit
  • TPID Sulawesi Selatan Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Meredam Harga Cabai
  • The Telkom Hub Raih Status Net Zero untuk Emisi Operasional Cakupan 1 dan 2