Pasokan BBM Bali Diperkuat, Operasional SPBU 24 Jam Bantu Redakan Antrean

oleh -25 Dilihat
oleh
Pasokan BBM Bali Diperkuat, Operasional SPBU 24 Jam Bantu Redakan Antrean

Kota Denpasar | Pertamina Patra Niaga menambah pasokan bahan bakar minyak untuk memulihkan dan menormalkan distribusi di Bali. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah wilayah mengalami antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), seiring kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite dan Pertamax. Tambahan pasokan direncanakan mencapai sekitar 57,9 juta liter. Jumlah tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan BBM dan mendukung kelancaran penyaluran kepada konsumen di berbagai daerah di Pulau Dewata.

Dari total rencana tambahan tersebut, sebanyak 19 juta liter dilaporkan telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis pada periode 14–17 Oktober 2026. Kedatangan pasokan di dua terminal itu menjadi bagian dari upaya mempercepat pengisian kembali stok dan menjaga distribusi ke SPBU. Pertamina Patra Niaga juga menjadwalkan sisa pasokan masuk secara bertahap dalam dua hingga tiga hari berikutnya, sehingga tambahan BBM dapat terus dialirkan mengikuti kebutuhan operasional.

Penyaluran dari terminal menuju SPBU dilakukan sebagai bagian dari pemulihan pasokan di lapangan. Dengan stok tambahan yang mulai tersedia, distribusi diharapkan lebih merata dan aktivitas pengisian dapat berjalan lebih lancar. Perusahaan terus mengatur penerimaan dan pengiriman pasokan agar titik-titik layanan yang membutuhkan dapat memperoleh suplai secara bertahap. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan Pertalite dan Pertamax, sekaligus mengurangi tekanan antrean yang muncul ketika permintaan meningkat.

Sejumlah SPBU dilaporkan berangsur kondusif setelah pasokan tambahan mulai masuk. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan layanan, meskipun proses penormalan distribusi masih berlangsung seiring kedatangan sisa pasokan. Masyarakat dapat memantau informasi operasional SPBU dan menggunakan layanan sesuai kebutuhan. Pertamina Patra Niaga melanjutkan penguatan distribusi hingga pasokan di Bali kembali lebih stabil, sementara pengiriman bertahap dalam beberapa hari ke depan diharapkan semakin mendukung pelayanan kepada pengguna BBM.

Kelancaran pasokan bahan bakar tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kemampuan mengalirkannya dari terminal hingga ke kendaraan masyarakat. Untuk mendukung distribusi di Bali, perusahaan mengerahkan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak armada. Kesiapan kendaraan dan personel tersebut membantu menjaga pengiriman BBM tetap berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan serta antrean di sejumlah wilayah. Mobil tangki menjadi penghubung penting terminal dan SPBU, sehingga pengaturan perjalanan, kesiapan pengemudi, serta koordinasi operasional perlu dijaga secara berkelanjutan. Dengan armada yang disiagakan, penyaluran dapat dilakukan lebih intensif sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk ke kawasan yang mengalami tekanan permintaan. Pengerahan ini juga memberi dukungan agar persediaan di SPBU dapat dipulihkan dan pengisian kendaraan masyarakat berjalan lebih tertib.

Selain menambah dukungan armada, terminal BBM dan SPBU dioperasikan selama 24 jam untuk memperlancar penyaluran. Jam operasional penuh memberi ruang bagi proses penerimaan, pemuatan, pengiriman, dan pelayanan berlangsung tanpa jeda panjang. Pengaturan ini memungkinkan distribusi dilakukan pada berbagai waktu, sehingga pengisian stok tidak hanya bergantung pada jam sibuk. Terminal yang terus beroperasi dapat menyiapkan pasokan bagi mobil tangki, sementara SPBU yang tetap melayani memberi kesempatan bagi konsumen untuk memperoleh BBM sepanjang hari. Pelaksanaan operasional tersebut membutuhkan koordinasi petugas terminal, awak armada, dan pengelola SPBU agar alur pasokan tetap terjaga. Kesiagaan bersama ini ditujukan untuk mengurangi hambatan penyaluran dan membantu merespons perubahan kebutuhan masyarakat secara lebih cepat.

Secara khusus, 66 SPBU di kawasan krusial Denpasar dan Badung mendapat instruksi untuk beroperasi penuh sepanjang hari. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperlancar layanan dan mengurai antrean yang muncul ketika permintaan meningkat. Dengan SPBU tetap buka, konsumen memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan untuk mengisi bahan bakar, sementara distribusi dari terminal dapat terus diterima sesuai kebutuhan. Pengerahan 108 mobil tangki, dukungan 465 awak, serta operasi 24 jam di terminal dan SPBU merupakan rangkaian langkah yang saling melengkapi. Upaya ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan BBM di titik layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Pemantauan kondisi di lapangan tetap diperlukan agar pengiriman dan pelayanan dapat disesuaikan dengan situasi, serta antrean dapat ditangani secara bertahap tanpa mengabaikan keselamatan operasional.

Di sejumlah SPBU di Denpasar yang mengalami antrean tinggi, penjualan BBM secara literan diterapkan sebagai kebijakan darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak pengendara. Melalui skema ini, BBM disalurkan dalam takaran tertentu, sehingga pengendara dapat memperoleh bahan bakar tanpa harus menunggu pelayanan pengisian seperti biasanya. Kebijakan tersebut ditujukan untuk lokasi yang menghadapi kepadatan, bukan sebagai perubahan permanen terhadap pola penjualan di seluruh SPBU.

Sejak hari pertama penerapan, skema penjualan ini menyalurkan sekitar 5.000 liter BBM per hari. Jumlah tersebut menunjukkan besaran pasokan yang dialokasikan melalui penjualan literan pada tahap awal pelaksanaan. Penyaluran dilakukan di beberapa SPBU Denpasar yang antreannya tinggi, dengan sasaran membantu pengendara yang membutuhkan BBM untuk keperluan mendesak. Informasi mengenai volume harian itu menjadi bagian penting untuk memahami skala kebijakan yang dijalankan.

Penjualan secara literan berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengurangi kepadatan di SPBU yang terdampak antrean. Dengan menyediakan jalur penyaluran dalam takaran tertentu, kebijakan ini memberi alternatif bagi pengendara yang perlu memperoleh BBM di tengah situasi ramai. Perannya bersifat pendukung dalam penanganan antrean dan kebutuhan bahan bakar harian. Pelaksanaan di sejumlah titik juga berarti skema ini diterapkan sesuai kondisi SPBU yang mengalami kepadatan, bukan diberlakukan seragam di semua lokasi.

Kebijakan darurat tersebut perlu dipahami dalam ruang lingkup yang telah disebutkan: penjualan BBM literan di beberapa SPBU Denpasar, penyaluran sekitar 5.000 liter per hari sejak hari pertama, serta tujuan membantu kebutuhan mendesak dan mengurangi kepadatan. Dengan batasan itu, penjualan literan menjadi salah satu langkah operasional yang digunakan saat antrean meningkat. Skema ini melengkapi upaya pelayanan di titik-titik yang membutuhkan penanganan, tanpa mengubah keterangan mengenai jumlah pasokan maupun cakupan penerapannya.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa upaya penguatan distribusi BBM di Bali terus dilakukan agar penyaluran semakin lancar. Perusahaan mengoptimalkan pasokan, armada mobil tangki, terminal BBM, serta operasional SPBU sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini dijalankan secara terkoordinasi untuk menjaga ketersediaan energi dan mendukung aktivitas masyarakat maupun sektor usaha. Pengaturan distribusi juga terus dievaluasi dengan memperhatikan kondisi operasional dan kebutuhan tiap wilayah. Dengan penguatan pada sejumlah titik tersebut, Pertamina Patra Niaga berupaya mengurangi hambatan pasokan dan membantu meredakan antrean di SPBU. Masyarakat diharapkan memperoleh layanan secara bertahap seiring proses pemulihan penyaluran yang terus berlangsung.

Di tengah proses tersebut, masyarakat Bali diimbau membeli BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan dapat mengganggu pemerataan pasokan, terutama ketika permintaan meningkat dan distribusi masih dalam tahap pemulihan. Karena itu, warga sebaiknya tidak menyimpan BBM dalam jumlah yang tidak diperlukan dan tidak melakukan penimbunan. Masyarakat juga diminta tidak membeli BBM subsidi untuk kemudian menjualnya kembali secara ilegal. Praktik semacam itu melanggar ketentuan dan dapat mengurangi hak konsumen yang memang berhak menerima BBM subsidi. Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau kendala layanan, warga dapat menyampaikan laporan melalui saluran resmi Pertamina agar dapat ditindaklanjuti. Sikap tertib dan pembelian sesuai kebutuhan membantu menjaga ketersediaan BBM bagi lebih banyak pengguna.

Optimalisasi distribusi mencakup kesiapan personel dan sarana di berbagai mata rantai penyaluran.

Baca juga: Solusi Antrean Panjang di SPBU Makassar | Penurunan Antrean Kendaraan di SPBU Makassar | Kendaraan Modifikasi Memicu Antrean Panjang BBM di Makassar